Saturday, August 15, 2015

APLIKASI KAWAT LAS PABRIK KELAPA SAWIT

Aplikasi Kawat Las Pabrik Kelapa Sawit

KELAPA SAWIT

Kelapa Sawit merupakan salah satu tumbuhan bahan baku industri yang penting untuk menghasilkan minyak, minyak yang mampu dihasilkan dari tumbuhan tersebut antara lain adalah minyak industri, minyak masak juga minyak biodiesel untuk bahan bakar.

PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Proses pengolahan kelapa sawit secara umumnya adalah sebagai berikut :
  1. STASIUN PENERIMAAN TBS
  2. STASIUN REBUSAN (STERILIZER)
  3. STASIUN PENEBAH (THRESHING STATION)
  4. STASIUN KEMPA (PRESSING STATION)
  5. STASIUN PEMURNI (CLARIFICATION STATION). Ada 5 unit tangki dalam sistem ini, yaitu : Continuous Settling Tank (C.S.T), Sludge Oil Tank (S.O.T), Hot Water Tank (H.W.T), Pure Oil Tank (P.O.T), Sludge Drain Tank (S.D.T)
  6. STASIUN KERNEL (KERNEL RECOVERY PLANT)
  7. WATER SUPPLY
  8. STEAM BOILER
  9. PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK (POWER PLANT STATION)
  10. PENGENDALIAN AIR LIMBAH (EFFLUENT TREATMENT PLANT)
  11. PEKERJAAN LISTRIK : Panel Induk, Kabel Distribusi & Kontrol,  Panel Motor & Distribusi, Penerangan Pabrik, Stop Kontak, Earthing and Grounding, Ligthning Protection System
  12. WATER RESERVOIR (WADUK)

MESIN PABRIK KELAPA SAWIT

Mesin-mesin yang pumum digunakan pada pabrik Kelapa Sawit antara lain adalah Sterilizer, Tippler, Inclined Fruit Bar Conveyor, Rotary Thresser Drum, Digester & Screw Press, Clarification Station & Oil Storage Tank, Thermal deaerator Platform, Anion Cation, Boiler, Steam Turbin Generator, Back Pressure Vessel.

KERUSAKAN MESIN PABRIK KELAPA SAWIT

Mesin yang digunakan pada produksi Kelapa Sawit kemungkinan akan mengalami beberapa kerusakan yang terjadi dikarenakan produksi yang terus menerusa dan dalam skala besar.

PERBAIKAN MESIN PABRIK KELAPA SAWIT

Untuk perbaikan mesin produksi Kelapa Sawit seringkali juga memerlukan penggunaan Kawat las dama aplikasi perbaikannya. Antara lain digunakan untuk menambap keretakan, penyambungan part yang patah, dan lain-lain.

KAWAT LAS MESIN PABRIK KELAPA SAWIT

Aplikasi Kawat Las Pabrik Kelapa Sawit. Untuk perbaikan mesin-mesin pabrik Kelapa Sawit Kami menyediakan beberapa type Kawat Las Maintenance yang bisa Anda pilih untuk perbaikan yang maksimal sehingga produksi Pabrik bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Kawat Las yang Kami sediakan antara lain
AWS : E 307 – 16
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
DC+/AC
C 0.1 Cr 18.5
Ni 8.5 Mn 6.0
kawat las yang tahan terhadap panas extra tinggi. 1100C-1200C adalah temperatur kritis untuk beberapa jenis baja, tetapi EDZONA-110 tahan pada temperatur ini tanpa ada tanda-tanda rusak/karbonasi. Deposit las sangat halus dengan penetrasi yangd alam. Sangat sesuai dengan problem steel, terutama pada cast steel juga cast iron dengan kandungan karbon rendah.
AWS : E Co Cr-C
C 1.0   Cr 28  W 12.5 Co bal
F3 3.0 max
55 HRC
Diameter : 3,20
Kawat las dengan spesial inti cobalt base dengan adanya paduan Chrominium, Cobalt dan Tungsteen dapat digunakan untuk pengelasan berbagai pelapisan keras yang bersifat tajam, dapat mengatasi korosi, benturan (impact), abrasi tinggi, tahan oxidasi kimia serta tahan temperatur panas kritis . Kawat las ini juga cocok untuk pengelasan parts-parts baja yang bersifat tajam dengan hasil ketajaman yang tahan lama dan kuat.

Thursday, August 13, 2015

KAWAT LAS UNTUK INDUSTRI SEMEN


Semen adalah material untuk perekat batu, bata, batako, maupun bahan bangunan lainnya dan banyak  digunakan untuk pembangunan rumah, pabrik, ataupun gedung lainnya.
Kawat Las untuk Industri Semen-horz

PROSES PEMBUATAN SEMEN

Pembuatan semen dengan bahan baku batu kapur, pasir silikat,  tanah liat, pasir besi, gypsum. Proses pembuatan semen sendiri adalah sebagai berikut:
  • Quarry : Ekstraksi bahan tambang menggunakan drilling dan blasting berupa batu kapur, tanah liat, batu silika dan material-material lain yang mengandung aluminioum, kalsium, silikon, besi oksida.
  • Crushing : dengan menggunakan mesin crusher, proses pemecahan material material hasil penambangan menjadi ukuran yang lebih kecil
  • Conveying: transportasi bahan mentah dari area penambangan ke lokasi pabrik untuk diproses lebih lanjut dengan menggunakan belt conveyor.
  • Penggilingan (Raw mill ) :Proses penggilingan basah yang dilakukan dalam raw mill dengan menambahkan sejumlah air kemudian dihasilkan slurry . Material-material ditambah air diumpankan ke dalam raw mill. Material bergarak dari kamar ke kamar yang lainnya karena adanya putaran. Terjadi proses pemecahan pada kamar 1 dan kamar 2 atau 3 terjadi gesekan sehingga campuran bahan mentah menjadi slurry. Pada proses kering, terjadi di Duodan Mill yang terdiri dari Drying Chamber, san Compt . Kemudian material-material dimasukkan dan dialirkan gas panas yang berasal dari suspension preheater dan menara pendingin. Terdapat filter pada ruangan pengering yang berfungsi untuk mengangkut dan menaburkan material sehingga gas panas dan material berkontaminasi secara merata. Dan terjadi pemisahan material kasar dan halus dalam separator.
  • Homogenisasi : Proses Basah, di mixing basin slurry dicampur kemudian dilairkan ke tabung koreksi. Pada proses kering terjadi di blending silo dengan sistem aliran corong.
  • Pembentukan clinker (Pembakaran): Proses ini terjadi di dalam kiln yang meruapakan alat berbentuk tabung yang di dalamnya terdapat semburan api. Kiln untuk memaksimalkan efisiensi dari perpindahan panas yang berasal dari pembakaran bahan bakar.

MESIN PADA INDUSTRI MESIN

  • Jenis crusher yang terdapat di Industri Semen adalah Roller Crusher, Jaw Crusher , Hammer Crusher dan lainnya.
  • Stacker dan Reclaimer Proses Preblending atau PreHomogenisasi menggunakan Stacker dan Reclaimer.
  • Raw Mill. Raw Mill pada umumnya terdiri dari dua jenis yaitu Horizontal Mill (Tube Mill) dan Vertical Raw Mill (VRM) untuk menghaluskan raw material menjadi butiran halus hingga berukuran partikel (micron).
  • Terdiri dari dua jenis yaitu Kiln Berdiri dan Kiln Berputar  atau Rotary Kiln. Dan saat ini yang paling banyak digunakan adalah jenis Rotary Kiln.
  • Cooler untuk mendinginkan material klinker setelah keluar dari kiln sebelum masuk ke tempat penyimpanan.
  • Cement Mill. Untuk jenisnya sama seperti Raw Mill, ada jenis Horizontal Mill (Tube Mill) dan juga ada jenis Vertikal Roller Mill.
  • Packer untuk packing produk semen. Terdapat dua buah mesin packer dengan pabrikan yang berbeda yaitu Haver dan Ventomatic dari FLS.
  • Coal Mill. Coal Mill untuk menggiling Jenis Coal Mill juga sama seperti Raw Mill dan Cement Mill, ada yang tipe Horizontal Mill dan ada yang tipe Verticak Roller Mill.
Pada pabrik semen terdapat banyak sekali mesin yang digunakan. Karena mesin ini beroperasi setiap hari, maka mesin harus selalu dalam keadaan yag baik agar proses produksi berjalan lancar. Pengelasan dengan menggunakan kawat las EDZONA adalah keputusan tepat untuk perawatan dan perbaikan mesin.

Friday, August 7, 2015

PERBAIKAN PROPELER

Perbaikan Propeler ok
Baling-baling atau disebut propeler adalah kitiran yang berfungsi untuk membantu menjalankan kapal atau pesawat terbang. Baling-baling propeler ini memindahkan tenaga dengan cara konversi gerakan-gerakan rotasi menjadi daya dorong penggerak misalnya pada transportrasi pesawat terbang, kapal, kalam selam. Gara dorong pada propeler untuk melalui suatu masa seperti udara, air dengan memutar dua atau lebih bilah dari poros utama/ Bilah-bilah ini berfungsi sebagai sayap yang berputar. Kemudian memproduksi gaya dan menghasilkan beda tekanan antara permukaan belakang dan depan bilah.

JENIS PROPELER

Jenis baling-baling terdiri dari [1] Fixed Pitch Propellers – FPP adalah propeler yang secara umum sudah tepat jenis rancangan dan ukurannya, baik itu untuk baling-baling perahu motor yang kecil hingga untuk kapal tangki yang berukuran besar. [2] Controllable Pitch Propellers – CPP : propeler untuk kebutuhan yang lebih tinggi untuk pengaturan dalam operasional yang harus lebih fleksibel dari pada kebutuhan efisiensi propulsi pada saat kondisi servis.  [3] Contra-rotating propellers  : propeler yang mempunyai dua-coaxial propellers yang dipasang dalam satu sumbu poros, kemudian secara tersusun satu didepan yang lainnya dan berputar saling berlawanan arah. [4] Overlapping Propellers adalah konsep dua propeller tidak dipasang atau diikat secara coaxially, tapi masing-masing propeller memiliki sumbu poros pada sistem perporosan yang terpisah. Sistem propeler ini masih jarang diaplikasikan. Dan masih terdapat beberapa jenis alat pendorong lain

KERUSAKAN PROPELER

Kerusakan pada mesin tentunya hal yang tidak diinginkan olen para pekerja industri, termasuk industri kapal dan pesawat. Selama ini terjadi  kerusakan yang diakibatkan oleh korosi terutama dibidang industri khususnya industri perkapalan bidang kelautan. Ada banyak  kerugian karena adanya korosi sehingga perusahaan  mau tidak mau harus mengeluarkan biaya lebih untuk perbaikan peralatan. Kasus yang sering terjadi adalah korosi terjadi pada pipa, paku,  tanki, penyangga – pengangga tanki.  Korosi yang sering terjadi  adalah : uniform attack ( korosi merata), galvanic corrosion (korosi galvanis), biological corrosion ,pitting corrosion ( korosi sumur), crevice corrosion (korosi celah),  intergaranular corrosion (korosi antar butir ), erosion corrosion ( korosi erosi ), selective corrosion ( korosi pisah ), stress corrosion ( korosi tekanan ).

PERBAIKAN PROPELER

Baik untuk propeler yang sudah mengalami kerusakan atau belum , harus selalu dilakukan perawatan agar propeler dapat bekerja secara maksimal. Salah satu cara untuk perawatan dan perbaikan popeler adalah dengan pengelasan. Tentu pengelasan harus dilakukan dengan baik, faktor yang mempengaruhi adalah teknik pengelasan, material, dan penmilihan kawat las. Kawat las yng tepat untuk perbaikan propeler ataupun mesin lainn adalah kawat las EDZONA. Kawat las EDZONAproduk kawat las switzerland tampil dengan kelengkapan tipe, material terbaik, pelayanan yang cepat dan memberikan garansi.
AWS : DIN 1732
El-Al Si 12 Mn 0.3 Al bal Rest
DC+
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
Kawat las Edzona-AL 430 dapat digunakan untuk pengelasan semua jenis logam Aluminium murni atau Aluminium Alloy, deposite lasnya sangat baik dan halus, penetrasi pengelasan lebih dalam, tanpa porosity, endapan terak sangat tipis sehingga ekonomis, dapat digunakan tanpa preheating awal pada logam yang akan di las. Dapat digunakan untuk mereparasi ataupun perawatan Propeller, Impeller, Sudut-sudut pompa, Propeller kapal, Bushing, Gear Bronze, Bejana tekan, Pipa Intercoller, Pelapis rumah pompa, Parts pada kimia dll.
E Cu Sn-C
Sn 8 Cu bal
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
BZ 320 untuk pengelasan Build up dan penyambungan logam Characteristic non ferro, Bronze, tembaga dan kuningan. Dapat digunakan penyambungan atau pelapisan logam yang berbeda Stainless Steel, Besi tuang dan Baja dengan hasil deposite las yang baik. Tahan terhadap zat kimia, abrasi Air Laut, mudah proses Machiningnya, dapat digunakan pada semua posisi pengelasan. Dapat diaplikasikan untuk mereparasi Propeller, Impeller, Sudut-sudut pompa, Propeller kapal, Bushing, Gear Bronze, Bejana tekan, Pipa Intercoller, Parts pada kimia, dll.
E Cu Mn Ni Al
Al7 Mn13,5 Fe25 Ni2,2 Cu bal
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
Edzona-BZ tahan terhadap keretakan. Mudah digunakan pada posisi vertical maupun overhead. Digunakan untuk pelapisan bronze, stainless-steel, besi cor, baja, serta kuningan atau penggabungan logam-logam tersebut diatas. Tahan bahan kimia dan karat. Deposit las yang halus dengan penetrasi yang dalam dan teraknya mudah dibersihkan. Sangat cocok untuk perbaikan komponen mesin yang terbuat dari bronze, kuningan, tembaga, stainless steel, baja, dan besi cor. Untuk perbaikan impeller pompa, propeller kapal dan bagian kapal yang lain.

AWS : DIN 1732
El-Al Si 12 Mn 0.3 Al bal Rest
DC+
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
Kawat las Edzona-AL 430 dapat digunakan untuk pengelasan semua jenis logam Aluminium murni atau Aluminium Alloy, deposite lasnya sangat baik dan halus, penetrasi pengelasan lebih dalam, tanpa porosity, endapan terak sangat tipis sehingga ekonomis, dapat digunakan tanpa preheating awal pada logam yang akan di las. Dapat digunakan untuk mereparasi ataupun perawatan Propeller, Impeller, Sudut-sudut pompa, Propeller kapal, Bushing, Gear Bronze, Bejana tekan, Pipa Intercoller, Pelapis rumah pompa, Parts pada kimia dll.
E Cu Sn-C
Sn 8 Cu bal
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
BZ 320 untuk pengelasan Build up dan penyambungan logam Characteristic non ferro, Bronze, tembaga dan kuningan. Dapat digunakan penyambungan atau pelapisan logam yang berbeda Stainless Steel, Besi tuang dan Baja dengan hasil deposite las yang baik. Tahan terhadap zat kimia, abrasi Air Laut, mudah proses Machiningnya, dapat digunakan pada semua posisi pengelasan. Dapat diaplikasikan untuk mereparasi Propeller, Impeller, Sudut-sudut pompa, Propeller kapal, Bushing, Gear Bronze, Bejana tekan, Pipa Intercoller, Parts pada kimia, dll.
E Cu Mn Ni Al
Al7 Mn13,5 Fe25 Ni2,2 Cu bal
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
Edzona-BZ tahan terhadap keretakan. Mudah digunakan pada posisi vertical maupun overhead. Digunakan untuk pelapisan bronze, stainless-steel, besi cor, baja, serta kuningan atau penggabungan logam-logam tersebut diatas. Tahan bahan kimia dan karat. Deposit las yang halus dengan penetrasi yang dalam dan teraknya mudah dibersihkan. Sangat cocok untuk perbaikan komponen mesin yang terbuat dari bronze, kuningan, tembaga, stainless steel, baja, dan besi cor. Untuk perbaikan impeller pompa, propeller kapal dan bagian kapal yang lain.


Sumber : http://kawatlas.jayamanunggal.com/perbaikan-propeler/

Wednesday, August 5, 2015

PERAWATAN PERBAIKAN MESIN PENCACAH TEBU

Seperti pembahasan artikel sebelumnya tentang proses pada pabrik gula untuk pengolahan tebu menjadi gula, terdapat proses untuk pemotongan tebu.

Perawatan Perbaikan Mesin Pencacah Tebu

MESIN PENCACAH TEBU

Mesin pencacah tebu, penghancur tebu (cane cutter atau cane crusher) adalah alat yang berperan sebagai penghancur batang tebu, terbuat dari baja karbon rendah. Alat ini juga untuk memotong tebu masih dalam bentuk batang, menjadi tebu potongan ukuran lebih kecil antara 10 – 15 cm. Pemmotongan batang tebu menjadi lebih kecil agar memperoleh luas permukaan pemerahan yang lebih besar sehingga air tebu (nira) dapat semaksimal  mungkin terperah di mill station.

KOMPONEN MESIN PENCACAH TEBU

Beberapa komponen (part) pada mesin ini adalah [1] pisau tebu (Cane cutter blade) terdiri dari, mata pisau (cutting edge), disc holder, tangkai pisau (disc). Bentuk, jumlah, dan ukuran d isesuaikan dengan mill capasity. [2] Cane shreeder terdiri dari, mata pisau (hammer tip), disc holder, tangkai pisau (disc) yang bentuk ukuran dan jumlah disesuaikan dengan mill  capasity.

MASALAH PADA MESIN PENCACAH TEBU

Masalah yang sering terjadi pada mesin pencacah tebu adalah tingkat keausan yang sangat cepat, padahal setiap perusahaan mengharapkan mesinnya dapat digunakan dalam waktu jangka panjang.  Namun sering sekali Cane cutter blade harus diganti pada saat produksi sedang berlangsung, sehingga mengganggu dan mempengaruhi  terhadap proses produksi.  Jika kerusakan pada mesin terjadi maka waktu  produksi akan mundur dan biaya akan semakin besar, sehingga mempengaruhi HPP (harga pokok produksi). Pergantian pisau pencacah idealnya dilakukan 6 bulan, namun tidak  jarang Cane cutter blade diganti sebelum waktunya, bahkan dengan umur pakai yang sangat singkat yaitu 2 minggu pemakaian.
Permasalahan yang dialami oleh pencacah tabu (Cane cutter) blade bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor  yaitu [1] faktor kekerasan kulit tebu dan  [2] kadarkeasaman (PH) air tebu. Dua faktor tersebut yang dapat menyebabkan umur pakai mesin pencacah tebu relatif lebih cepat mengalami keausan. Untuk mencegah keusan atau korosi pada mesin,  langkah terbaik adalah menggunakan kawat las EDZONA, kawat las Perawatan Perbaikan Mesin Pencacah Tebu yang cocok untuk pabrik tebu adalah:

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-210

C 0.6  Si 0.5 Mn 14  Cr 14 130 % Recovery
DC+/AC
Hardness : 250 HB – 450 HB, Hardness After Work
Diameter : 3,20 – 4,00
hardfacing lapisan keras dengan kandungan Manganese diatas 14%. Tahan terhadap gesekan yang sangat kuat sekalipun. Untuk perbaikan, penyambungan dan pelapisan benda-benda yang dirancang tahan gesekan. Terhindar dari keausan akibat gesekan logam dengan logam atau logam dengan benda abrasif lainnya. Tahan benturan tanpa lepas.

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-220

About 3% Alloy content
DC+/AC
Hardness : 220 HB
Diameter : 3,20 – 4,00
untuk pengelasan Characteristic Baja hard Surfacing yang masih dapat di machining, dapat sebagai Under layer Hard Surfacing. tahan gesekan sedang, keistimewaan dapat untuk penyambungan yang bersifat Hard Facing. dapat diaplikasikan pada Parts Industri berat, Sprocets Sheaves, Crane fly wheel, Dumpers, Roll Gilingan, Parts Cams dll.

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-260

C 0.4  Cr 4.8 Mo 3.7  W 3.5
DC+/AC
Hardness : 58 – 60 HRC
Diameter : 3,20 – 4,00
kawat las lapisan keras untuk ketahanan terhadap benturan namun tetap kuat menahan gesekan. Dengan keistimewaan akan mengeras secara otomatis setelah mendapat benturan. Hasil las dengan susunan martensit yang membuat hasil las cukup keras namun tetap ulet. Cocok untuk semua arus DC atau AC +/-. Hemat listrik dengan amper rendah namun penetrasi sangat dalam.

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-290

C 4.5 Cr 2.4 W 2  Fe 5
DC+/AC
Hardness : 70-72 HRC
Diameter : 3,20 – 4,00
Kawat Las untuk pelapis dan membentuk kembali bagian yang aus depositenya bersifat tahan gesek dan tahan terhadap temperatur tinggi serta memiliki ketahanan baik terhadap kimia. Cocok untuk Parts Crusher kimia, Pisau tebu, Pengolahan pakan ternak, Parts pertambangan, Bucket, Crusher, Worm Screw, Impact Hammer, Pengaduk Mixing, Blade, Hammer Mills, Stone Crusher, Parts Pengeboran, Pengeruk dll.

Monday, August 3, 2015

KAWAT LAS UNTUK PABRIK GULA

Kawat Las untuk Pabrik Gula
Gula dimanfaatkan manusia untuk mengubah rasa menjadi manis baik untuk makanan ataupun minuman. Misalnya glukosa  adalah gula sederhaba yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam, menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. Sehingga gula menjadi salah satu sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula sering diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat.


PROSES PABRIK GULA

Untuk pembuatan gula tebu di pabrik prosesnya adalah sebagai berikut
  • Penggilingan
Adalah proses pemerahan tabu di penggilingan, tebu dicacah menggunakan alat pencacah tebu. Mesin pencacah tebu terdiri dari hammer shredder,  cane cutter atau kobinasi keduanya. Proses penggilingan ini menghasilkan ampas dan nira. Nira adalah bagian yang mengandung gula dan kemudian akan diproses di pemurnian. Sedangkan ampas ddapat dimanfaatkan untuk bebagai keperluan, misalnya sebagai bahan bakar ketel atau boiler, bahan partikel board, xylitol, furfural, dan lainnya.
  • Pemurnian
Nira yang merupakan hasil proses penggilingan adalah nira mentah atau raw juice.  Nira mentah pada proses ini, akan dilakukan pemisahan antara zat yang mengandung gula dan yang tidak mengandung gula. Proses pemurnian biasanya dapat dilakukan dengan proses kimiawi maupun fisis. Jika dengan cara fisis, adalah dengan cara penyaringan. Jika cara kimiawi adalah dengan pemanasan dan membrikan bahan pengendap.
  • Penguapan
Hasil dari pemurnian adalah nira jernih, yang kemudian dilakukan proses penguapan. Proses penguapan dilakukan dalam beja evaporator untuk menaikkan konsentrasi nira murni sehingga mendekati konsentrasi jenuhnya.
  • Kistalisasi
Adalah proses membentuk kristal gula. Nira kental dari hasil penguapan direaksikan sebagai bleaching dan juga untuk menurunkan viskositas nira. Setelah proses masak, larutan dialirkan ke palung pendingin untuk merunkan suhu dan nilai kejenuhan naik sehingga mendorong menempelnya sukrosa pada kristal .
  • Pemisahan
Proses ini menggunakan centrifuge atau puteran untuk pemisahan kristal gula dari larutannya. Pada alat centrifuge ini terdapat saringan,  dengan cara masakan diputar dan strop atau larutan akan tersaring dan kristal gula tertinggal dalam puteran kemudian dihasilkan gula kristal dan tetes. Gula kristal kemudian didinginkan dan dikeringakan untuk menurunkan kadar airnya. Tetes di transfer ke Tangki tetes untuk di jual. Dan kemudian dilakukan pengepakan gula.

KAWAT LAS UNTUK PABRIK GULA

Beberapa mesin yang digunakan pabrik gula adalah : Jembatan Timbang (Weigh bridges), Meja Tebu (Cane Feeding Table), cane cutter,  cane knifes, Cane Carrier Elevator, Mill, Juice Stainer, Juice Heater, Timbangan Nira Mentah (juice Weighting Scale), Weighed Juice Pump,  Defekator, Peti Sulfitasi Nira Mentah, Neutralizing Tank, Flash Tank, Continous Clarifier, Vacum Filter, Mud Feed Mixer, Milk Of Lime Tank, Milk Of Lime Tank, Evaporator, Condensat Receiver, Syrup pump, Syrup Sulphitator, Shulphured Syrup Drawing Tank, Feed Pump, Heat Exchanger, Toladura Reaction Tank, diesel, bubut, dan masih banyak lainnya.
Semua mesin pada pabrik gula harus dirawat dan dilakukan perbaikan secara maksimal jika ada kerusakan. Untuk perbaikan mesin, salah satu cara tepat adalah dengan pengelasan mesin, mesin harus dilas harus senyawa dengan kawat las atau elektroda tentunya. Kawat las EDZONA adalah kawat las khusus untuk maintenance mesin, karena memiliki material yang bagus, berasal dari switzerland dan hadir dengan kelengkapan produknya. Silahkan hubungi kami untuk pemesanan kawat las untuk menjaga aset perusahaan Anda. Beberapa kawat las yang cocok untuk mesin pabrik gula adalah :

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-210

C 0.6  Si 0.5 Mn 14  Cr 14 130 % Recovery
DC+/AC
Hardness : 250 HB – 450 HB, Hardness After Work
Diameter : 3,20 – 4,00
hardfacing lapisan keras dengan kandungan Manganese diatas 14%. Tahan terhadap gesekan yang sangat kuat sekalipun. Untuk perbaikan, penyambungan dan pelapisan benda-benda yang dirancang tahan gesekan. Terhindar dari keausan akibat gesekan logam dengan logam atau logam dengan benda abrasif lainnya. Tahan benturan tanpa lepas.

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-220

About 3% Alloy content
DC+/AC
Hardness : 220 HB
Diameter : 3,20 – 4,00
untuk pengelasan Characteristic Baja hard Surfacing yang masih dapat di machining, dapat sebagai Under layer Hard Surfacing. tahan gesekan sedang, keistimewaan dapat untuk penyambungan yang bersifat Hard Facing. dapat diaplikasikan pada Parts Industri berat, Sprocets Sheaves, Crane fly wheel, Dumpers, Roll Gilingan, Parts Cams dll.

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-260

C 0.4  Cr 4.8 Mo 3.7  W 3.5
DC+/AC
Hardness : 58 – 60 HRC
Diameter : 3,20 – 4,00
kawat las lapisan keras untuk ketahanan terhadap benturan namun tetap kuat menahan gesekan. Dengan keistimewaan akan mengeras secara otomatis setelah mendapat benturan. Hasil las dengan susunan martensit yang membuat hasil las cukup keras namun tetap ulet. Cocok untuk semua arus DC atau AC +/-. Hemat listrik dengan amper rendah namun penetrasi sangat dalam.

KAWAT LAS HARDFACING EDZONA-290

C 4.5 Cr 2.4 W 2  Fe 5
DC+/AC
Hardness : 70-72 HRC
Diameter : 3,20 – 4,00
Kawat Las untuk pelapis dan membentuk kembali bagian yang aus depositenya bersifat tahan gesek dan tahan terhadap temperatur tinggi serta memiliki ketahanan baik terhadap kimia. Cocok untuk Parts Crusher kimia, Pisau tebu, Pengolahan pakan ternak, Parts pertambangan, Bucket, Crusher, Worm Screw, Impact Hammer, Pengaduk Mixing, Blade, Hammer Mills, Stone Crusher, Parts Pengeboran, Pengeruk dll.

Saturday, August 1, 2015

KAWAT LAS PERBAIKAN STERILIZER


Kawat Las Perbaikan Sterilizer

STERILIZER

Sterilizer merupakan salah satu alat  pada pabrik kelapa sawit berupa bejana uap yang fungsinya adalah untuk perebusan Tandan Buah Sawit (TBS) dengan menggunakan uap saturates (tekanan 1,5-3,0 bar dan temperatur 120–140 oC ) yang diinjeksi dari Back Pressure Valve (BPV) dengan tujuan mengolah buah menjadi kondisi yang ditentukan sebelum dilakukan proses pengolahan lebih lanjut.

FUNGSI STERILIZER

  • Untuk mengurangi kadar air yang terkandung pada biji, agar lebih memudahkan proses pemecahan.
  • Untuk mempermudah proses pelepasan gumpalan buah.
  • Untuk menjadikan buah lunak sehingga mempermudah pisahnya daging dan biji buah.
  • Untuk menonaktifkan enzym lipase yang menyebabkan naiknya Asam Lemak Bebas (ALB), karena enzym lipase non aktif pada suhu 45 0
  • Untuk mengkondisikan daging buah dengan tujuan sel minyak dapat terlepas sehingga bisa dilakukan ekstraksi di stasiun press dan kemudian dimurnikan di stasiun klarifikasi.

JENIS STERILIZER

  • vertical sterilizer
  • horizontal Sterilizer
  • continious Sterilizer

PERAWATAN STERILIZER

– Dalam 2 minggu sekali sterilizer harus dibersihkan bagian dalamnya untuk melakukan perawatan, pemeriksaan dan perbaikan sesuai keperluan.
– Sebulan sekali dilakukan pemeriksaan Safety Valve pada sterilizer untuk memastikan keakuratan pekerjaan yang dilakukan, jika ditemukan kebocoran maka katup dan tempat kedudukan harus dibersihkan dan di-skur, selanjutnya dilakukan penyetelan ulang kepegasan dari spring yang menekan pada katupnya.
– Pemeriksaan secara rutin pada kebocoran pipa-pipa uap dan pipa Kondensat, jika terjadi kebocoran maka harus segera dilas atau diganti karena jika tidak dilakukan perbaikan maka akan mengganggu proses perebusan yang disebabkan pemborosan uap, selain itu juga bisa mengotori area sekitar sterilizer, pengelasan dilakukan pada kondisi sterilizer dingin, untuk pengecekan hasil perbaikan bisa dilakukan dengan pemadatan dengan air bertekanan maksimal 2 Kg/cm2.

KAWAT LAS PERBAIKAN STERILIZER

AWS : E 307 – 16
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
DC+/AC
C 0.1 Cr 18.5
Ni 8.5 Mn 6.0
kawat las yang tahan terhadap panas extra tinggi. 1100C-1200C adalah temperatur kritis untuk beberapa jenis baja, tetapi EDZONA-110 tahan pada temperatur ini tanpa ada tanda-tanda rusak/karbonasi. Deposit las sangat halus dengan penetrasi yangd alam. Sangat sesuai dengan problem steel, terutama pada cast steel juga cast iron dengan kandungan karbon rendah.
E Cu Mn Ni Al
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
kawat las bronze atau tembaga ini tahan terhadap keretakan. mudah digunakan pada posisi vertical maupun overhead. Kawat Las ini dapat digunakan untuk pelapisan bronze, stainless-steel, besi cor, baja, serta kuningan atau penggabungan logam-logam tersebut diatas, juga ahan bahan kimia dan karat, deposit las yang halus dengan penetrasi yang dalam dan teraknya mudah dibersihkan.
E Cu Sn-C
Sn 8 Cu bal
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
NKawat las ini digunakan untuk pengelasan Build up dan penyambungan logam Characteristic non ferro, Bronze, tembaga dan kuningan. Keistimewaan kawat las dapat digunakan penyambungan atau pelapisan logam yang berbeda Stainless Steel, Besi tuang dan Baja dengan hasil deposite las yang baik, juga tahan terhadap zat kimia, Tahan abrasi Air Laut, mudah proses Machiningnya, dapat digunakan pada semua posisi pengelasan.

Thursday, July 30, 2015

KAWAT LAS PENGEBORAN

Kawat Las Pengeboran 2

Pengeboran adalah kegiatan melakukan bor ke dalam tanam reservoir untuk memperoleh sumber daya gas bumi, minyak, air, ataupun deposit mineral bawah tanah, biasanya disebut juga dengan Rig Pengeboran. Istilah “rig” pada pengeboran adalah untuk kumpulan peralatan melakukan aktivitas pengeboran pada permukaan kerak bumi untuk mengambil contoh minyak, air, atau mineral. Rig pengeboran tidak hanya untuk identifikasi sifat geologis dari reservoir tetapi juga untuk membuat lubang yang memungkinkan pengambilan kandungan minyak atau gas bumi dari reservoir.

JENIS RIG PENGEBORAN

RIG pengeboran berdasarkan jenis daerah dapat dibagi menjadi, : [1] Rig Rawa : biasanya juga disebut dengan “Swamp Barge”. Rig ini sama dengan untuk kelengkapan alat pengeboran darat, hanya saja menara dan sistem pengeboran ditempatkan di atas Ponton. Ponton berungsi sebagai dudukan di dasar rawa saat aktivitas pengeboran berlangsung. Rig ini biasanya beroperasi di perairan dengan kedalaman sekitar 5 M. [2] RIG Pengeboran Darat : adalah utuk pengeboran di area darat dengan bentuk paling sederhana, terdiri dari menara dan struktur penopang. [3] Jack Up Rig : adalah satu unit alat pengeboran dengan kaki yang panjang yang dapat naik dan turun untuk menopang struktur utama. Jack Up RIG biasa digunakan untuk daerah dengan kedalaman kurang lebih 100 M [4] Drill Ship : adalag semua peralatan untuk pengeboran dipasang pada kapal yang digunakan untuk mengebor laut yang sangat dalam. [5] Tender RIG : adalah sistem pengeboran dipasang pada platform.  Terdapat tender RIG yang digunakan untuk membantu operasi pengeboran misalnya pengangkatan pipa, strultur dan lain sebagainya. Tender RIG akan menempel di platform saat operasi pengeboran berlangsung. [6]  Semisubmersible RIG : Sesuai namanya, RIG semisub adalah obyek terapung yang dipasang alat pengeboran. Biasanya RIG Peneboran ini digunakan untuk mengebor daerah laut dalam (lebih dari 100 M).

KAWAT LAS PENGEBORAN

Dalam proses aktivitas pengeboran, mesin bor adalah salah satu hal penting untuk kelancaran dan hasil pengeboran maupun identifikasinya. Sehingga mesin bor harus sealu dijaga performanya, baik dengan perawatan umum, perwatan khusus, baik saat perbaikan. Pemilihan materi untuk perawatan dan perbaikan juga tak kalah penting, untuk perbaikan mesin dianjurkan menggunakan kawat las EDZONA, yang cocok dengan pengelasan reparasi mesin. Kawat Las Edzona terbuat dari bahan pilihan dan banyak tipe yang akan menyesuaikan dengan tipe material mesin.