Friday, August 7, 2015

PERBAIKAN PROPELER

Perbaikan Propeler ok
Baling-baling atau disebut propeler adalah kitiran yang berfungsi untuk membantu menjalankan kapal atau pesawat terbang. Baling-baling propeler ini memindahkan tenaga dengan cara konversi gerakan-gerakan rotasi menjadi daya dorong penggerak misalnya pada transportrasi pesawat terbang, kapal, kalam selam. Gara dorong pada propeler untuk melalui suatu masa seperti udara, air dengan memutar dua atau lebih bilah dari poros utama/ Bilah-bilah ini berfungsi sebagai sayap yang berputar. Kemudian memproduksi gaya dan menghasilkan beda tekanan antara permukaan belakang dan depan bilah.

JENIS PROPELER

Jenis baling-baling terdiri dari [1] Fixed Pitch Propellers – FPP adalah propeler yang secara umum sudah tepat jenis rancangan dan ukurannya, baik itu untuk baling-baling perahu motor yang kecil hingga untuk kapal tangki yang berukuran besar. [2] Controllable Pitch Propellers – CPP : propeler untuk kebutuhan yang lebih tinggi untuk pengaturan dalam operasional yang harus lebih fleksibel dari pada kebutuhan efisiensi propulsi pada saat kondisi servis.  [3] Contra-rotating propellers  : propeler yang mempunyai dua-coaxial propellers yang dipasang dalam satu sumbu poros, kemudian secara tersusun satu didepan yang lainnya dan berputar saling berlawanan arah. [4] Overlapping Propellers adalah konsep dua propeller tidak dipasang atau diikat secara coaxially, tapi masing-masing propeller memiliki sumbu poros pada sistem perporosan yang terpisah. Sistem propeler ini masih jarang diaplikasikan. Dan masih terdapat beberapa jenis alat pendorong lain

KERUSAKAN PROPELER

Kerusakan pada mesin tentunya hal yang tidak diinginkan olen para pekerja industri, termasuk industri kapal dan pesawat. Selama ini terjadi  kerusakan yang diakibatkan oleh korosi terutama dibidang industri khususnya industri perkapalan bidang kelautan. Ada banyak  kerugian karena adanya korosi sehingga perusahaan  mau tidak mau harus mengeluarkan biaya lebih untuk perbaikan peralatan. Kasus yang sering terjadi adalah korosi terjadi pada pipa, paku,  tanki, penyangga – pengangga tanki.  Korosi yang sering terjadi  adalah : uniform attack ( korosi merata), galvanic corrosion (korosi galvanis), biological corrosion ,pitting corrosion ( korosi sumur), crevice corrosion (korosi celah),  intergaranular corrosion (korosi antar butir ), erosion corrosion ( korosi erosi ), selective corrosion ( korosi pisah ), stress corrosion ( korosi tekanan ).

PERBAIKAN PROPELER

Baik untuk propeler yang sudah mengalami kerusakan atau belum , harus selalu dilakukan perawatan agar propeler dapat bekerja secara maksimal. Salah satu cara untuk perawatan dan perbaikan popeler adalah dengan pengelasan. Tentu pengelasan harus dilakukan dengan baik, faktor yang mempengaruhi adalah teknik pengelasan, material, dan penmilihan kawat las. Kawat las yng tepat untuk perbaikan propeler ataupun mesin lainn adalah kawat las EDZONA. Kawat las EDZONAproduk kawat las switzerland tampil dengan kelengkapan tipe, material terbaik, pelayanan yang cepat dan memberikan garansi.
AWS : DIN 1732
El-Al Si 12 Mn 0.3 Al bal Rest
DC+
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
Kawat las Edzona-AL 430 dapat digunakan untuk pengelasan semua jenis logam Aluminium murni atau Aluminium Alloy, deposite lasnya sangat baik dan halus, penetrasi pengelasan lebih dalam, tanpa porosity, endapan terak sangat tipis sehingga ekonomis, dapat digunakan tanpa preheating awal pada logam yang akan di las. Dapat digunakan untuk mereparasi ataupun perawatan Propeller, Impeller, Sudut-sudut pompa, Propeller kapal, Bushing, Gear Bronze, Bejana tekan, Pipa Intercoller, Pelapis rumah pompa, Parts pada kimia dll.
E Cu Sn-C
Sn 8 Cu bal
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
BZ 320 untuk pengelasan Build up dan penyambungan logam Characteristic non ferro, Bronze, tembaga dan kuningan. Dapat digunakan penyambungan atau pelapisan logam yang berbeda Stainless Steel, Besi tuang dan Baja dengan hasil deposite las yang baik. Tahan terhadap zat kimia, abrasi Air Laut, mudah proses Machiningnya, dapat digunakan pada semua posisi pengelasan. Dapat diaplikasikan untuk mereparasi Propeller, Impeller, Sudut-sudut pompa, Propeller kapal, Bushing, Gear Bronze, Bejana tekan, Pipa Intercoller, Parts pada kimia, dll.
E Cu Mn Ni Al
Al7 Mn13,5 Fe25 Ni2,2 Cu bal
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
Edzona-BZ tahan terhadap keretakan. Mudah digunakan pada posisi vertical maupun overhead. Digunakan untuk pelapisan bronze, stainless-steel, besi cor, baja, serta kuningan atau penggabungan logam-logam tersebut diatas. Tahan bahan kimia dan karat. Deposit las yang halus dengan penetrasi yang dalam dan teraknya mudah dibersihkan. Sangat cocok untuk perbaikan komponen mesin yang terbuat dari bronze, kuningan, tembaga, stainless steel, baja, dan besi cor. Untuk perbaikan impeller pompa, propeller kapal dan bagian kapal yang lain.

AWS : DIN 1732
El-Al Si 12 Mn 0.3 Al bal Rest
DC+
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
Kawat las Edzona-AL 430 dapat digunakan untuk pengelasan semua jenis logam Aluminium murni atau Aluminium Alloy, deposite lasnya sangat baik dan halus, penetrasi pengelasan lebih dalam, tanpa porosity, endapan terak sangat tipis sehingga ekonomis, dapat digunakan tanpa preheating awal pada logam yang akan di las. Dapat digunakan untuk mereparasi ataupun perawatan Propeller, Impeller, Sudut-sudut pompa, Propeller kapal, Bushing, Gear Bronze, Bejana tekan, Pipa Intercoller, Pelapis rumah pompa, Parts pada kimia dll.
E Cu Sn-C
Sn 8 Cu bal
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
BZ 320 untuk pengelasan Build up dan penyambungan logam Characteristic non ferro, Bronze, tembaga dan kuningan. Dapat digunakan penyambungan atau pelapisan logam yang berbeda Stainless Steel, Besi tuang dan Baja dengan hasil deposite las yang baik. Tahan terhadap zat kimia, abrasi Air Laut, mudah proses Machiningnya, dapat digunakan pada semua posisi pengelasan. Dapat diaplikasikan untuk mereparasi Propeller, Impeller, Sudut-sudut pompa, Propeller kapal, Bushing, Gear Bronze, Bejana tekan, Pipa Intercoller, Parts pada kimia, dll.
E Cu Mn Ni Al
Al7 Mn13,5 Fe25 Ni2,2 Cu bal
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
Edzona-BZ tahan terhadap keretakan. Mudah digunakan pada posisi vertical maupun overhead. Digunakan untuk pelapisan bronze, stainless-steel, besi cor, baja, serta kuningan atau penggabungan logam-logam tersebut diatas. Tahan bahan kimia dan karat. Deposit las yang halus dengan penetrasi yang dalam dan teraknya mudah dibersihkan. Sangat cocok untuk perbaikan komponen mesin yang terbuat dari bronze, kuningan, tembaga, stainless steel, baja, dan besi cor. Untuk perbaikan impeller pompa, propeller kapal dan bagian kapal yang lain.


Sumber : http://kawatlas.jayamanunggal.com/perbaikan-propeler/

Wednesday, August 5, 2015

PERAWATAN PERBAIKAN MESIN PENCACAH TEBU

Seperti pembahasan artikel sebelumnya tentang proses pada pabrik gula untuk pengolahan tebu menjadi gula, terdapat proses untuk pemotongan tebu.

Perawatan Perbaikan Mesin Pencacah Tebu

MESIN PENCACAH TEBU

Mesin pencacah tebu, penghancur tebu (cane cutter atau cane crusher) adalah alat yang berperan sebagai penghancur batang tebu, terbuat dari baja karbon rendah. Alat ini juga untuk memotong tebu masih dalam bentuk batang, menjadi tebu potongan ukuran lebih kecil antara 10 – 15 cm. Pemmotongan batang tebu menjadi lebih kecil agar memperoleh luas permukaan pemerahan yang lebih besar sehingga air tebu (nira) dapat semaksimal  mungkin terperah di mill station.

KOMPONEN MESIN PENCACAH TEBU

Beberapa komponen (part) pada mesin ini adalah [1] pisau tebu (Cane cutter blade) terdiri dari, mata pisau (cutting edge), disc holder, tangkai pisau (disc). Bentuk, jumlah, dan ukuran d isesuaikan dengan mill capasity. [2] Cane shreeder terdiri dari, mata pisau (hammer tip), disc holder, tangkai pisau (disc) yang bentuk ukuran dan jumlah disesuaikan dengan mill  capasity.

MASALAH PADA MESIN PENCACAH TEBU

Masalah yang sering terjadi pada mesin pencacah tebu adalah tingkat keausan yang sangat cepat, padahal setiap perusahaan mengharapkan mesinnya dapat digunakan dalam waktu jangka panjang.  Namun sering sekali Cane cutter blade harus diganti pada saat produksi sedang berlangsung, sehingga mengganggu dan mempengaruhi  terhadap proses produksi.  Jika kerusakan pada mesin terjadi maka waktu  produksi akan mundur dan biaya akan semakin besar, sehingga mempengaruhi HPP (harga pokok produksi). Pergantian pisau pencacah idealnya dilakukan 6 bulan, namun tidak  jarang Cane cutter blade diganti sebelum waktunya, bahkan dengan umur pakai yang sangat singkat yaitu 2 minggu pemakaian.
Permasalahan yang dialami oleh pencacah tabu (Cane cutter) blade bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor  yaitu [1] faktor kekerasan kulit tebu dan  [2] kadarkeasaman (PH) air tebu. Dua faktor tersebut yang dapat menyebabkan umur pakai mesin pencacah tebu relatif lebih cepat mengalami keausan. Untuk mencegah keusan atau korosi pada mesin,  langkah terbaik adalah menggunakan kawat las EDZONA, kawat las Perawatan Perbaikan Mesin Pencacah Tebu yang cocok untuk pabrik tebu adalah:

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-210

C 0.6  Si 0.5 Mn 14  Cr 14 130 % Recovery
DC+/AC
Hardness : 250 HB – 450 HB, Hardness After Work
Diameter : 3,20 – 4,00
hardfacing lapisan keras dengan kandungan Manganese diatas 14%. Tahan terhadap gesekan yang sangat kuat sekalipun. Untuk perbaikan, penyambungan dan pelapisan benda-benda yang dirancang tahan gesekan. Terhindar dari keausan akibat gesekan logam dengan logam atau logam dengan benda abrasif lainnya. Tahan benturan tanpa lepas.

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-220

About 3% Alloy content
DC+/AC
Hardness : 220 HB
Diameter : 3,20 – 4,00
untuk pengelasan Characteristic Baja hard Surfacing yang masih dapat di machining, dapat sebagai Under layer Hard Surfacing. tahan gesekan sedang, keistimewaan dapat untuk penyambungan yang bersifat Hard Facing. dapat diaplikasikan pada Parts Industri berat, Sprocets Sheaves, Crane fly wheel, Dumpers, Roll Gilingan, Parts Cams dll.

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-260

C 0.4  Cr 4.8 Mo 3.7  W 3.5
DC+/AC
Hardness : 58 – 60 HRC
Diameter : 3,20 – 4,00
kawat las lapisan keras untuk ketahanan terhadap benturan namun tetap kuat menahan gesekan. Dengan keistimewaan akan mengeras secara otomatis setelah mendapat benturan. Hasil las dengan susunan martensit yang membuat hasil las cukup keras namun tetap ulet. Cocok untuk semua arus DC atau AC +/-. Hemat listrik dengan amper rendah namun penetrasi sangat dalam.

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-290

C 4.5 Cr 2.4 W 2  Fe 5
DC+/AC
Hardness : 70-72 HRC
Diameter : 3,20 – 4,00
Kawat Las untuk pelapis dan membentuk kembali bagian yang aus depositenya bersifat tahan gesek dan tahan terhadap temperatur tinggi serta memiliki ketahanan baik terhadap kimia. Cocok untuk Parts Crusher kimia, Pisau tebu, Pengolahan pakan ternak, Parts pertambangan, Bucket, Crusher, Worm Screw, Impact Hammer, Pengaduk Mixing, Blade, Hammer Mills, Stone Crusher, Parts Pengeboran, Pengeruk dll.

Monday, August 3, 2015

KAWAT LAS UNTUK PABRIK GULA

Kawat Las untuk Pabrik Gula
Gula dimanfaatkan manusia untuk mengubah rasa menjadi manis baik untuk makanan ataupun minuman. Misalnya glukosa  adalah gula sederhaba yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam, menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. Sehingga gula menjadi salah satu sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula sering diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat.


PROSES PABRIK GULA

Untuk pembuatan gula tebu di pabrik prosesnya adalah sebagai berikut
  • Penggilingan
Adalah proses pemerahan tabu di penggilingan, tebu dicacah menggunakan alat pencacah tebu. Mesin pencacah tebu terdiri dari hammer shredder,  cane cutter atau kobinasi keduanya. Proses penggilingan ini menghasilkan ampas dan nira. Nira adalah bagian yang mengandung gula dan kemudian akan diproses di pemurnian. Sedangkan ampas ddapat dimanfaatkan untuk bebagai keperluan, misalnya sebagai bahan bakar ketel atau boiler, bahan partikel board, xylitol, furfural, dan lainnya.
  • Pemurnian
Nira yang merupakan hasil proses penggilingan adalah nira mentah atau raw juice.  Nira mentah pada proses ini, akan dilakukan pemisahan antara zat yang mengandung gula dan yang tidak mengandung gula. Proses pemurnian biasanya dapat dilakukan dengan proses kimiawi maupun fisis. Jika dengan cara fisis, adalah dengan cara penyaringan. Jika cara kimiawi adalah dengan pemanasan dan membrikan bahan pengendap.
  • Penguapan
Hasil dari pemurnian adalah nira jernih, yang kemudian dilakukan proses penguapan. Proses penguapan dilakukan dalam beja evaporator untuk menaikkan konsentrasi nira murni sehingga mendekati konsentrasi jenuhnya.
  • Kistalisasi
Adalah proses membentuk kristal gula. Nira kental dari hasil penguapan direaksikan sebagai bleaching dan juga untuk menurunkan viskositas nira. Setelah proses masak, larutan dialirkan ke palung pendingin untuk merunkan suhu dan nilai kejenuhan naik sehingga mendorong menempelnya sukrosa pada kristal .
  • Pemisahan
Proses ini menggunakan centrifuge atau puteran untuk pemisahan kristal gula dari larutannya. Pada alat centrifuge ini terdapat saringan,  dengan cara masakan diputar dan strop atau larutan akan tersaring dan kristal gula tertinggal dalam puteran kemudian dihasilkan gula kristal dan tetes. Gula kristal kemudian didinginkan dan dikeringakan untuk menurunkan kadar airnya. Tetes di transfer ke Tangki tetes untuk di jual. Dan kemudian dilakukan pengepakan gula.

KAWAT LAS UNTUK PABRIK GULA

Beberapa mesin yang digunakan pabrik gula adalah : Jembatan Timbang (Weigh bridges), Meja Tebu (Cane Feeding Table), cane cutter,  cane knifes, Cane Carrier Elevator, Mill, Juice Stainer, Juice Heater, Timbangan Nira Mentah (juice Weighting Scale), Weighed Juice Pump,  Defekator, Peti Sulfitasi Nira Mentah, Neutralizing Tank, Flash Tank, Continous Clarifier, Vacum Filter, Mud Feed Mixer, Milk Of Lime Tank, Milk Of Lime Tank, Evaporator, Condensat Receiver, Syrup pump, Syrup Sulphitator, Shulphured Syrup Drawing Tank, Feed Pump, Heat Exchanger, Toladura Reaction Tank, diesel, bubut, dan masih banyak lainnya.
Semua mesin pada pabrik gula harus dirawat dan dilakukan perbaikan secara maksimal jika ada kerusakan. Untuk perbaikan mesin, salah satu cara tepat adalah dengan pengelasan mesin, mesin harus dilas harus senyawa dengan kawat las atau elektroda tentunya. Kawat las EDZONA adalah kawat las khusus untuk maintenance mesin, karena memiliki material yang bagus, berasal dari switzerland dan hadir dengan kelengkapan produknya. Silahkan hubungi kami untuk pemesanan kawat las untuk menjaga aset perusahaan Anda. Beberapa kawat las yang cocok untuk mesin pabrik gula adalah :

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-210

C 0.6  Si 0.5 Mn 14  Cr 14 130 % Recovery
DC+/AC
Hardness : 250 HB – 450 HB, Hardness After Work
Diameter : 3,20 – 4,00
hardfacing lapisan keras dengan kandungan Manganese diatas 14%. Tahan terhadap gesekan yang sangat kuat sekalipun. Untuk perbaikan, penyambungan dan pelapisan benda-benda yang dirancang tahan gesekan. Terhindar dari keausan akibat gesekan logam dengan logam atau logam dengan benda abrasif lainnya. Tahan benturan tanpa lepas.

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-220

About 3% Alloy content
DC+/AC
Hardness : 220 HB
Diameter : 3,20 – 4,00
untuk pengelasan Characteristic Baja hard Surfacing yang masih dapat di machining, dapat sebagai Under layer Hard Surfacing. tahan gesekan sedang, keistimewaan dapat untuk penyambungan yang bersifat Hard Facing. dapat diaplikasikan pada Parts Industri berat, Sprocets Sheaves, Crane fly wheel, Dumpers, Roll Gilingan, Parts Cams dll.

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-260

C 0.4  Cr 4.8 Mo 3.7  W 3.5
DC+/AC
Hardness : 58 – 60 HRC
Diameter : 3,20 – 4,00
kawat las lapisan keras untuk ketahanan terhadap benturan namun tetap kuat menahan gesekan. Dengan keistimewaan akan mengeras secara otomatis setelah mendapat benturan. Hasil las dengan susunan martensit yang membuat hasil las cukup keras namun tetap ulet. Cocok untuk semua arus DC atau AC +/-. Hemat listrik dengan amper rendah namun penetrasi sangat dalam.

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-290

C 4.5 Cr 2.4 W 2  Fe 5
DC+/AC
Hardness : 70-72 HRC
Diameter : 3,20 – 4,00
Kawat Las untuk pelapis dan membentuk kembali bagian yang aus depositenya bersifat tahan gesek dan tahan terhadap temperatur tinggi serta memiliki ketahanan baik terhadap kimia. Cocok untuk Parts Crusher kimia, Pisau tebu, Pengolahan pakan ternak, Parts pertambangan, Bucket, Crusher, Worm Screw, Impact Hammer, Pengaduk Mixing, Blade, Hammer Mills, Stone Crusher, Parts Pengeboran, Pengeruk dll.

Saturday, August 1, 2015

KAWAT LAS PERBAIKAN STERILIZER


Kawat Las Perbaikan Sterilizer

STERILIZER

Sterilizer merupakan salah satu alat  pada pabrik kelapa sawit berupa bejana uap yang fungsinya adalah untuk perebusan Tandan Buah Sawit (TBS) dengan menggunakan uap saturates (tekanan 1,5-3,0 bar dan temperatur 120–140 oC ) yang diinjeksi dari Back Pressure Valve (BPV) dengan tujuan mengolah buah menjadi kondisi yang ditentukan sebelum dilakukan proses pengolahan lebih lanjut.

FUNGSI STERILIZER

  • Untuk mengurangi kadar air yang terkandung pada biji, agar lebih memudahkan proses pemecahan.
  • Untuk mempermudah proses pelepasan gumpalan buah.
  • Untuk menjadikan buah lunak sehingga mempermudah pisahnya daging dan biji buah.
  • Untuk menonaktifkan enzym lipase yang menyebabkan naiknya Asam Lemak Bebas (ALB), karena enzym lipase non aktif pada suhu 45 0
  • Untuk mengkondisikan daging buah dengan tujuan sel minyak dapat terlepas sehingga bisa dilakukan ekstraksi di stasiun press dan kemudian dimurnikan di stasiun klarifikasi.

JENIS STERILIZER

  • vertical sterilizer
  • horizontal Sterilizer
  • continious Sterilizer

PERAWATAN STERILIZER

– Dalam 2 minggu sekali sterilizer harus dibersihkan bagian dalamnya untuk melakukan perawatan, pemeriksaan dan perbaikan sesuai keperluan.
– Sebulan sekali dilakukan pemeriksaan Safety Valve pada sterilizer untuk memastikan keakuratan pekerjaan yang dilakukan, jika ditemukan kebocoran maka katup dan tempat kedudukan harus dibersihkan dan di-skur, selanjutnya dilakukan penyetelan ulang kepegasan dari spring yang menekan pada katupnya.
– Pemeriksaan secara rutin pada kebocoran pipa-pipa uap dan pipa Kondensat, jika terjadi kebocoran maka harus segera dilas atau diganti karena jika tidak dilakukan perbaikan maka akan mengganggu proses perebusan yang disebabkan pemborosan uap, selain itu juga bisa mengotori area sekitar sterilizer, pengelasan dilakukan pada kondisi sterilizer dingin, untuk pengecekan hasil perbaikan bisa dilakukan dengan pemadatan dengan air bertekanan maksimal 2 Kg/cm2.

KAWAT LAS PERBAIKAN STERILIZER

AWS : E 307 – 16
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
DC+/AC
C 0.1 Cr 18.5
Ni 8.5 Mn 6.0
kawat las yang tahan terhadap panas extra tinggi. 1100C-1200C adalah temperatur kritis untuk beberapa jenis baja, tetapi EDZONA-110 tahan pada temperatur ini tanpa ada tanda-tanda rusak/karbonasi. Deposit las sangat halus dengan penetrasi yangd alam. Sangat sesuai dengan problem steel, terutama pada cast steel juga cast iron dengan kandungan karbon rendah.
E Cu Mn Ni Al
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
kawat las bronze atau tembaga ini tahan terhadap keretakan. mudah digunakan pada posisi vertical maupun overhead. Kawat Las ini dapat digunakan untuk pelapisan bronze, stainless-steel, besi cor, baja, serta kuningan atau penggabungan logam-logam tersebut diatas, juga ahan bahan kimia dan karat, deposit las yang halus dengan penetrasi yang dalam dan teraknya mudah dibersihkan.
E Cu Sn-C
Sn 8 Cu bal
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
NKawat las ini digunakan untuk pengelasan Build up dan penyambungan logam Characteristic non ferro, Bronze, tembaga dan kuningan. Keistimewaan kawat las dapat digunakan penyambungan atau pelapisan logam yang berbeda Stainless Steel, Besi tuang dan Baja dengan hasil deposite las yang baik, juga tahan terhadap zat kimia, Tahan abrasi Air Laut, mudah proses Machiningnya, dapat digunakan pada semua posisi pengelasan.

Thursday, July 30, 2015

KAWAT LAS PENGEBORAN

Kawat Las Pengeboran 2

Pengeboran adalah kegiatan melakukan bor ke dalam tanam reservoir untuk memperoleh sumber daya gas bumi, minyak, air, ataupun deposit mineral bawah tanah, biasanya disebut juga dengan Rig Pengeboran. Istilah “rig” pada pengeboran adalah untuk kumpulan peralatan melakukan aktivitas pengeboran pada permukaan kerak bumi untuk mengambil contoh minyak, air, atau mineral. Rig pengeboran tidak hanya untuk identifikasi sifat geologis dari reservoir tetapi juga untuk membuat lubang yang memungkinkan pengambilan kandungan minyak atau gas bumi dari reservoir.

JENIS RIG PENGEBORAN

RIG pengeboran berdasarkan jenis daerah dapat dibagi menjadi, : [1] Rig Rawa : biasanya juga disebut dengan “Swamp Barge”. Rig ini sama dengan untuk kelengkapan alat pengeboran darat, hanya saja menara dan sistem pengeboran ditempatkan di atas Ponton. Ponton berungsi sebagai dudukan di dasar rawa saat aktivitas pengeboran berlangsung. Rig ini biasanya beroperasi di perairan dengan kedalaman sekitar 5 M. [2] RIG Pengeboran Darat : adalah utuk pengeboran di area darat dengan bentuk paling sederhana, terdiri dari menara dan struktur penopang. [3] Jack Up Rig : adalah satu unit alat pengeboran dengan kaki yang panjang yang dapat naik dan turun untuk menopang struktur utama. Jack Up RIG biasa digunakan untuk daerah dengan kedalaman kurang lebih 100 M [4] Drill Ship : adalag semua peralatan untuk pengeboran dipasang pada kapal yang digunakan untuk mengebor laut yang sangat dalam. [5] Tender RIG : adalah sistem pengeboran dipasang pada platform.  Terdapat tender RIG yang digunakan untuk membantu operasi pengeboran misalnya pengangkatan pipa, strultur dan lain sebagainya. Tender RIG akan menempel di platform saat operasi pengeboran berlangsung. [6]  Semisubmersible RIG : Sesuai namanya, RIG semisub adalah obyek terapung yang dipasang alat pengeboran. Biasanya RIG Peneboran ini digunakan untuk mengebor daerah laut dalam (lebih dari 100 M).

KAWAT LAS PENGEBORAN

Dalam proses aktivitas pengeboran, mesin bor adalah salah satu hal penting untuk kelancaran dan hasil pengeboran maupun identifikasinya. Sehingga mesin bor harus sealu dijaga performanya, baik dengan perawatan umum, perwatan khusus, baik saat perbaikan. Pemilihan materi untuk perawatan dan perbaikan juga tak kalah penting, untuk perbaikan mesin dianjurkan menggunakan kawat las EDZONA, yang cocok dengan pengelasan reparasi mesin. Kawat Las Edzona terbuat dari bahan pilihan dan banyak tipe yang akan menyesuaikan dengan tipe material mesin.

Tuesday, July 28, 2015

KAWAT LAS PERBAIKAN VALVE

VALVE

Kawat Las Perbaikan Valve  4

Valve atau Kran merupakan bagian dari sebuah alat yang memiliki fungsi dasar sebagai pengontrol, pembuka, penghenti, pengarah, pencampur dan pengatur tekanan dan temperatur dari fluida yang ada didalamnya.

JENIS VALVE

1. VALVE BUKA TUTUP (START STOP VALVE)

Valve buka tutup sendiri juga dibedakan menjadi 2 berdasarkan pada pererakan dan jenis katup, yaitu :

A. SLIDING VALVE

Sliding valve adalah valve yang katupnya berbentuk datar dan berfungsi memotong aliran, valve ini biasa digunakan untuk membuka juga menutup aliran dan mengatur debit aliran dengan akurasi yang cukup rendah. Contoh valve jenis Sliding valve :
– Gate valve
Bentuk dari valve ini adalah penyekat piringan atau juga biasa disebut wedge dengan pergerakannya yaitu ke atas bawah untuk membuka dan menutup.
– Piston valve
Valve yang cara kerjanya yaitu bergeser/bertranslasi mengggunakan tekanan fluida sebagai
pembuka dan penutup valvenya.

B. ROTATING VALVE

Rotating valve adalah valve yang memerlukan seperempat putaran untuk membuka dan menutup penuh dengan arah sisi muka velve sejajar arah aliran. Karena kekuatan konstruksi dari valve ini sangat penting, maka jenis ini biasa digunakan pada fluida yang mengandung partikel padat. Contoh valve jenis Rotating valve :
– Plug Valve : Valve ini seperti ball valve namun bagian dalamnya bukan berbentuk bola, melainkan silinder.
Jenis valve lain yang masih termasuk pada jenis plug valve adalah Three way plug valve dan Four way plug valve

C. BALL VALVE

Valve dengan Bentuk penyekat berbentuk bola yang memiliki lubang yang menerobos ditengahnya. Ball valve hampir sama dengan plug valve, hanya bentuk piringannya berbeda yaitu bulat seperti bola dan bentuk bodynya silinder.

D. BUTTERFLY VALVE

Valve dengan bentuk penyekat berupa piringan yang memiliki sumbu putar dibagian tengah. Jenis valve ini berdasarkan desain dibagi menjadi concentric dan eccentric. Desain Eccentric memiliki disain yang lebih sulit namun memiliki fungsi yang lebih baik dari Concentric.

2. VALVE PENGATUR BANYAKNYA ALIRAN FLUIDA (GLOBE VALVE)

Valve Pengatur Banyaknya Aliran Fluida merupakan jenis valve yang dirancang untuk mengatur besar kecilnya aliran fluida yang pada dasarnya bagian utamanya sama dengan Gate valve yaitu terdiri dari body, seat, piringan, bonnet, stem, packing dan gland.
Contoh valve  jenis Globe valve:

A. ANGLE VALVE

Merupakan valve yang digunakan untuk mengubah aliran sebesar 90 derajat dan valve jenis ini bisa juga digunakan sebagai pengganti elbow

B. NEEDLE VALVE

Digunakan untuk pengaturan yang lebih akurat pada aliran dengan tekanan rendah bentuk piringannya panjang dan kecil seperti paku.

3. VALVE PENCEGAH ALIRAN BALIK (CHECK VALVE)

Valve Pencegah Aliran Balik digunakan untuk membuat aliran fluida agar hanya mengalir satu arah saja sehingga tidak terjadi reversed flow/back flow. Bentuk valve ini sama dengan gate valve namun tidak mempunyai handwell/handle maupun stem.
Jenis check valve (cara kerjanya sama namun aplikasi terhadap material fluida berbeda), yaitu:

A. SWING CHECK VALVE

Berfungsi mengatur fluida gas ataupun liquid yang tidak mengandung partikel padat (solid).

B. LIFT CHECK VALVE

Berfungsi mengatur fluida steam, gas, maupun liquid yang memiliki flow yang tinggi dan valve ini juga berfungsi mengatur liquid bebas (benda-benda padat).

C. BALL CHECK VALVE

Berfungsi mengatur fluida liquid yang mengandung partikel padatan.

4.  VALVE PENGAMAN (RELIEVE VALVE DAN SAFETY VALVE)

Valve ini digunakan untuk melepaskan tekanan pada sebuah sistem agar tidak membahayakan alat ataupun personel yang sedang bekerja untuk kepentingan proses itu sendiri. Perbedaan Relieve Valve Dan Safety Valve pada dasarnya pada cara kerjanya, Relieve valve akan membuka perlahan-lahan saat terjadi kelebihan tekanan dan akan menutup kembali apabila tekanan telah kembali normal sehingga Relieve valve lebih cocok diaplikasikan ke fluida liquid. Sedangkan Safety valve akan membuka secara sangat cepat yaitu langsung 60% opening saat terjadi kelebihan tekanan kemudian akan menutup kembali hanya apabila tekanan telah berada dibawah tekanan normal / set point sehingga safety valve sangat cocok diaplikasikan ke fluida gas.

PERMASALAHAN PADA VALVE

Kemungkinan permasalahan yang timbul pada valve antara lain adalah :
  1. Valve bocor / leak : Part yang paling sering terjadi kebocoran adalah  pada packing gland. Indikasinya adalah valve tidak bekerja dengan baik. Solusinya adalah dengan mengencangkan gland nut lalu periksa handwell. Selain itu terkadang pada sambungan body dan bonnet, daerah body dan sekitar flange juga bisa terjadi kebocoran.
  1. Kerusakan Fisik : Indikasinya valve tidak bekerja dengan baik, maka solusinya harus diadakan pemeriksaan fisik sebelum dilakukan tindakan perbaikan.
  1. Pemberian Pelumas : Untuk menjaga ketahanan terutama pada stem dilakukan maintenance dengan pemberian pelumas pada valve.

PERBAIKAN VALVE

Tahapan awal perbaikan pada velve secara umum adalah sebagai berikut :
  1. Pemeriksaan awal berupa pengukuran
  2. Penentuan indikasi awal terjadinya kerusakan dengan info dari user
  3. Mempelajari manual book dari dari valve yang akan diperbaiki
  4. Pembongkaran bagian dari valve
  5. Pemeriksaan visual secara rinci
  6. Jika ada indikasi kerusakan pada internal part valve, dilakukan pemeriksaan kembali untuk memastikan langkah yang diambil untuk perbaikan
  7. Pengukuran dan pengecekan terhadap internal yang rusak sebagai data untuk proses perbaikan
Proses Perbaikan :
  1. Proses ini dilakukan pada piringan/wedge dan set ring dan dilakukan setelah dibersihkan dan pemeriksaan kerusakan. Kerusakan yang biasa terjadi adalah goresan,galling atau scooring, kerusakan seperti itu akan mempengaruhi kemampuan untuk packing dalam menyekat aliran.
  2. Kerusakan yang ringan seperti goresan dapat diperbaiki dengan pemolesan menggunakan bahan abrasive yang halus (Lapping).
  3. Apabila kerusakan tidak bisa diperbaiki dengan proses lapping maka dapat dilakukan built up atau dengan penambahan material yang sama pada piringan dan seat melalui pengelasan.
  4. Sedangkan untuk mengatasi kerusakan pada gasket, packing, bushing stem pada valve dilakukan penggantian material yang baru.

PENGELASAN PADA VALVE

Untuk perbaikan pada kerusakan velve salah satu solusinya adalah dengan cara pengelasan untuk mendapatkan bentuk seperti semula dan agar bekerja kembali secara maksimal..

KAWAT LAS PERBAIKAN VALVE

Kawat las EDZONA menyediakan beberapa item yang digunakan dalam perbaikan velve, antara lain yaitu :
AWS  NiFe
AC/DC +/-
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
Hardness : 200 HB
Untuk pengelasan berbagai jenis besi cor. Dapat menyambung secara sempurna antara besi cor dengan berbagai macam baja termasuk stainless steel, karena mengandung formula khusus pada coatingnya.

Friday, July 24, 2015

PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN BUBUT


Perawatan dan perbaikan mesin bubut adalah suatu kewajiban, seperti mesin lain di dunia insutri. Agar mesin dapat berjalan secara maskimal dan produksi berjalan lancar.
Perawatan dan Perbaikan Mesin Bubut 2

PERAWATAN UMUM MESIN BUBUT

Perawatan untuk mesin bubut secara umum adalah :
  • Mesin bubut tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung
  • Gunakan oli pelumas mesin, pemberian grease harus memakai produk yang disesuaikan dengan standar pabrik pembuat mesin bubut
  • Setelah mesin bubut selesai beroperasi, lakukan pembersihan bagian mesin dari cairan pendingin dan beram hasil potongan. Atur semua handel mesin pada posisi netral dan matikan sumber tenaga mesin
  • Tidak dianjurkan menggunakan benda keras seperti palu atau memukul benda secara keras untuk pemasangan benda kerja pada poros mesin bubut
  • Ketika mesin beroprasi, perhatikan jangan sampai beram jatuh ke meja mesin dan terbawa eretan mesin

PERAWATAN KHUSUS MESIN BUBUT

Perawatan khusus adalah perawatan mesin yang hasrus dilakukan sesuai jadwal periodik berdasarkan buku petunjuk perawatan atau pengalaman teknisi mesin.

A. MOTOR UTAMA (MOTOR PEMBANGKIT)

Terdapat dua kerusakan yang biasanya terjadi pada mesin bubut bagian motor utama :

1. MOTOR TIDAK MAMPU BEKERJA

Terdapat 7 ( tujuh ) kemungkinan penyebab motor pembangkit mesin bubut tidak mau bekerja:
  • Motor pembangkit tidak menyala karena tegangan dari sumber tenaga yang masuk kemotor pembangkit rendah
  • Rem motor tidak berfungsi dengan baik
  • Coil pada saklar terbakar
  • Jika terjadi sekring pada circuit breaker putus/terbakar. maka ganti sekring dengan yang baru dan spesifikasi sama.
  • Arus yang masuk ke motor pembangkit beda phasanya, sehingga harus dilakukan pengikuran arus yang masuk satu phasa atau tiga phasa sesuai dengan motor pembangkit mesin bubut
  • Kontak-kontak pada switch atau saklar yang tidak sempurna.
  • Tidak terjadi hubungna pada kontak limit switch
  • Motor cepat panas, baik karena perbedaan tegangan ataupun karena periksa tegangan listrik yang masuk

2. BEBAN MOTOR YANG BERLEBIHAN

Biasanya beban yang tidak sesuai kapasitas mesin, dapat menyebabkan panas berlebihan. Sehingga harus dilakukan pengaturan ulang bebean agar sesuai kapasitas mesin.

B. KEPALA TETAP

Kerusakan yang biasanya terjadi di kepala tetap mesin bubut adalah:
  • Putaran poros utama tersendat-sendat dan terlalu panas
  • Suhu terlalu tinggi pada kepala lepas
  • Timbul suara yang bising pada kepala lepas
  • Tidak senter

C. ERETAN

Kerusakan yang sering timbul pada eretan mesin bubut adalah :
  • Minyak pelumas yang kotor dapat menyebabkan pompa pada apron sangat sulit dioprasikan. Sehingga perlu dilakukan pembersian atau pengantian minyak pelumas dan pembersihan pipa-pipa salurannya.
  • Kedudukan toolpost kurang teliti sehingga pemakanan kurang baik.
  • Jika permukaan penyayatan menyilang (facing) tidak rata. Kemungkinan di sebabkan tidak tepatnya penyetelan baut-baut pengikat poros utuk pemakanan.
  • Terlalu keras gerakan toolpost. Hal ini disebabkan oleh gangguan pemasangan pasak.
  • Eretan sangat berat meluncur. Penyelesaianya melongkarkan baut-baut mesin.
  • ganguan pada pinion gear menyebabkan hasil pekerjaan tidak rata. Lakukan memperbakan gigi pinion atau menganti gigi pinion yang baru
  • Tidak senternya poros trasportir menyebabkan pemakanan pada benda kerja tidak rata pada waktu langkah otomatis atau penyayatan otomatis.
  • Pada saat pemotongan terlalu berat menyilang. Mungkin disebabkan terlalu kuatnya pengikat baut untuk pemotongan menyilang.

D. KEPALA LEPAS

Jika baut pengikat kurang kuat, kepala lepas dengan meja mesin dan juga menyebabkan kepala lepas mudah bergetar atau tidak stabil proses pelaksanan pembubutan.

E. KAWAT LAS MESIN BUBUT

Baik untuk perawatan ataupun perbaikan mesin bubut, menggunakan Kawat Las EDZONA adalah solusi terbaik, karena kawat las EDZONA selalu terdepan daam kualitas produk, pengiriman, pelayanan.