Monday, November 23, 2015

PEMERIKSAAN HASIL LAS DAN CARA MEMPERBAIKI KERUSAKANNYA


Pemeriksaan Hasil Las Dan Cara Memperbaiki Kerusakannya
Semua pekerja las termasuk last ungsten atau TIG pasti menginginkan hasil lasnya adalah hasil maksimal, dengan alur dan sambungan yang baik. Namun tidak dapat dipungkiri akan terjadi beberapa kesalahan pengelasan yang sebagian besar kualitas las yang jelek banyak dipengaruhi oleh 3 hal yaitu busur yang tidak stabil, terjadi inklusi tungsten di dalam las, dan adanya keropos. Pengelasan dengan busur yang tidak stabil dapat diakibatkan oleh beberapa hal yang meliputi kawat las kotor terkontaminasi dengan logam bahan dasar, jarak sambungan terlalu sempit, diameter kawat las terlalu besar, dan busur terlalu panjang.
Untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan cara bersihkan ujung kawat las yang kotor jika masih mungkin, jika tidak memungkinkan maka potonglah pada bagian yang terkontaminasi dan gerinda lagi, sambungan yang terlalu sempit dapat dipecahkan dengan pelebaran kampuh atau mendekatkan busur kawat las pada benda kerja, jarak busur yang terlalu jauh dapat didekatkan dengan benda kerja yang akan disambung  Inklusi tungsten di dalam las diakibatkan oleh ujung kawat las yang retak akibat penggunaan, dan diameter kawat las yang besar dapat ditukar dengan diameter yang lebih kecil. Juga gunakanlah jenis kawat las tungsten yang tidak getas. Adanya keropos biasanya diakibatkan oleh penggunaan gas lindung yang tidak murni, dan terdapat lapisan minyak di permukaan pelat. Solusi untuk mengatasi hal tersebut lebih baik jika menggunakan gas lindung dengan kemurnian 99,99% dan jangan lupa bersihkanlah terlebih dahulu lapisan minyak atau kotoran yang lain sampai bersih sebelum dilas. Juga Usahakan tidak mengelas permukaan yang basah.

KAWAT LAS MAINTENANCE EDZONA

Pemilihan kawat las yang tepat adalah salah satu faktor penting hasil las yang maksimal, apalagi untuk pengelasan maintenance mesin. Karena mesin adalah aset perusahaan yang jika terjadi kerusakan maka akan dapat menghambat proses produksi dan jika terlalu lama maka akan mengakibatkan kerugian perusahaan. Kawat Las Maintenance yang tepat untuk perawatan dan perbaikan mesin-mesin adalah Kawat Las EDZONA.

Saturday, November 21, 2015

JENIS GAS BERBAHAYA DALAM ASAP LAS

Jenis Gas Berbahaya Dalam Asap Las 2
Pada proses pengelasan yang sedang berlangsung akan menghasilkan gas-gas yang bisa berbahaya bagi manusia, jadi penanganan gas tersebut perlu lebih diperhatikan. Jenis gas-ggas yang berbahaya tersebut antara lain adalah :
  1. GAS KARBON MONOKSIDA ( CO ) , Gas Karbon Monoksida memiliki Rumus Kimia CO, gas tersebut memiliki sifat tidak berwarna, tidak berbau ataupun berasa, gas tersebut terdiri dari satu atom karbon yang secara kovalen berikatan dengan satu atom oksigen. Bahaya : Gas Karbon Monoksida mempunyai afinitas yang tinggi terhadap Hemoglobin (Hb) yang akan bisa menurunkan daya penyerapannya terhadap oksigen, afinitas adalah kecenderungan sebuah unsur ataupun senyawa untuk dapat membentuk ikatan kimia dengan unsur atau senyawa yang lainnya.
  2. GAS KARBON DIOKSIDA (CO2) , Gas Karbon Dioksida memiliki Rumus Kimia CO2 atau juga disebut zat asam arang , gas ini merupakan sejenis senyawa kimia yang terdiri atas dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan satu buah atom karbon, gas tersebut berbentuk gas pada kondisi temperatur dan tekanan yang standar dan terdapat di atmosfer bumi. Bahaya : Gas Karbon Dioksida sendiri sebenarnya tidak terlalu berbahaya secara langsung pada tubuh amnusia, namun jika konsentrasi CO2 terlalu tinggi dari ambang batas normal, maka dapat membahayakan operator las, terutama jika ruangan tempat pengelasan berlangsung tersebut tertutup.
  3. GAS NITROGEN MONOKSIDA (NO), Gas Karbon monoksida memiliki rumus kimia CO, gas tersebut mempunyai sifat tidak berwarna, tidak berbau ataupun berasa, gas tersebut terdiri atas sebuah atom karbon yang secara kovalen berikatan dengan sebuah atom oksigen, pada ikatan ini ada dua ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen lainnya yang merupakan koordinasi antara atom karbon dan oksigen. Bahaya : Gas Nitrogen Monoksida yang masuk pada pernafasan manusia tidak berbahaya, namun gas tersebut akan bereaksi dengan Hemoglobin (Hb) seperti halnya pada gas CO, tapi ikatan antara NO dan Hb akan jauh lebih kuat dibandingkan dengan CO dan Hb, maka gas NO tersebut tidak mudah dilepaskan dari Hemoglobin dan bisa mengikat Oksigen yang dibawa oleh Hemoglobin sehingga hal tersebut akan mengakibatkan seseorang mengalami kekurangan oksigen yang akhirnya dapat membahayakan sistem syaraf.
  4. GAS NITROGEN DIOKSIDA ( NO2) , Gas Nitrogen Dioksida merupakan senyawa kimi yang memiliki Rumus Kimia NO2, gas tersebut sering digunakan sebagai bahan sintesis pada pembuatan asam nitrit, sifat dari gas tersebut adalah berwarna merah-kecoklatan, beracun, bau menyengat dan salah satu dari polutan udara utama. Bahaya : Gas Nitrogen Dioksida akan memberikan rangsangan yang kuat pada mata dan juga lapisan pernafasan, bisa bereaksi dengan Hemoglobine (Hb) yang akhirnya dapat menyebabkan sakit pada mata dan batuk–batuk pada operator las, jika mengalami keracunan oleh gas ini untuk jangka waktu yang lama akan bisa berakibat menderita penyakit TBC atau juga paru–paru.
  5. GAS-GAS BERACUN LAINNYA, Gas-gas beracun lainnya biasanya terbentuk karena penguraian dari bahan pembersih dan pelindung terhadap karat.

PENCEGAHAN BAHAYA GAS DALAM ASAP LAS

Untuk meminimalisir bahaya yang disebabkan oleh gas-gas yang dihasilkan dalam proses pengelasan, sebaiknya operator las mengikuti standar keamanan pengelasan dengan menggunakan pengaman pada anggota tubuh dan pemakaian ruangan dengan sirkulasi udara yang aman.

KAWAT LAS BERKUALITAS

Kawat Las Maintenance EDZONA menjual Kawat las yang berkualitas sangat baik untuk berbagai keperluan pengelasan. Dengan kualitas Kawat Las Kami yang baik akan membantu mengurangi bahaya yang disebabkan oleh gas-gas yang ditimbulkan pada pengelasan.

Thursday, November 19, 2015

PEMBAKAR LAS GTAW


Salah satu unit utama dalam menjalankan proses pengelasan GTAWadalah Pembakar  Las. Pembakar las GTAW dapat dibagi dalam tiga bagian utama yaitu kepala pembakar, paket slang (konektor),  dan gagang. Di kepala pembakar las terdiri dari rangkaian dudukan kolet , nozel gas, kolet, elektroda tungsten, dan tutup kepala (back cup).  Sedangkan pada gagang pembakar umumnya terpasang tombol penyalaan dan pemadaman busur las. Untuk bagian konektor terdapat ujung-ujung untuk penyambungan kabel ke saluran gas pelindung , elektroda tungsten, dan dan saluran air (jika menggunakan pendinginan menggunakan air).
Pembakar las GTAW
Keterangan gambar :
  1. Nosel gas
  2. Elektroda tungsten
  3. Penjepit elektroda (kolet)
  4. Tutup kepala
  5. Lorong gas pelindung
  6. Tombol pembakar
  7. Saluran gas pelindung
  8. Saluran air masuk
  9. Kabel arus las
  10. Saluran air balik.

MEMBONGKAR DAN MEMASANG PEMBAKAR LAS

Untuk pembongkaran yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: [1] Pertama, Lepaskan tutup kepala pembakar dengan cara memutarnya kekiri [2] Keluarkan elektroda tungsten dan kolet yang menjepitnya [3] Lepaskan nosel gas dengan cara memutarnya kekiri [4] Lepaskan dudukan kolet dengan memutarnya kekiri.
Untuk pemasangan yang harus dilakukan adalah [1] Pasangkan dudukan kolet dengan memutar kekanan [2] Pasangkan nosel gas dengan memutarnya kekanan [3] Masukkan kolet dari arah belakang kepala pembakar [4] Masukkan elektroda dari arah belakang kepala pembakar [5] Pasangkan tutup kepala pembakar dan kencangkan setelah kemunculan ujung elekroda tungsten disetel (dengan panjang kemunculan tidak melebihi diameter dalam nosel gas pelindung). Untuk pembongkaran dan pemasangan bagian konektor pada umumnya menggunakan sambungan nipel berulir.

PERAWATAN PEMBAKAR LAS GTAW

Pembakar las GTAW pada prinsipnya harus selalu dirawat. Secara berkala bagian atau kompenen-komponennya harus di cek kondisinya.
Pembakar las GTAW 2
Bagian-bagian tersebut perlu mendapatkan perawatan sebagai berikut:
[1] Kedudukan gagang kepala pembakar harus selalu dicek kedudukannya jangan sampai longgar terhadap rumahnya (11)
[2] Tutup kepala dan O-ringnya perlu dijaga dari kerusakan dengan cara  melepaskan dan mengencangkan sewajarnya dengan tangan (jangan dengan alat!), jangan sampai jatuh, dan simpan pada tempat penyimpanan selama tidak digunakan.
[3] Perapat atau isolasi kepala pembakar, selalu dicek fungsi kerapatannya, jika bocor lebih baik diganti dengan yang baru
[4] Kolet penjepit elektroda harus digunakan secara tepat yaitu menggunakan hanya kolet yang ukurannya sesuai dengan elektroda tungsten yang digunakan. Simpan selama tidak digunakan. [5] Dudukan kolet atau laluan gas (gas orifice), melepas dan memasang menggunakan tangan atau alat ringan dan kencangkan sewajarnya (demikian juga bagian 7 dan 8). Cek dan bersihkan lubang-lubang gas jika kotor atau buntu.
[6] Nosel gas (6 & 9). Nosel gas terbuat dari keramik yang mudah pecah, oleh karena itu perlu dijaga jaga jangan sampai jatuh dan kena benturan atau pukulan. Gunakan nosel dengan ukuran yang sesuai kebutuhannya. Melepas dan memasang nosel gas cukup dengan tangan (jangan mengunakan alat!). Gunakan kertas gosok untuk membersihkan nosel gas yang sudah kotor.
[7] Tombol pembakar (10) perlu sering dicek atau dirasakan kefungsiannya, jika terasa ada kelainan maka harus segera dilakukan pemeriksaan dan perbaikan.

Tuesday, November 17, 2015

TEKNIK MEMBUAT MANIK POSISI DATAR


Dalam pengelasan SMAW terdapat beberapa teknik untuk membuat manik-manik, salah satunya adalah membuat manik-manik dengan posisi datar.

TEKNIK MEMBUAT MANIK POSISI DATAR DENGAN AYUNAN

1. PERSIAPAN

Sebagai langkah awal dalam proses pengelasan ini, lakukan persiapan dengan melaksanakan langkah-langkah adalah : Meletakkan logam dasar diatas meja kerja pada posisi yang tepat dan bersihkan  permukaannya. Kemudian atur arus pengelasannya dengan ukuran antara 160 & 170 A untuk pelat tebal 9 mm dan jangan lupa untuk memperhatikan posisi tubuh.

2. PENYALAAN BUSUR

Nyalakan busur api sekitar 10-20 mm didepan titik awal dan kembali ke posisi semula. Pengelasan manik-manik las [1] Elektroda harus dipegang dengan kemiringan 90 o  terhadap kanan kirinya logam dan 75 – 85 o  terhadap arah lasnya. [2] Gerakkan batang lasnya ke tepi kanan dan kirinya sambil berhenti sejenak dititik masing-masing tepi. [3] Lebar ayunan tidak boleh lebih dari 3 kali diameter inti [4] Gerakkan tangkai las dengan jarak yang tetap dengan cara  menggunakan seluruh tangan.

4. MENYAMBUNG MANIK-MANIK LAS

Untuk menyambung manik-manik las yang terputus karena elektrode habis, ikuti petunjuk berikut : Bersihkan kawah las, Nyalakan busur kurang lebih 20 mm didepan kawah las dan putar kembali ke kawah, kemudian buat endapan sampai hampir memenuhi kawah lalu maju.

5. MENGISI KAWAH LAS

Nyala dan matikan busur berulang-ulang melalui ujung elektrode, buatlah endapan sehingga mengisi kawah sama rata dengan manik-manik.

PEMILIHAN ELEKTRODA

Tiga faktor untuk menjamin pengelasan yang bagus adalah desain yang tepat, material yang baik dan teknik yang baik adalah. Jika salah satu dari faktor ini tidak ada, maka hasil pengeasan yang memuaskan tidak dapat dicapai. Persiapan pengelasan yang harus dilakukan dengan kualitas yang dipersyaratkan adalah penting untuk dimengerti sifat-sifat dari tiap-tiap material las (elektrode las, kawat, fluks).  Pemilihan logam pengisi las berupa elektroda las ataupun filler metal electrode sebagai logam pengisi dalam proses pengelasan sangat berpengaruh dalam menentukan mutu hasil pengelasan, begitu juga fluks dan gas sebagai pelindung (shielding). Jika salah dalam pemilihan kawat las dan material lainnya akan menyebabkan kegagalan pengelasan. Untuk mendapatkan kawat las maintenance yang tepat, gunakan kawat las EDZONA.

Sunday, November 15, 2015

KAWAT LAS MAINTENANCE CUTTING DAN GOUGING


Kawat Las Maintenance Cutting Dan Gouging

KAWAT LAS CUTTING DAN GOUGING

Kawat Las Cutting dan Gouging merupakan Kawat Las Maintenance yang khusus digunakan untuk membuat alur pengisian kawat las dari permukaan logam yang retak atau logam yang butuh pengisian kawat las saat penyambungan, selain itu dapat diaplikasikan juga untuk pemotongan logam yang tidak bisa atau sulit dipotong seperti pada plat stainless steel yang tidak bisa dipotong dengan menggunakan las karbit atau aceteline, selain itu juga tepat untuk logam keras yang sulit dipotong dengan gerinda, serta juga pada aplikasi pada area yang sempit yang tidak mudah dimasuki perkakas gerinda atau aceteline.

PERALATAN GOUGING DENGAN NYALA API

Proses Cutting, Gouging dan oksi asetilin secara manual menggunakan peralatan utama yang sama, yang antara lain adalah :
  • silinder bahan bakar gas ( asetilin/ LPG )
  • silinder oksigen
  • regulator
  • pembakar
Proses Gouging menggunakan peralatan bahan bakar gas dan oksigen atau menggunakan nyala api (flame gouging), prosesnya hampir sama pada proses cutting dengan oksi- bahan bakar gas, letak perbedaannya hanya pada bentuk nozzle yang didesain secara khusus. Proses Gouging didesain untuk pembuatan alur pada permukaan logam. Bagian mulut oksigen potong yang lebih besar menyediakan oksigen potong untuk area yang lebih luas. Gouging dengan nyala api memerlukan volume oksigen yang lebih banyak pada kecepatan yang rendah dan selanjutnya proses gouging dengan nyala netral. Proses ini akan menghasilkan suatu hasil alur yang dangkal pada permukaan logam. Nozzle pengalur memiliki tip yang melengkung dan lurus. Seperti pada nozzle potong, tip pengalur distempel dengan tulisan huruf dan juga nomor seri untuk membuat keterangan tipe dan ukurannya. Tip pada gouging lurus distempel GS, Tip yang lengkung distempel GB. Selain itu, diameter oksigen gouging (dalam mm) biasanya juga ikut dituliskan.

APLIKASI KAWAT LAS CUTTING DAN GOUGING

Pemakaian Kawat Las EDZONA Cutting dan Gouging dapat digunakan pada semua jenis logam Ferro dan non Ferro termasuk juga pada stainless steel. Keselamatan dan kesehatan kerja cutting dan gouging, Bahaya yang dapat ditimbulkan dari proses cutting dan gouging antara lain adalah :
  • Radiasi infra merah dan cahaya tampak (cahaya yang menyilaukan)
  • Panas dari nyala api pada pemanasan awal dan pemotongan
  • Percikan api dan terak
  • Konsentrasi bahan bakar gas
  • Asap

KAWAT LAS MAINTENANCE CUTTING DAN GOUGING

Hubungi Kami untuk mendapatkan konsultasi gratis mengenai aplikasi Kawat Las Cutting dan Gouging EDZONA atau untuk pembelian online dengan harga spesial.

Friday, November 13, 2015

TEKNIK LAS MANIK LURUS POSISI DATAR


Pada pengelasan SMAW, salah satu teknik yang sering digunakan adalah teknik pengelasan maik-manik lurus posisi datar. Berikut ini adalah tips dan langkah-langkah untuk pengelasan manik-manik lurus untuk posisi datar SMAW:

1. PERSIAPAN

langkah pertama pada pengelasamn ini adalah melakukan persiapan dengan tahapan-tahapannnya sebagai berikut :
a. Menempatkan logam dasar dengan tebal 9 mm pada meja kerja las dengan posisi yang stabil dan pastikan permukaannya bersih.
b. Mengatur arus las dengan besaran antara 150 dan 160 A.
c. Atur posisi tubuh seperti pada gambar di atas

2. PENYALAAN BUSUR

Penyalaan busur dengan busur api sekitar 10-20 mm didepan titik awal dan kembali ke posisi semula seperti terlihat pada gambar di atas

3. PENGELASAN MANIK-MANIK LAS

a. Tempatkan kawat las 90 derajat terhadap permukaan logam dasar dan 70 sampai 80 derajat terhadap arah pengelasan.
b. Tahan dengan seksama lebar rigi-rigi pastikan jangan sampai melebihi dua kali diameter inti.
c. Pastikan bahwa panjang busur kira-kira 3- 4 mm.
d. Arahkan kawat las pada ujung lubang pengelasan.

4. MEMATIKAN BUSUR LAS

Untuk mematikan busur las biarkan panjang busur menjadi pendek lalu segera matikan busur las

5. MENYAMBUNG MANIK-MANIK LAS

Terbatasnya panjang kawat las terbungkus yang digunakan pada proses pengelasan ini mengakibatkan terputusnya manik-manik las. Untuk menyambung kembali manik-manik las ikuti petunjuk berikut :
a. Bersihkan ujung lubangnya.
b. Nyalakan busur las sekitar 20 mm di depan kawah las dan putar balik kekawah lasnya.
c. Buat endapan sehingga kawah lasnya terisi lalu pindahkan kawat lasnya ke depan.
d. Pengisian kawah/lubang las, dengan membuat endapan pada kawah las sehingga sama rata dengan bahan yang dilas.
1) Untuk panjang busur biarkan panjangnya memendek pada ujung garis pengelasan dan buatlah lingkaran kecil 2 atau 3 kali.
2)Kemudian nyalakan dan matikan busur secara berulang-ulang dan pastikan sudah melakukan [embersihan sebelum awal pengelasan
e. Pemeriksaan hasil las, setelah proses pengelasan selesai, lakukan pemeriksaan pada hal-hal berikut :
1) Kondisi akhir ujung pengelasan.
2) Hasil pengelasan (ketebalannya, kekuatannya, relung-relung lasnya).
3) Takik / Tumpang tindih (overlapping)

Wednesday, November 11, 2015

UJI KEKERASAN LAS


Uji Kekerasan Las
Kekerasan suatu material adalah tolak ukur kemampuan material tersebut untuk menahan deformasi plastis. Faktor kekerasan materi adalah juga sebagai ketahanan bahan terhadap penetrasi pada permukaannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kekerasan dan kekuatan bahan. Uji kekerasan las adalah satu dari banyaknya proses pengujian yang di pakai dalam pengelasan, karena dapat dilaksanakan pada benda uji yang kecil tanpa kesukaran mengenai spesifikasi. Dengan memberikan beban menggunakan indentor ke dalam permukaan untuk mengetahui material kekerasan dari suatu metal diukur. Pada umunya bentuk indentor adalah piramida, peluru atau bola, atau kerucut, dibuat dari material yang lebih keras dibanding material yang diuji. Misalnya karbit tungsten, baja yang dikeraskan, atau intan yang biasanya digunakan untuk indenters.  Metode pengujian kekerasan sangat sederhana, sehingga banyak dilakukan dalam pemilihan bahan. Terdapat beberapa macam metode pengujian kekerasan yang dapat disesuaikan dengan ukuran, bahan, kekerasan, dan lain-lain.

A.   UJI KEKERASAN BRINNELL

Uji kekerasan las dengan Brinnell berupa pembentukan lekukan pada permukaan logam dengan menggunakan bola baja berdiameter 10 mm dan diberi beban 3000 kg. Untuk logam lunak, beban dikurangi hingga tinggal 500 kg untuk menghindarkan jejak yang dalam. Sedangkan untuk bahan logam sangat keras digunakan paduan karbida tungsten dengan tujuan untuk memperkecil terjadinya distorsi indentor. Penerapan beban selama waktu tertentu, biasanya 30 detik, dan diameter lekukan diukur dengan mikroskop daya rendah setelah beban tersebut dihilangkan. Kemudian dicari harga rata-rata dari 2 buah pengukuran diameter pada jejak yang berarah tegak lurus.

B.   UJI KEKERASAN VICKERS

Uji kekerasan vickers menggunakan penumbuk piramida intan yang dasarnya berbentuk bujur sangkar. Sudut antara permukaan piramida yang saling berhadapan adalah 136°. pengujian ini sering dinamakan uji kekerasan piramida intan karena bentuk penumbuknya piramida, maka Angka kekerasan vickers (VHN) didefinisikan sebagai beban dibagi luas permukaan lekukan. Pada prakteknya luas ini dihitung dari pengukuran mikroskopik panjang diagonal jejak.
Pada pengujian ini beban yang biasanya digunakan berkisar antara 1 sampai 120 kg,  tergantung pada kekerasan logam yang akan diuji. Lekukan yang benar yang dibuat oleh piramida intan harus berbentuk bujur sangkar. Tetapi penyimpangan dapat terjadi pada penumbuk lekukan. Lekukan bantal jarum dapat disebabkan karena [1] terjadinya penurunan logam di sekitar permukaan piramida yang datar biasanya terjadi pada logam yang dilunakkan dan mengakibatkan pengukuran panjang diagonal yang berlebihan [2] logam yang mengalami proses pengerjaan dingin diakibatkan oleh penimbunan ke atas logam di sekitar permukaan penumbuk. Pada kondisi demikian ukuran diagonal akan menghasilkan luas permukaan kontak yang kecil, sehingga dapat menimbulkan kesalahan angka kekerasan yang besar.

C.   UJI KEKERASAN ROCKWELL

Uji kekerasan Rockwell  memiliki sifat yang cepat dan bebas dari kesalahan manusia,  mampu untuk membedakan perbedaan kekerasan yang kecil pada baja yang diperkeras dan ukuran lekukannya kecil, sehingga bagian yang mendapat perlakuan panas yang lengkap dapat diuji kekerasannya tanpa menimbulkan kerusakan. Uji ini menggunakan kedalaman lekukan pada beban yang konstan sebagai ukuran kekerasan. Mula-mula diterapkan beban kecil (beban minor) sebesar 10 kg untuk menempatkan benda uji. Kemudian diterapkan beban yang besar (beban mayor), dan secara otomatis kedalaman lekukan akan terekam oleh gage penunjuk yang menyatakan angka kekerasan. Untuk indentornya biasanya digunakan penumbuk berupa kerucut intan 120° dengan puncak yang hampir bulat dan dinamakan penumbuk Brale, serta bola baja berdiameter 1/6 inchi. Beban besar yang digunakan adalah 60, 100 dan 150 kg.  16 i nchi dan 1/8.