Thursday, October 8, 2015

MACAM BENTUK DEFORMASI LAS

DEFORMASI LAS

Dalam pengelasan, jika struktur las mengalami deformasi maka tidak dapat ditoleransi berdasarkan ketepatan ukuran dan estetika karena tegangan sisa yang besar pada struktur las dapat menyebabkan kerusakan struktur selama pemakaian. Bila struktur dipanaskan dan didinginkan secara merata menyeluruh, struktur tersebut akan memuai dan menyusut secara merata, tanpa deformasi atau tegangan termal. Bagaimanapun juga, saat pengelasan terjadi pemuaian daerah las dan penyusutan secara terbatas seperti bila dipanaskan dan didinginkan secara cepat. Dan bila daerah las ditahan dengan logam induk di sekelilingnya, maka deformasi dan tegangan sisa akan timbul. Jika struktur benda kerja yang dilas terbuat dari logam tipis, maka daerah las melengkung. Jika struktur yang dilas terbuat dari pelat tebal dan ditahan dengan struktur logam di sekelilingnya, maka deformasi pada daerah las akan sangat kecil dan tegangan sisa timbul di sekelilingnya. Sehingga, deformasi dan tegangan sisa memiliki hubungan saling berlawanan; jika yang satu dikurangi, yang lain akan bertambah.  Tegangan sisa pada struktur yang berkaitan dengan panjang deformasi akan menyebabkan ukuran tidaksesuai, yang dapat menghasilkan retak dan memicu retak rapuh dan karat.


Deformasi  disebut juga “Regangan Pengelasan” adalah regangan yang dapat terjadi pada benda kerja las sebagai hasil pengelasan. Deformasi las secara menyeluruh dikategorikan dalam tipe menyusut (shrink) dan melengkung (bending).  Di bawah ini adalah gambar bentuk deformasi las.
Deformasi Las

METODE PENCEGAHAN DEFORMASI LAS

Deformasi las dapat terjadi karena beberapa faktor, misalnya metode pengelasan, masukan panas, sudut penahan, urut-urutan pengelasan, ketebalan plat, bentuk sambungan, dan urut-urutan pengerjaan. Deformasi las dapat dicegah dengan cara mengontrol faktor-faktor tersebut. Pada saat pengelasan, lakukan cara – cara berikut untuk mencegah deformasi las adalah sebagai berikut :
  1. Meminimalkan masukan panas total pada tiap-tiap daerah pengelasan
  2. Bentuk kampuh bersudut kecil dengan bukaan akar kecil dan minimalkan jumlah logam las
  3. Hindarilah sambungan yang terkonsentrasi untuk mencegah konsentrasi masukan panas pengelasan
  4. Gunakanlah tumpuan penahan
  5. Ubah urutan pengelasan untuk memastikan penyusutan secara simetris dan juga untuk menghindari konsentrasi masukan panas
  6. Gunakanlah metode pengaturan penyimpangan

No comments:

Post a Comment