Tuesday, August 25, 2015

PERBEDAAN LAS BIASA DAN LAS ARGON LAS


perbedaan las argon
Las adalah adanya proses pengikatan dua buah logam atau lebih yang terjadi karena proses dihusi yang berasal dari logam tersebut. Proses difusi dalam penyambungan las dapat dilakukan pada saat kondisi padat maupun kondisi cair. Istilah pengkondisian ini dalam terminologi ada dua, yaitu Kondisi padat disebut Solid State Welding (SSW) dan Kondisi cair disebut Liquid State Welding (LSW) atau Fusion Welding.

LAS ARGON

Las Argonn atau Las TIG ( Tungsten Inert Gas Welding) atau sering disebut las busur gas elektroda tungsten. Pengertian Las Argon ini adalah salah satu metode yang termasuk paling penting dalam pekerjaan baja paduan tinggi atau hugh alloy dan logam bukan besi atau non feroous misalnya aluminium, titanium, tembaga, molibdenum dan paduannya. Dengan stabilitas busur yang tinggi, maka las argon atau Las TIG atau Las GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) adalah terbaik dari pada proses las listrik modern lainnya. Hal tersebut terjadi  karena penyebaran panas yang berlebihan pada benda kerja dikurangi dengan penambahan gas pelindung inert yang juga sekaligus gas pendingin.

PERBEDAAN LAS BIASA DAN LAS ARGON

Perbedaan Las konvensional dan las argon bisa dilihat dari antara lain Efek Pengelasan, Sumber Api, Sinar Las, Kerapian, dan lain-lain.  TIG menggunakan obor dengan elektroda tungsten. Argon digunakan sebagai shielding gas untuk melindungi las dan tungsten. Busur dipukul antara tungsten dan pekerjaan dan kesenjangan pendek dipertahankan. Sebagai las berlangsung, kawat pengisi dicelupkan di kolam las. Sumber daya konstan-arus DC atau AC tergantung pada logam yang digunakan.
Mengontrol obor, makan kawat, bergerak dengan kecepatan yang tepat dan juga menggunakan arus yang benar membuatnya secara fisik lebih rumit. Menggunakan footpedal, Anda memiliki 1 kaki dan kedua tangan sibuk. Hal ini lebih mudah untuk bekerja bangku (saya menggunakan bangku bar.) TIG bisa melakukan apa saja logam dengan AC dan sumber daya DC. DC digunakan pada logam besi (baja.) AC digunakan pada aluinum.

JUAL KAWAT LAS ARGON

Kami menyediakan beberapa macam kawat las argon untuk memenuhi kebutuhan pengelasan Anda, antara lain :
ER 316 – L
Diameter : 1,2 & 1,6 & 2,0 & 2,4
kawat las dengan kandungan Molibdenum yang memberikan ketahanan extra terhadap korosi bahan kimia. Cocok untuk berbagai keperluan pengelasan argon , hasil las tanpa retak, slag lepas secara otomatis serta warna deposit yang bersih membuat EDZONA-116 sesuai untuk pembuatan tangki-tangki pengolahan makanan, minuman dan farmasi. Dapat digunakan pada segala posisi dengan penetrasi sangat dalam.
Er 308 L – 16
Diameter : 1,2 & 1,6 & 2,0 & 2,4
kawat las spesial produk merupakan batang las yang berupa rod untuk pengelasan Characteristic Stainless Steel Low Carbon yang disesuaikan untuk Stainless steel keperluan umum dengan grade 301, 302, 304, 308, 309. Tahan Korosi, Hot Crack, tahan kimia serta tidak beracun. Digunakan dengan las argon.
ER 70 S
Diameter : 1,6 dan 2,4 – 3,20
Paduan baja carbon rendah serba bisa untuk maintenance untuk pengelasan semua baja umumnya. Memudahkan semua posisi pengelasan dengan baik sekali kualitas deposite lasnya sangat baik
ER 312 – 16
Diameter : 1,6 dan 2,4 – 3,20
kawat las spesial produk merupakan batang las berupa rod untuk semua jenis Characteristic Baja dan paduannya, termasuk yang sulit, hasil pengelasannya mempunyai kekuatan tarik tinggi serta tahan terhadap korosi dan panas.Digunakan dengan las argon
ER 4047
Diameter : 1,6
kawat las spesial produk merupakan batang las untuk semua jenis aluminium lembaran dan cor dengan daya kuat yang tinggi, berkadar cair rendah

Sunday, August 23, 2015

KAWAT LAS BAJA EDZONA


Kawat Las Baja EDZONA

BAJA

Saat ini, baja banyak digunakan dalam industri dan merupakan komponen utama pada bangunan, kapal, mobil, mesin, infrastruktur,perkakas, dan senjata. Baja merupakan logam paduan, dengan logam besi sebagai unsur dasar dan terdapat beberapa elemen lainnya, termasuk karbon, fosfor, sulfur, mangan, silikon, osigen, aluminium. Pada baja, kandungan karbon biasanya antara 0,2% sampai 2,1 %. Dan juga ada kandungan lain misalnya mangan, nikel, krom, boron, niobium, vanadium. Dengan banyaknya padan baja, terdapat banyak kualitas baja. Manfat karbon pada baja adalah untuk pengeras  dan meningkatkan kekuatan tariknya sehingga disebut baja karbon dan dikenal dengan baja hitam. Besi dan baja sama-sama memiliki unsur utama yaitu Fe, dan perbedaannya terdapat pada banyaknya unsur Fe.

KLASIFIKASI BAJA

Baja jika berdasarkan komposisi kimianya adalah :

A.      BAJA PADUAN ATAU ALLOY STEEL

Penambahan unsur pada baja bertujuan untuk menaikkan sifat mekanik baja (kekerasan, keliatan, kekuatan tarik dan sebagainya), untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah, untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia (oksidasi dan reduksi), untuk membuat sifat-sifat spesial. Baja paduan yang diklasifikasikan menurut kadar karbonnya dibagi menjadi:
  1. Low alloy steel, adalah baja dengan elemen paduannya ≤ 2,5 %
  2. Medium alloy steel, adalah baja dengan elemen paduannya 2,5 – 10 %
  3. High alloy steel, adalah baja dengan elemen paduannya > 10 %

B.      BAJA KARBON CARBON STEEL, DIBAGI MENJADI TIGA YAITU;

  • Baja karbon rendah (low carbon steel)
  • Baja karbon menengah (medium carbon steel)
  • Baja karbon tinggi (high carbon steel)

BAJA RINGAN

Baja ringan merupakan bajai canai dingin dengan kualitas tinggi yang bersifat tipis dan ringan. Baja ringan memiliki tegangan tarik tinggi (G550) berarti baja memiliki kuat tarik 550 MPa (Mega Pascal). Baja ringan dengan standar bahan ASTM A792, JIS G3302, SGC 570 dan Baja High Tensile G-550 (Minimum Yeild Strength 5500 kg/m2).  Untuk melindungi  baja dari korosi, harus dilapisi pelindung (coating) secara memadai. Jenis pelindung pada baja ringan yang beredar dipasaran adalah Galvanized, Galvalume, atau sering juga disebut sebagai zincalume.

KAWAT LAS BAJA EDZONA

Friday, August 21, 2015

PERBAIKAN MESIN EXTRUDER

Perbaikan Mesin Extruder
adalah mesin untuk melakukan proses ekstrusi meliputi pencampuran bahan, pemasakan, dan pencetakan. Ekstrusi sendiri adalah perlakuan kombinasi dari proses  tekanan, gesekan, dan suhu dalam suatu ulir yang bergerak dalam waktu yang bersamaan. Mesi ini banyak digunakan untuk memproduksi makanan dengan aneka ragam bentuk, seperti bulat, bentuk bunga, stick, hamburger ball shape, dan sebagainya. Terdapat ada 2 macam ekstruder, yaitu ekstruder ulir tunggal (Single Screw Extruder) dan ekstruder ulir ganda (Double Screw Extruder). Bagian penting dalam mesin extruder adalah batang ulir(Screw) dan selubung silinder(Barrel)

TAHAPAN- TAHAPAN PROSES MESIN EXTRUDER

Ptoses yang bisa dilakukan mesin extruder adalah : [1] Proses menbawa bahan secara kontinu [2] Proses pencampuran atau pengadukan [3] Proses meghomogenkan dan mereaksikan [4] Proses penghantaran dan pembangkitan energi panas dan mekanis untuk memplastiskan bahan. [5] Proses membentuk dan mencetak.

PRINSIP EXTRUDER

Prinsip kerja extruder adalah proses memanasi dan membentuk dalam pengaruh  tekanan tinggi dan keluar melalui pencetak (die) dan proses pemasakan ekstrusi termasuk proses pemasakan modern baik High Temperature Short  Time/ Suhu Tinggi Waktu Pendek.
Bentuk dan ukuran die menentukan bentuk geometris  ekstrudat yang dihasilkan. Misalnya: Pembuatan crispbread roti renyah, lubang die pipih atau gepeng, pembuatan cheese ball,  lubang die bulat, produk tabung yang ditengah diisi vanila, coklat keju, lubang die bentuk ring seperti Momogi, Coco cranch; dan masih banyak lagi.
Fungsi suhu tinggi adalah: [1] memasak, [2] sterilisasi, [3] menginaktifkan enzim, anti- nutrisi, anti tripsin, ammonia (urea) [4] Penguapan air
Fungsi tekanan adalah: [1] Menghasilkan gaya ’shear’ dan mengalirkan bahan sepanjang ruang ekstrusi. [2] mengeluarkan dan mengembangkan produk menjadi bentuk puffing (brondong) [3] Tekanan pada ujung ekstruder (4 – 6 atm)
Pada saat bahan keluar dari lubang pencetak [1] Suhu turun (menjadi 28 derajat C ) [2] Tekanan turun tiba-tiba [3] Ekspansi uap air [4] Akibatnya : bahan menjadi mengembang, proses pengeringan, proses pendinginan adiabatis

PERBAIKAN MESIN EXTRUDER

Setiap mesin agar dapat berjalan maksimal perlu dilakukan dan perawatan, karena mesin dapat mengalami aus, korosi, atau karena hal lain. Untuk mesin extruder, perbaikan dapat dilakukan dengan pengelasan dan menggunakan kawat las EDZONA. Kawat las Edzona selalu memberikan pelayanan terbaik dengan produk berkualitas dan penyampaian produk tepat waktu.

SPESIFIKASI KAWAT LAS NON FERROUS METALS EDZONA-AL 43:

AWS : E 4043
DIN
1732 El-Al Si 5 Rest
DC+
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
Kawat Las Non Ferrous Metals Edzona-AL 43 alumunium adalah kawat las Alumunium yang dirancang khusus untuk arus DC (+). Hasil pengelasan yang padat tanpa porosity bebas percikan dan terak mudah dibersihkan. Dapat menyatu dengan baik pada alumunium biasa dan alumunium alloy. Dapat digunakan untuk segala posisi pengelasan.

Wednesday, August 19, 2015

PERBAIKAN MESIN FRAIS (MILLING MACHINE)


Perbaikan Mesin Frais (Milling Machine)

MESIN FRAIS (MILLING MACHINE)

Mesin yang berfungsi untuk memotong dengan cara menyayat dengan komponen utamanya adalah alat potong bermata banyak yang bekerja secara memutar, pisau tersebut dipasangkan pada sumbu, kemudian pisau tersebut berputar berdasarkan gerak sumbu yang diputar oleh motor listrik dengan putaran sesuai kebutuhan.

MACAM BENTUK HASIL  FRAIS

Dengan cara pengerjaan yang berbeda-beda, mesin frais juga menghasilkan beberapa hasil yang berbeda juga antara lain adalah bidang rata datar, bidang rata miring menyudut, bidang siku, bidang sejajar, alur lurus atau melingkar, segi beraturan atau tidak beraturan, pengeboran lubang atau perbesaran lubang, roda gigi lurus, helik, paying, cacing, nok/eksentrik, dan lain sebagainya.

JENIS MESIN FRAIS

  1. Mesin frais horizontal (mesin frais mendatar). Mesin frais jenis ini dapat digunakan dalam pekerjaan antara lain mengfrais rata, ulur, roda gigi lurus, bentuk, membelah atau memotong.
  1. Mesin frais vertical (mesin frais tegak). Mesin frais jenis ini dapat digunakan dalam pekerjaan antara lain mengfrais rata, ulur, bentuk, membelah atau memotong, mengebor.
  1. Mesin frais universal. Mesin frais yang kedudukan arbornya mendatar, namun bisa diubah kearah vertikal dengan mengubah posisi arbor, gerakan meja dari mesin ini dapat kearah memanjang, melintang, naik turun, serta dapat diputar membuat sudut tertentu terhadap bodi mesin.
  1. Mesin frais bed
  2. Mesin frais duplex

ALAT POTONG PADA MESIN FRAIS

  1. Pisau mantel. Digunakan pada mesin frais jenis horizontal, berfungsi untuk pemakanan permukaan kasar (Roughing) dengan bentuk lebar.
  1. Pisau alur. Digunakan untuk membuat alur pada suatu bidang permukaan benda kerja, jenisnya ada beberapa macam yang penggunaannya disesuaikan kebutuhan.
  1. Pisau frais bergigi. Digunakan untuk membuat roda gigi dengan disesuaikan jenis dan jumlah giginya sesuai yang dibutuhkan, benda akan tersayat lebih cepat disebabkan bentuk pisau yang bergigi.
  1. Pisau frais radius cekung dan cembung. Digunakan untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki radius yang dalam baik cembung maupun cekung, pisau frais dengan radius cekung proses kerjanya sama dengan pisau dengan radius cembun, perbedaannya hanya pada bentuk pisau yang berbeda.
  1. Pisau frais alur T. Digunakan untuk membuat alur berbentuk T seperti pada meja mesin frais, benda kerja yang akan disayat diatur sesuai dengan kebutuhan oleh operator, sehingga akan menghasilkan bentuk sayatan sesuai yang diinginkan.
  1. Pisau frais sudut. Digunakan untuk membuat alur berbentuk sudut yang hasilnya akan sama dengan sudut pisau yang digunakan, ukuran sudutnya antara lain 300, 450, 500, 600, 700, 800.
  1. Pisau jari. Digunakan untuk membuat alur pada bidang suatu datar atau pasak, dan pada umumnya jenis pisau ini terpasang dengan posisi tegak/vertical dan ukuran pisaunya sangat variatif dari kecil hingga besar.
  1. Pisau frais muka dan sisi. Digunakan untuk mengfrais bidang rata dan bertingkat, mempunyai mata sayat pada muka dan sisinya.
  1. Pisau frais pengasaran. Digunakan untuk menyatat benda kerja dari bagian sisi potong cutter, sehingga potongan pisau ini dapat menyayat cukup besar, ciri khas yang berbeda adalah bentuk sisinya yang alur helik.
  1. Pisau frais gergaji. Digunakan untuk memotong atau membelah benda kerja, selain itu juga untuk membuat alur yang mempunyai ukuran lebar yang kecil.

KERUSAKAN MESIN FRAIS

Mesin frais yang memiliki bagian utama berupa alat pemotong memiliki banyak kemungkinan kerusakan yang bisa berupa keretakan, patah atau kerusakan lain karena benturan yang terjadi selama proses saat mesin digunakan.

PERBAIKAN MESIN FRAIS

Perbaikan Mesin Frais (Milling Machine). Perbaikan bagian-bagian pada mesin frais yang bagian utamanya adalah alat pemotong lebih ditujukan untuk menjaga, mempertahankan serta memaksimalkan daya guna dari mesin yang ada di dalam suatu bengkel atau industri, sehingga investasi yang telah ditanam mampu mendatangkan keberhasilan dan berdaya guna yang tinggi secara ekonomis.

KAWAT LAS MESIN FRAIS

Untuk perbaikan mesin frais Kami menyediakan beberapa type Kawat Las Maintenance yang bisa Anda pilih untuk perbaikan yang maksimal sehingga produksi bisa segera berjalan lancar kembali sesuai yang diharapkan. Kawat Las yang Kami sediakan antara lain :
C 0.4  Cr 4.8
Mo 3.7  W 3.5
DC+/AC
Hardness : 58 – 60 HRC
Diameter : 3,20 – 4,00
kawat las lapisan keras untuk ketahanan terhadap benturan namun tetap kuat menahan gesekan, dengan keistimewaan akan mengeras secara otomatis setelah mendapat benturan. Hasil las dengan susunan martensit yang membuat hasil las cukup keras namun tetap ulet.cocok untuk pengelasan/repair alat-alat berat. Untuk pelapisan screw conveyor, untuk mesin-mesin penggiling, untuk mesin pemecah batu, cane crusher pada pabrik gula, mesin pengolah tepung, komponen alat berat, pisau penghancur plastic dll.
C 0.6  Si 1.7
Mn 0.4  Cr 9.0
120 % Recovery
DC+/AC
Hardness : 60-63 HRC
Diameter : 3,20 – 4,00
kawat las ini serbaguna untuk lapisan keras, tahan benturan tetapi juga tahan terhadap gesekan dan temperatur tinggi, juga mengandung unsur chromium yang membuat hasil las keras tetapi ulet dan tajam. Cocok untuk pengelasan atau repair pisau pemotong besi, pelapis roll-roll pabrik kawat/paku, pisau-pisau alat-alat berat, pelapis matras (dies) penekuk baja, pisau-pisau tebu pada pabrik gula, mesin-mesin pengahancur, dll.
C 4.5 Cr 2.4
W 2  Fe 5
DC+/AC
Hardness : 70-72 HRC
Diameter : 3,20 – 4,00
kawat las untuk pelapis dan membentuk kembali bagian yang aus depositenya bersifat tahan gesek dan tahan terhadap temperatur tinggi serta memiliki ketahanan baik terhadap kimia. Cocok untuk Parts Crusher kimia, Pisau tebu, Pengolahan pakan ternak, Parts pertambangan, Bucket, Crusher, Worm Screw, Impact Hammer, Pengaduk Mixing, Blade, Hammer Mills, Stone Crusher, Parts Pengeboran, Maxalator, Parts Pengeruk dll.

Monday, August 17, 2015

KAWAT LAS TAHAN GESEK

welder-18247403
Pengelasan adalah penyambungan benda sambungan logam paduan yang dilakukan dengan melumerkan sambungan melalui pemanasan. Macam las dibagi dua golongan, yaitu 1. Berdasarkan kerja (las cair, las tekan, las patri dan lain-lainnya) dan klasifikasi berdasarkan energi yang digunakan (las listrik, las kimia, las mekanik dan seterusnya)
Metode las dalam dunia industri sudah sangat banyak diterapkan. Kualitas pengelasan adalah hasil akhir yang diharapkan agar sambungan las sempurna. Pengelasan dalam dunia industri, salah satunya adalah untuk perbaikan mesin-mesin, baik untuk mesin produksi, mesin alat-alat berat, alat transportasi. Jika hasil pengelasan tidak berkualitas maka dapat menghambat kegiatan perusahaan, misalnya pada mesin produksi yang seharusnya dapat berjalan secara maksimal dalam 30 hari, tetapi karena hasil las tidak sempurna dan mesin hanya dapat berjalan kurang dari 30 hari. Hal itu dapat mengganggu kegiatan produksi dan kerugian perusahaan karena produksi tidak mencapai target.
Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil pengelasan adalah kesesuaian benda kerja las dan kawat las, mesin las, ketrampilan pekerja las, dan sebagainya. Untuk pemilihan kawat las dapat disesuaikan dengan benda kerja las. Jika mesin yang akan dilas adalah mesin yang mengeluarkan gesekan besar, maka kawat las tahan gesek adalah solusinya.  Berikut ini adalah beberapa tipe kawat las EDZONA yang tahan gesek dengan kualitas terbaik :
Segera hubungi kami untuk mendapat penawaran kawat las EDZONA
(024) 6747333
BBM : 54B5A9A6
info@kawatlasedzona.com



Saturday, August 15, 2015

APLIKASI KAWAT LAS PABRIK KELAPA SAWIT

Aplikasi Kawat Las Pabrik Kelapa Sawit

KELAPA SAWIT

Kelapa Sawit merupakan salah satu tumbuhan bahan baku industri yang penting untuk menghasilkan minyak, minyak yang mampu dihasilkan dari tumbuhan tersebut antara lain adalah minyak industri, minyak masak juga minyak biodiesel untuk bahan bakar.

PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Proses pengolahan kelapa sawit secara umumnya adalah sebagai berikut :
  1. STASIUN PENERIMAAN TBS
  2. STASIUN REBUSAN (STERILIZER)
  3. STASIUN PENEBAH (THRESHING STATION)
  4. STASIUN KEMPA (PRESSING STATION)
  5. STASIUN PEMURNI (CLARIFICATION STATION). Ada 5 unit tangki dalam sistem ini, yaitu : Continuous Settling Tank (C.S.T), Sludge Oil Tank (S.O.T), Hot Water Tank (H.W.T), Pure Oil Tank (P.O.T), Sludge Drain Tank (S.D.T)
  6. STASIUN KERNEL (KERNEL RECOVERY PLANT)
  7. WATER SUPPLY
  8. STEAM BOILER
  9. PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK (POWER PLANT STATION)
  10. PENGENDALIAN AIR LIMBAH (EFFLUENT TREATMENT PLANT)
  11. PEKERJAAN LISTRIK : Panel Induk, Kabel Distribusi & Kontrol,  Panel Motor & Distribusi, Penerangan Pabrik, Stop Kontak, Earthing and Grounding, Ligthning Protection System
  12. WATER RESERVOIR (WADUK)

MESIN PABRIK KELAPA SAWIT

Mesin-mesin yang pumum digunakan pada pabrik Kelapa Sawit antara lain adalah Sterilizer, Tippler, Inclined Fruit Bar Conveyor, Rotary Thresser Drum, Digester & Screw Press, Clarification Station & Oil Storage Tank, Thermal deaerator Platform, Anion Cation, Boiler, Steam Turbin Generator, Back Pressure Vessel.

KERUSAKAN MESIN PABRIK KELAPA SAWIT

Mesin yang digunakan pada produksi Kelapa Sawit kemungkinan akan mengalami beberapa kerusakan yang terjadi dikarenakan produksi yang terus menerusa dan dalam skala besar.

PERBAIKAN MESIN PABRIK KELAPA SAWIT

Untuk perbaikan mesin produksi Kelapa Sawit seringkali juga memerlukan penggunaan Kawat las dama aplikasi perbaikannya. Antara lain digunakan untuk menambap keretakan, penyambungan part yang patah, dan lain-lain.

KAWAT LAS MESIN PABRIK KELAPA SAWIT

Aplikasi Kawat Las Pabrik Kelapa Sawit. Untuk perbaikan mesin-mesin pabrik Kelapa Sawit Kami menyediakan beberapa type Kawat Las Maintenance yang bisa Anda pilih untuk perbaikan yang maksimal sehingga produksi Pabrik bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Kawat Las yang Kami sediakan antara lain
AWS : E 307 – 16
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
DC+/AC
C 0.1 Cr 18.5
Ni 8.5 Mn 6.0
kawat las yang tahan terhadap panas extra tinggi. 1100C-1200C adalah temperatur kritis untuk beberapa jenis baja, tetapi EDZONA-110 tahan pada temperatur ini tanpa ada tanda-tanda rusak/karbonasi. Deposit las sangat halus dengan penetrasi yangd alam. Sangat sesuai dengan problem steel, terutama pada cast steel juga cast iron dengan kandungan karbon rendah.
AWS : E Co Cr-C
C 1.0   Cr 28  W 12.5 Co bal
F3 3.0 max
55 HRC
Diameter : 3,20
Kawat las dengan spesial inti cobalt base dengan adanya paduan Chrominium, Cobalt dan Tungsteen dapat digunakan untuk pengelasan berbagai pelapisan keras yang bersifat tajam, dapat mengatasi korosi, benturan (impact), abrasi tinggi, tahan oxidasi kimia serta tahan temperatur panas kritis . Kawat las ini juga cocok untuk pengelasan parts-parts baja yang bersifat tajam dengan hasil ketajaman yang tahan lama dan kuat.

Thursday, August 13, 2015

KAWAT LAS UNTUK INDUSTRI SEMEN


Semen adalah material untuk perekat batu, bata, batako, maupun bahan bangunan lainnya dan banyak  digunakan untuk pembangunan rumah, pabrik, ataupun gedung lainnya.
Kawat Las untuk Industri Semen-horz

PROSES PEMBUATAN SEMEN

Pembuatan semen dengan bahan baku batu kapur, pasir silikat,  tanah liat, pasir besi, gypsum. Proses pembuatan semen sendiri adalah sebagai berikut:
  • Quarry : Ekstraksi bahan tambang menggunakan drilling dan blasting berupa batu kapur, tanah liat, batu silika dan material-material lain yang mengandung aluminioum, kalsium, silikon, besi oksida.
  • Crushing : dengan menggunakan mesin crusher, proses pemecahan material material hasil penambangan menjadi ukuran yang lebih kecil
  • Conveying: transportasi bahan mentah dari area penambangan ke lokasi pabrik untuk diproses lebih lanjut dengan menggunakan belt conveyor.
  • Penggilingan (Raw mill ) :Proses penggilingan basah yang dilakukan dalam raw mill dengan menambahkan sejumlah air kemudian dihasilkan slurry . Material-material ditambah air diumpankan ke dalam raw mill. Material bergarak dari kamar ke kamar yang lainnya karena adanya putaran. Terjadi proses pemecahan pada kamar 1 dan kamar 2 atau 3 terjadi gesekan sehingga campuran bahan mentah menjadi slurry. Pada proses kering, terjadi di Duodan Mill yang terdiri dari Drying Chamber, san Compt . Kemudian material-material dimasukkan dan dialirkan gas panas yang berasal dari suspension preheater dan menara pendingin. Terdapat filter pada ruangan pengering yang berfungsi untuk mengangkut dan menaburkan material sehingga gas panas dan material berkontaminasi secara merata. Dan terjadi pemisahan material kasar dan halus dalam separator.
  • Homogenisasi : Proses Basah, di mixing basin slurry dicampur kemudian dilairkan ke tabung koreksi. Pada proses kering terjadi di blending silo dengan sistem aliran corong.
  • Pembentukan clinker (Pembakaran): Proses ini terjadi di dalam kiln yang meruapakan alat berbentuk tabung yang di dalamnya terdapat semburan api. Kiln untuk memaksimalkan efisiensi dari perpindahan panas yang berasal dari pembakaran bahan bakar.

MESIN PADA INDUSTRI MESIN

  • Jenis crusher yang terdapat di Industri Semen adalah Roller Crusher, Jaw Crusher , Hammer Crusher dan lainnya.
  • Stacker dan Reclaimer Proses Preblending atau PreHomogenisasi menggunakan Stacker dan Reclaimer.
  • Raw Mill. Raw Mill pada umumnya terdiri dari dua jenis yaitu Horizontal Mill (Tube Mill) dan Vertical Raw Mill (VRM) untuk menghaluskan raw material menjadi butiran halus hingga berukuran partikel (micron).
  • Terdiri dari dua jenis yaitu Kiln Berdiri dan Kiln Berputar  atau Rotary Kiln. Dan saat ini yang paling banyak digunakan adalah jenis Rotary Kiln.
  • Cooler untuk mendinginkan material klinker setelah keluar dari kiln sebelum masuk ke tempat penyimpanan.
  • Cement Mill. Untuk jenisnya sama seperti Raw Mill, ada jenis Horizontal Mill (Tube Mill) dan juga ada jenis Vertikal Roller Mill.
  • Packer untuk packing produk semen. Terdapat dua buah mesin packer dengan pabrikan yang berbeda yaitu Haver dan Ventomatic dari FLS.
  • Coal Mill. Coal Mill untuk menggiling Jenis Coal Mill juga sama seperti Raw Mill dan Cement Mill, ada yang tipe Horizontal Mill dan ada yang tipe Verticak Roller Mill.
Pada pabrik semen terdapat banyak sekali mesin yang digunakan. Karena mesin ini beroperasi setiap hari, maka mesin harus selalu dalam keadaan yag baik agar proses produksi berjalan lancar. Pengelasan dengan menggunakan kawat las EDZONA adalah keputusan tepat untuk perawatan dan perbaikan mesin.