Monday, February 15, 2016

Pengelompokan Dan Standarisasi Baja


Kawat Las Untuk Logam Ferro Dan Non Ferro
Baja merupakan bahan yang termasuk paling mudah untuk diubah wujudnya, maka dikarenakan hal tersebut maka baja menjadi bahan baku yang paling sering digunakan. Pabrik baja pada umumnya memproduksi baja dengan mutu terjamin dan juga berbagai macam untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehingga agar selalu tersedia jenis baja yang cocok.
Beracam jenis baja yang ada di pasaran dibedakan berdasarkan hal-hal berikut ini :
  • Kekuatan
  • Keuletan
  • Kekerasan
  • Kekenyalan
  • Kemampuan untuk dikeraskan
  • Kemampuan las
  • Kemampuan bentuk dingin dan panas
  • Daya tahan panas
  • Daya tahan karat
  • Kemampuan diserpih, dll.
Dari banyak sifat yang sebagian besar tersebut saling bertentangan akan dapat didapatkan melalui proses antara lain sebagai berikut :
  • proses produksi dan tindakan tertentu pada penuangan (penenangan dan penyerapan gas)
  • pemisahana kadar zat arang dan bahan-bahan pengiring
  • pemaduan dengan logam-logam lain dalam perbandingan kadar yang diselaraskan
  • perlakuan panas yang terarah
Berbagai jenis baja dengan pilihan yang sangat beragam jenisnya bisa dijadikan dua kelompok utama berdasarkan penggunaan dan kandungan arangnya, yaitu :
  1. Baja Konstruksi. Pada kelompok baja konstruksi ini mencakup sekitar 90% dari seluruh pembuatan baja. Penggunaan : Untuk pembuatan baja batang, baja profil untuk aplikasi segala jenis konstruksi (jembatan, menara, bangunan tinggi), baja beton, lembaran, pipa, kawat dan bagian mesin yang terbuat dari baja (dituang, ditempa dan dikempa). Sifat : Memiliki kandungan zat arang sebesar 0,06-0,55%, bisa berupa paduan maupun bukan paduan, baja konstruksi pada umumnya tidak dipadukan dan distandarisasikan menurut kekuatan tarik terkecilnya. Sedangkan pada banyaknya kandungan C akan menjadikan kekuatan tarik dan kekerasannya menjadi tinggi sehingga kemampuan regang, keuletan dan kemampuan lasnya akan menurun.
  2. Baja Perkakas. Secara umum kandungan zat arang sebesar 0,5-2,06%, memiliki sifat dapat dikeraskan dan bisa berupa paduan maupun bukan paduan. Pada Pengelompokan baja perkakas dikategorikan menjadi tiga menurut susunan campurannya yaitu baja perkakas bukan paduan, baja perkakas paduan rendah dan baja perkakas paduan tinggi.
Baja Perkakas Bukan Paduan. Penggunaan : Perkakas yang bekerja dalam keadaan dingin seperti martil. Pahat, pisau, gunting, kikir. Sifat : Kandungan C yang terkandung sebesar 0,5-1,5%, semakin besar kadarnya akan semakin tinggi tingkat kekerasan alami dan kekerasan kejutnya (lebih banyak membentuk smetit). Baja ini merupakan baja pengerasan air yang membutuhkan kecepatan tinggi saat pendinginan kritis, peka terhadap retakan dan memiliki pengisutan besar serta kemampuan pengerasan secara keseluruhan yang rendah.
Baja Perkakas Paduan RendahPenggunaan : Digunakan pada mata bor ulir, mata bor spiral, peraut, perkakas stempel, perkakas ukur, cetakan, bentuk tuangan. Sifat : Kandunagn C sebesar 0,8-1,7% dengan dipadu unsur lai berupa Wolfram, Krom, Vanadium, Nikel, Mangan hingga seluruhnya berjumlah 5%. Baja ini merupakan baja pengerasan minyak.
Baja Perkakas Paduan TinggiPenggunaan : Diterapkan untuk kecepatan tinggi dengan waktu tahan yang panjang, misalkan pada peraut, pahat bubut, pahat ketam, gergaji, mata bor. Sifat : Kandungan C didalamnya sebesar 0,8-2,06% dan dipadukan dengan wolfram,Krom, Vanadium, Nkel, Titanium, Kobalt. Merupakan baja pengerasan udara dan mempertahankan kekerannnya sampai pijar merah lemah (560%).