Sunday, February 7, 2016

Elektroda Terbaik Untuk Stainless Steel



Kawat Las Stainless Steel 2

Dengan berkembangnya teknologi telah dihasilkan baja dengan berbagai jenis sesuai dengan fungsi atau tujuan pemakaian, termasuk baja tahan karat stainless steel. Stainless Steel termasuk baja paduan yang tahan terhadap korosi dan tahan pada suhu tinggi maupun rendah. Bahan stainless steel banyak digunakan pada reaktor atom, turbin,pesawat, mesin jet, alat rumah tangga dan pada industri pengolahan obat dan makanan. Selain itu, baja ini juga mempunyai ketangguhan dan sifat mampu mesin yang cukup. Pada umumnya struktur mikro baja tergantung dari kecepatan pendinginannya dari suhu daerah austenit sampai suhu kamar. Karena perubahan struktur ini dengan sendirinya sifat-sifat mekanik yang dimiliki juga akan berubah. Hal yang sama juga terjadi pada proses pendinginan baja setelah mengalami proses pengelasan. Dengan kecepatan pendinginan yang berbeda sifat mekanik yang terjadi juga akan berbeda. Pengelasan semua baja tahan karat akan mengalami penggetasan dan peretakan akibat proses pemanasan dan pendinginan. Maka salah satu faktor penting yang akan mempengaruhi hasil las adalah pemilihan kawat las atau elektroda.Dan di bawah ini adalah pilihan-pilihan kawat las dengan merk EDZONA :

KAWAT LAS STAINLESS STEEL EDZONA-100
untuk penyambungan baja yang tidak sama jenisnya. Hasil las memiliki struktur austenite chromium-nikel-molybdenum dan sedikit mengandung struktur delta ferrite. Ketahanannya terhadap scaling bisa mencapai hingga temperatur 850ºC. memiliki ketahanan terhadap keretakan yang sangat baik. cocok untuk penyambungan baja yang sulit dilas serta sebagai buffer layer yang ulet untuk pengelasan baja yang sangat sensitif terhadap keretakan, atau sebagai landasan sebelum dilakukan pengelasan hard facing. Temperatur operasi untuk penyambungan baja yang tidak sama jenisnya bisa mencapai hingga temperatur 300ºC. Hasil las dapat di-work-hardening.

AWS : E.307-16
DC+/AC
Diameter : 2,5 & 3,20 – 4,00
C 0.09- Mn 5.8- Si 0.3
Cr 21.5- Ni 8.5- Mo 0.9

KAWAT LAS STAINLESS STEEL EDZONA-108
Dengan 20% Chromium dan 10% nikel, membuat hasil las tahan terhadap karat/oksidasi. Dengan tensile strength yang tinggi serta deposit las tanpa porosity cocok untuk konstruksi berat. Slag yang mengelupas secara otomatis, serta warna deposit yang bersih mengurangi pekerjaan menyikat. Cocok juga untuk perbaikan atau untuk pengelasan seperti tangki dan pipa pengolahan makanan, obat-obatan, minuman, farmasi, kosmetik, arsitektural, dll.

AWS : E.308L-16
DC+/AC
Diameter : 2,5 & 3,20 – 4,00
C0.025- Mn 0.8- Si 0.9
Cr 19- Ni 10

KAWAT LAS STAINLESS STEEL EDZONA-109
Serba guna, dapat menyambung dengan baik stainless steel dengan baja karbon atau baja paduan (alooy). Membentuk martensit yang homogen dengan logam yang dilas sehingga mengikat dengan kuat dan tidak lepas. Sangat cocok untuk perbaikan atau untuk pengelasan seperti baja karbon, baja alloy rendah, besi, berbagai jenis stainless steel, dan penggabungan dari bahan-bahan tersebut.

AWS : E.309L-16
DC+/AC
Diameter : 2,5 & 3,20 – 4,00
C 0.015- Mn 0.7- Si 0.9
Cr 23- Ni 13- Mo 1.0

KAWAT LAS STAINLESS STEEL EDZONA-110
tahan terhadap panas extra tinggi. 1100oC-1200oC adalah temperatur kritis untuk beberapa jenis baja, tahan pada temperatur ini tanpa ada tanda-tanda rusak/karbonasi. Deposit las sangat halus dengan penetrasi yang dalam. Sangat sesuai dengan problem steel, terutama pada cast steel juga cast iron dengan kandungan karbon rendah. kawat las untuk komponen panas extra tinggi. Juga sangat tahan terhadap karat, oksidasi, serta bahan kimia karena mengandung nikel diatas 20%. Sangat cocok untuk perbaikan pada komponen industri logam, oven, tungku pembakaran, komponen incinerator, galvanizing, boiler/heater, komponen hydrolic, perbaikan as dan roda gigi, dll.

AWS : E.310-15
Diameter : 2,5 & 3,20 – 4,00
C 0.025- Mn 0.8- Si  0.9
Cr 19- Ni 12- Mo 2.7

KAWAT LAS STAINLESS STEEL EDZONA-116
Dengan kandungan Molibdenum yang memberikan ketahanan extra terhadap korosi bahan kimia. Dengan kemampuan pengelasan yang sangat baik cocok untuk berbagai keperluan pengelasan stainless steel pada pabrik pengolahan bahan kimia. Hasil las tanpa retak, slag lepas secara otomatis serta warna deposit yang bersih, sesuai untuk pembuatan tangki-tangki pengolahan makanan, minuman dan farmasi. Dapat digunakan pada segala posisi dengan penetrasi sangat dalam. Sangat cocok untuk perbaikan atau pengelasan semua benda dengan bahan stainless steel dengan ketahanan terhadap bahan kimia sangat baik.

Friday, February 5, 2016

Cara Menjadi Welder


Kawat Las Tahan Panas
Dalam bahasa Indonesia untuk profesi tukang las disebut sebagai welder. Welder bertugas mengelas berbagai infrastruktur industri, dari turbin listrik hingga kilang minyak dan pipa tambang, alat-alat berat, dn masih banyak lagi. Jika seorang welder memiliki keahlian yang terampil dalam pengelasan maka tidak tanggung-tanggung, welder akan punya posisi tawar luar biasa. Cara-cara untuk menjadi welder adalah :
  • Ketahui dan pahami tentang tugas seorang welder, bahwa harus memiliki tubuh dan mental yang fit, selalu konsentrasi dan serius dalam mengerjakan pengelasan, dan akan ada dalam lingkungan kerja las, logam, api, dan sebagainya.
  • Ikuti program pelatihan untuk menjadi welder, misalnya perguruan tinggi, sekolah kejuruan pengelasan, kursus, atau di balai-balai pelatihan pemerintah.
  • Pelajari dasar-dasar semua tipe pengelasan, keselamatan kerja las, tipe benda kerja, dan dasar-dasar pengelasan lainnya.
  • Fokus pada tipe pengelasan. Setelah pengetahuan dasar pengelasan dikuasai, fokuslah pada beberapa kemampuan las untuk. Karena beberapa perusahaan terkadang memberikan spesifikasi welder yang terampil pada tipe las tertentu misalnya MIG, TIG, SMAW, dan sebagainya.
  • Ikuti program magang agar memiliki pengalaman dan mengetahui kemampuan pengelasan dan perbanyak kemampuan dengan mengikuti pelatihan pengelasan.
  • Ikuti Training menjadi Welder dan dapatkan Sertifikat welder. Dalam industri dikenal berbagai sertifikasi untuk welder, di antaranya Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk industri geotermal, sertifikasi dinas tenaga kerja (disnaker) untuk petrokimia, dan sertifikasi migas untuk migas. Para welder wajib bersertifikat karena proyek-proyeknya berisiko tinggi bahkan welder adalah pekerjaan dengan asuransi seumur hidup misalnya jika melakukan pengelasan pipa 5 tahun yang lalu, maka hasil las itu adalah tanggung jawab welder sampai kapanpun. Selain sertifikat untuk welder, terdapat juga sertifikat untuk profesi lain pengelasan misalnya welder enginers, welding instructor, welding inspector.
  • Pastikan sertifikat las selelu up to date, karena sertifikat pengelasan kadang berlaku hanya dalam jangka waktu tertentu.
  • Dalam melakukan pekerjaan pengelasan lakukan dengan konsisten, cermat, tangguh, dan jarang mengeluh. Lakukan komunikasi dengan welder lain atau dengan forum pengelasan untuk menambah pengeetahan pekerjaan las.

Wednesday, February 3, 2016

Komponen Pada Roller Conveyor


KOMPONEN PADA ROLLER CONVEYOR 2

Sebelumnya, telah dibahas tentang mesin roller conveyor dan fungsinya. Kali ini kita bahas tentang komponen-komponen yang ada pada roller conveyor. Komponen utama alat dan fungsi pada sistem roller conveyor adalah:
  1. Motor Pengerak. Fungsi dari motor penggerak adalah untuk menggerakkan drive roller supaya selalu berputar sesuai dengan kecepatan yang diinginka. Komponen ini pada umumnya ditempatkan di ujung paling akhir alur roller conveyor agar bisa menjaga rantai transmisi tetap tegang.
  2. Kerangka Badan. Fungsi dari kerangka badan adalah untuk menopang roller agar lokasi roller tidak berpindah-pindah. Dan untuk pemasangan roller dengan komponen ini harus pas agar tidak terjadi getaran yang tidak diinginkan saat roller berputardan dan juga saat menentukan jarak antar roller harus sesuai agar unit yang akan ditransportasikan tidak jatuh.
  3. Fungsi dari roller adalah sebagai pemindah barang yang akan ditransportasikan. ketika roller berputar harus diupayakan tidak bergetar agar tidak merusak barang yang ditransportasikan, sedangkan dimensi roller juga harus sama agar roller dapat menumpu barang dengan sempurna dan barang yang ditransportasikan tidak tersendat. Komponen ini haris diperhatikan khusus karena merupakan komponen yang paling utama sehingga desain dan perawatan adalah hal yang penting. Komponen roller ini terdiri dari pipa, rumah bearing, seal, poros, snapring, C-ring, dan bantalan.
  4. Tiang Penyangga. Fungsi dari tiang peyangga adalah untuk pondasi kerangka badan sistem roller conveyordan didesain sebagai tumpuan roller conveyor terhadap tanah yang kemudian dilalui oleh sistem conveyor.
  5. Sistem Transmisi. Fungsi dari sistem transmisi adalah untuk mentranmisikan daya pada penggerak ke sistem conveyor. Komponen ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu transmisi antara motor penggerak dengan drive roller dan transmisi antara drive roller dengan roller lain. Sistem transmisi antara motor penggerak dengan drive roller biasanya ditempatkan di ujung paling akhir dari jalur conveyor dan biasanya terdiri dari motor, speed reducer, coupling, sprocket, dan rantai. Sedangkan Sistem transmisi antara drive roller dengan roller biasanya ditempatkan pada kerangka badan sistem conveyor, biasanya digunakan sproket dan rantai dengan perbandingan kecepatan putar 1:1 agar kecepatan putar antar roller sama dan barang yang ditranportasikan dapat berjalan dengan baik.

Mekanisme Kerja

Mekanisme kerja roller conveyor secara umum adalah:
  1. Motor penggerak sebagai pemutar poros pada motor pada sistem transmisi menuju drive roller.
  2. Putaran poros pada motor ditransmisikan ke drive roller melalui sistem transmisi
  3. Drive roller mentransmisikan putaran roller ke roller lain dengan tranmisi rantai
  4. Antar roller diberi jalur transmisi yang sama dengan perbandingan transmisi 1:1 sehingga putaran antar roller mempunyai kecepatan yang sama.
  5. Drive roller yang terpasang sistem transmisi tersebut ikut berputar karena daya yang disalurkan oleh sistem transmisi.
  6. Transmisi antar roller tersebut diteruskan sampai ke roller paling terakhir.
Demikian adalah pembahasan cara kerja roller conveyor, sedangkan untuk perawatan dan perbaikannya adalah menggunakan kawat las EDZONA. Untuk konsultasi ataupun pemesanan bisa melalui email info@kawatlasedzona.com

Monday, February 1, 2016

Pada Posisi Pengelasan Dengan Oksi-Asetilin


Pada proses pengelasan menggunakan oksi-asetilin arah dari gerakan pengelasan dan posisi kemiringan dari pembakarnya akan mempengaruhi kecepatan maupun kualitas las.
Dalam teknik pengelasan ini ada beberapa cara posisi yang biasa dilakukan, yaitu :
  1. Pengelasan di Bawah Tangan. Pada posisi Pengelasan di bawah tangan yang dimaksud yaitu proses pengelasan tersebut dilakukan di bawah tangan, sedangkan benda kerja diletakan di atas bidang datar. Sudut ujung pembakar (brander) diletakan antara 60° dan kawat pengisi (filler rod) diposisikan miring dengan sudut sekitar 30° – 40° dengan benda kerja. Kedudukan dari ujung pembakar ke sudut sambungan jaraknya 2–3 mm sehingga bisa terjadi panas yang maksimal pada sambungannya. Untuk sambungan sudut luar, nyala diarahkan ke tengah sambungan dengan gerakan lurus.
  2. Pengelasan Mendatar (Horisontal). Pada posisi Pengelasan ini benda kerja berdiri tegak dan pengelasan tersebut dilakukan dengan arah mendatar, jadi cairan las akan cenderung mengalir ke arah bawah, untuk itu ayunan brander sebaiknya sekecil mungkin. Kedudukan brander terhadap benda kerja menyudut 70° dan miring kira-kira 10° di bawah garis mendatar, sedangkan kawat pengisinya dimiringkan pada sudut 10° dengan posisi di atas garis mendatar.
  3. Pengelasan Tegak (Vertikal). Pada pengelasan posisi ini, arah pengelasannya dilakukan ke atas atau ke bawah. Kawat pengisi ditempatkan antara nyala api dengan tempat sambungan yang bersudut 45°-60° dan sudut brander 80°.
  4. Pengelasan di Atas Kepala (Over Head). Jenis Pengelasan dengan posisi ini merupakan posisi pengelasan yang paling sulit dibandingkan dengan posisi lainnya, dimana benda kerja berada di atas kepala kemudian pengelasan dilakukan dari bawahnya. Pada pengelasan posisi tersebut, sudut brander dimiringkan 10° dari garis vertikal dan kawat pengisi posisi di belakangnya dengan sudut 45°-60°.
  5. Pengelasan dengan Arah ke Kiri (Maju). Posisi pengelasan ini paling sering digunakan yaitu nyala api diarahkan ke kiri dengan membentuk sudut 60° dan kawat las 30° terhadap benda kerja kemudian sudut melintangnya posisi tegak lurus terhadap arah pengelasan. Cara tersebut sering digunakan sebab caranya yang mudah dan tidak butuh posisi yang sulit saat melakukan pengelasan.
  6. Pengelasan dengan Arah ke Kanan (Mundur). Jenis pengelasan ini merupakan pengelasan dengan arah kebalikan dari arah pengelasan ke kiri, pengelasan ini diperlukan pada pengelasan baja yang tebalnya lebih dari 4,5 mm.

Kawat Las Asetilin

Dapatkan kebutuhan kawat las asetilin untuk perbaikan mesin anda disini. Kawat Las EDZONA menyediakan bergama kebutuhan Kawat las untuk melengkapi keperluan Anda. Cek di menu produk Kawat Las untuk informasi detailnya. Atau kirimkan email ke info@kawatlasedzona.com.

Saturday, January 30, 2016

Perbaikan Conveyor Roll


Perbaikan Conveyor Roll
Conveyor adalah sistem mekanik yang fungsinya memindahkan barang dari satu tempat ke tempat yang lain, banyak digunakan di industri untuk transportasi barang yang jumlahnya sangat banyak dan berkelanjutan. Penggunaan conveyor banyak dipakai karena mudah dan ekonomis jika dibanding transportasi berat lain seperti truk dan mobil pengangkut. Conveyor ini dapat memobilisasi barang dalam jumlah banyak dan kontinyu dari satu tempat ke tempat lain. Perpindahan tempat tujuan conveyor harus mempunyai lokasi yang tetap agar sistem conveyor mempunyai nilai ekonomis. Sedangkan kelemahan sistem ini adalah tidak punya fleksibilitas saat lokasi barang yang dimobilisasi tidak tetap dan jumlah barang yang masuk tidak berkala.
Conveyor mempunyai berbagai jenis yang disesuaikan dengan karakteristik barang yang diangkut, yaitu antara lain Apron, Flight, Pivot, Overhead, Roller, Vibrating, Pneumatic, Loadpropelling, Car, Bucket, Screw, dan Hydraulic.

Roller Conveyor

Roller conveyor adalah suatu sistem conveyor dengan penumpu utama barang yang ditransportasikan mengunakan alat roller. Roller ini sedikit berbeda dengan roller pada conveyor jenis yang lain yaitu didesain khusus agar cocok dengan kondisi barang yang ditransportasikan, misal roller diberi lapisan karet, lapisan anti karat, dan lain sebagainya. Sedangkan roller pada sistem jenis yang lain didesain cocok untuk sabuk yang ditumpunya.

Fungsi Dan Spesifikasi Roller Conveyor

Kelebihan pada roller conveyor adalah bisa mentransformasikan pada kemiringan tertentu sehingga bisa mentranportasikan barang dari satu tingkat ke tingkat yang lain, bisa membelokkan jalur unit yang belokkannya sangat tajam yang bermanfaat untuk daerah yang ruanganya terbatas, mempunyai kemampuan untuk menggabungkan 2 jalur yang terpisah dan  dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti Y-Line dan accumulating roller conveyor.
Roller conveyor tidak bisa memindahkan barang yang berbentuk bulk atau butir. Spesifikasi dan Sistem pada roller conveyor adalah :
√ Hanya bisa memindahkan barang yang berupa unit yang juga harus mempunyai dimensi tertentu dan berat tertentu agar bisa ditransportasikan.
√ Untuk memindahkan barang dalam bentuk bulk  harus dikemas terlebih dahulu
√ Spesifikasi roller conveyor juga harus disesuaikan dengan dimensi dan beban unit yang akan ditransportasikan. Rancangan sistem roller conveyor harus mempu menerima beban maksimum yang mungkin terjadi pada sistem conveyor
√ Dimensi sistem juga harus dipertimbangkan agar sesuai dengan dimensi unit yang akan ditransportasikan.
√ Jarak antar roller disesuaikan dengan dimensi unit yang akan ditransportasikan. Diusahakan jarak antar roller dibuat sedekat mungkin agar tumpuan beban semakin banyak. Dimensi unit yang ditranportasikan minimal harus ditumpu oleh 3 roller karena Jika kurang dari 3 roller, maka unit tersebut akan tersendat atau bisa saja jatuh keluar sistem tranportasi roller conveyor.

Perbaikan Conveyor Roll

Roll conveyor yang diguanakan terus mernerus, perlu dilakukan perbaikan dan perawatan agar dapat terus digunakan secara maksimal dan tidak memiliki kendala. Maka salah satu cara unruk perawatan dan perbaikan roll conveyor adalah dengan pengelasan, dan kawat las yang paling tepat adalah kawat las EDZONA dengan tipe EDZOTRODE. Kawat Las EDZONA memiliki segala keunggulan kawat dan kelengkapan tipe.

Thursday, January 28, 2016

Perawatan Mesin Industri Kertas Dan Pulp


Perawatan Mesin Industri Kertas dan Pulp
Industri kertas dan pulp adalah industri dengan kagiatan mengolah kayu sebagai bahan dasar untuk memproduksi pulp, kertas, papan, dan produk berbasis selulosa  yang lain. Sedangkan untuk proses pembuatan kertas terdiri dari :
  1. Kayu awal dicacah sehingga menjadi serpih sebesar kotak korek api, kemudian dimasukkan ke dalam sebuah pencerna merupakan tangki raksasa. Di dalam pencerna, kayu tadi diberi tekanan dan panas dan beberapa jam kemudian kayu akan berubah menjadi bahan lunak yang seperti kapas. Bentuk kapas inilah yang disebut bubur kertas atau pulp dan kertas Jalinan selulosa yang padat menjadi kertas.
  2. Jika proses di pencerna selesai, bubur kertas akan dicampur air. Bubur tersebut dengan kadar air 90% ini kemudian dilewatkan pada mesin yang disebut kotak kepala.
  3. Mesin Kotak kepala dengan tugas membentangkan bubur kertas yang berair tersebut di atas kawat merupakan sebuah ayakan bergerak. Ketika gilingan menekan bubur kertas ke kawat, maka sekitar 98% airnya akan terperas keluar.
  4. Kemudian proses serangkaian gilingan lain yang akan mengeluarkan hampir seluruh sisa air dari kertas yang mengering itu sehingga hanya tinggal sedikit sekali molekul air yang ada.
  5. Kertas yang baru saja terbentuk dilewatkan pada silinder tambahan yang dipanaskan dari dalam. silinder inilah yang akan mengeluarkan air lagi dari kertas yang berjalan.
  6. Jika serat selulosa telah menjadi jalinan yang saling terkait, gelendong besar yang disebut penggulung mengumpulkan kertas menjadi gulungan raksasa. Kemudian gulungan ini dipotong menjadi gulungan-gulungan kecil atau lembaran dan siap dikirim ke luar dari pabrik.
Proses pembuatan kertas di atas membutuhkan banyak mesin agar kegiatan produksi dapat berkalan cepat, lancar dan hasil maksimal. Misalnya mesin kompresi, crane, mesin kotak kepala, silinder, pemotong, dan sebagainya. Untuk mesin-mesin produksi kertas yang harus selalu beroperasi maka juga harus dilakukan perawatan dan perbaikan mesin dengan pengelasan. Kawat las yang tepat adalah kawat las EDZONA yang memang khusus digunakan untuk maintenance dan reparasi. Tipe kawat las yang cocok misalnya menggunakan kawat las EDZONA EDZOLITE-12 untuk pengelasan lapisan keras yang bersifat tajam, mengatasi korosi, benturan, abrasi tinggi, tahan oksidasi.

Tuesday, January 26, 2016

6 Tipe Kawat Las Terbaik Untuk Las Hardfacing

Kawat Las Hardfacing 2
Pada pengelasan hardfacing, bisa digunakan untuk las part logam yang mengalami keausan, mengembalikan permukaan logam dengan pelapisan. Kawat Las untuk Hardfacing ini, harus menggunakan kawat las khusus yang sesuai dengan sambungan las dan standart yang digunakan. Terdapat 6 tipe kawat las terbaik untuk las hardfacing, diantaranya adalah :

 Kawat Las Hardfacing 2

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-210
kawat las hardfacing lapisan keras dengan kandungan Manganese diatas 14%. Tahan terhadap gesekan yang sangat kuat sekalipun. Untuk perbaikan, penyambungan dan pelapisan benda-benda yang dirancang tahan gesekan. Terhindar dari keausan akibat gesekan logam dengan logam atau logam dengan benda abrasif lainnya. Tahan benturan tanpa lepas. Cocok untuk pengelasan/repair alat-alat berat, mesin pemecah batu, mesin pengaduk beton, mesin penghancur, pabrik kertas, pabrik gula tebu, pabrik semen, jawatan kereta api, pengelasan logam manganese dan kegunaan lain.

E7-UM-200KP
DC+/AC
Hardness : 250/450 HB Hardness After Work
Diameter : 3,20 – 4,00
C1.2- Mn 14- Ni 4.0- Cr 4.5 Si 0.7- Fe Bal- P 0.01

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-220
Kawat Las untuk pengelasan Characteristic Baja hard Surfacing yang masih dapat di machining, dapat sebagai Under layer Hard Surfacing. tahan gesekan sedang, keistimewaan dapat untuk penyambungan yang bersifat Hard Facing. Dapat diaplikasikan pada Parts Industri berat, Sprocets Sheaves, Crane fly wheel, Dumpers, Roll Gilingan, Parts Cams dll.

E1-UM-300
Hardness : 220/320 HB, Hardness After Work
Diameter : 3,20 – 4,00 | DC+/AC
C0.1- Mn 0.9- Cr 3.2- Si 0.6- Fe Bal

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-260
Kawat Las lapisan keras untuk ketahanan terhadap benturan namun tetap kuat menahan gesekan. Dengan keistimewaan akan mengeras secara otomatis setelah mendapat benturan. Hasil las dengan susunan martensit yang membuat hasil las cukup keras namun tetap ulet. Cocok untuk semua arus DC atau AC +/-. Hemat listrik dengan amper rendah namun penetrasi sangat dalam. Bisa untuk repair alat-alat berat. Untuk pelapisan screw conveyor, untuk mesin-mesin penggiling, untuk mesin pemecah batu, cane crusher pada pabrik gula, mesin pengolah tepung, komponen alat berat, pisau penghancur plastic dll.

E6-UM-60
DC+/AC
Hardness : 57/60 HRC, Hardness After Work
Diameter : 3,20 – 4,00
C0.5- Mn 0.3- Ni 0.4- Cr 7- Si 0.4- Fe Bal- V 0.5

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-270
Kawat Las serbaguna untuk lapisan keras. Kawat las yang tahan benturan tetapi juga tahan terhadap gesekan dan temperatur tinggi. Mengandung unsur chromium yang membuat hasil las keras tetapi ulet dan tajam. Cocok untuk pengelasan atau repair pisau pemotong besi, pelapis roll-roll pabrik kawat/paku, pisau-pisau alat-alat berat, pelapis matras (dies) penekuk baja, pisau-pisau tebu pada pabrik gula, mesin-mesin pengahancur, dll.

E10-UM-60
DC+/AC
Hardness : 58/63 HRC. Hardness After Work
Diameter : 3,20 – 4,00
C 4.3- Mn 2.5- Cr 35 Si 1.7- Fe Bal 0.014

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-290
Kawat Las Hardfacing Edzona-290 adalah Kawat Las untuk pelapis dan membentuk kembali bagian yang aus depositenya bersifat tahan gesek dan tahan terhadap temperatur tinggi serta memiliki ketahanan baik terhadap kimia. Kawat Las Hardfacing Edzona-290 adalah Parts Crusher kimia, Pisau tebu, Pengolahan pakan ternak, Parts pertambangan, Bucket, Crusher, Worm Screw, Impact Hammer, Pengaduk Mixing, Blade, Hammer Mills, Stone Crusher, Parts Pengeboran, Maxalator, Parts Pengeruk dll.

E10-UM-60
DC+/AC
Hardness : 58/72 HRC, hardness After Work
Diameter : 3,20 – 4,00
C 4.5- Mn 2- Cr 24- Si 0.3- Fe Bal-V 1- W 2

KAWAT LAS HARDFACING EDZOTRODE
Kawat Las Hardfacing Edzotrode adalah electroda untuk pengelasan atau pengasaran. Characteristic Cast Steel, yang tahan gesek anti slip, tahan kimia dan daya sembur kuat. Kawat Las Hardfacing Edzotrode dapat diaplikasikan pada Conveyor Roll yang terkena gesekan panas, untuk Roll Gilingan pada pabrik gula dapat digunakan pada waktu berputar dengan kondisi basah, atau kering yang tahan terhadap gesekan, tahan zat asam dan Nira.

E10-UM-60
Hardness : 53/62 HRC
Hardness After Work
C 4.4- Mn 2.3- Ni 2.9- Cr 27.8-Fe Bal