Friday, May 8, 2015

PERALATAN LAS LISTRIK

LAS LISTRIK

Las listrik adalah metode pengelasan yang sudah sering digunakan oleh pekerja las. Las listrik sendiri terdapat 2 macam, yaitu las tahanan listrik dan las busur nyala listrik. Las tahanan listrik  yaitu dengan mengalirkan arus listrik melalui bidang suatu benda yang akan disambung, kemudian diberi tekanan sampai kedua bahan akan menyatu. Las busur nyala listrik adalah teknik las dengan cara mengubah arus listrik menjadi panas untuk melelehkan permukaan benda kerja dengan membangkitkan busur nyala listrik melalui elektroda. 
peralatan las listrik

PERALATAN LAS LISTRIK

A. MESIN LAS

Mesin las atau sering disebut pewsawat mesin las dapat digunakan pada bermacam-mascam pengelasan busur listrik manual, bila ditinjau dari jenis arus terdapat 2 jenis yaitu :

 1. MESIN LAS ARUS BOLAK-BALIK (AC)

Arus bolak-balik terdiri dari beberapa macam pesawat mesin las, yaitu  transformator las, pembangkit listrik motor diesel. Pesawat mesin las yang sering digunakan adala transformator las yang mempunyai kapasitas 200 sampai 500 Ampere. Sehingga banyak digunakan karena harganya relatif murah,  biaya operasinya yang rendah dan Voltase yang keluar antara 36 sampai 70 Volt.

2. MESIN LAS SEARAH (DC)

Pesawat las arus searah terdiri dari pesawat transformator pembangkit listrik motor disel, rectifier, pesawat yang digerakkan oleh motor listrik.

B. ALAT BANTU LAS

1. KABEL LAS

Kabel las atau Lead superfleksibel adalah alat untuk menghantar arus dari mesin pengelasan ke benda kerja dan sebaliknya. Kabel las terdiri dari Lead dengan lapisan karet, kain, dan penguat lapisan fabric holder elektroda atau Lead elektroda. Lead dari benda kerja ke mesin dikenal sebagai Lead benda kerja. Tegangan pada Lead bervariasi antara 14 dan 80 Volt. Lead memilikibeberapa ukuran, yang semakin kecil nomornya, semakin
besar diameter Lead. Sebuah Lead harus fleksibel agar bisa mereduksi regangan pada tangan welder dan untuk memudahkan instalasi kabel sehingga dapat digunakan 800 sampai 2500 kawat pada masing masing kabel. Lead elektroda maupun Lead benda kerja harus menggunakan kabel listrik yang berdiameter sama karena panjang Lead mempengaruhi ukuran kapasitas mesin las.

2. PALU LAS

Palu las digunakan untuk melepaskan dan mngeluarkan terak las pada jalur las dengan cara memukulkan atau menggoreskan pada daerah las.

3. PEMEGANG KAWAT LAS (HOLDER ELECTRODE)

pemegang kawat las atau holder elektroda adalah peralatan las busur yang dipegang oleh welder ketika mengelas. Holder ini digunakan untuk menahan elektroda logam atau karbon. Handle pemegang terbuat dari bahan pelapis yang mempunyai tahanan panas tinggi dan tahanan listrik yang rendahdan  dibuat untuk menyeimbangkan pegangan tangan. Ada sejumlah metode yang digunakan untuk menjepit elektroda dalam holder yang salah satunya adalah konstruksi pincer dan pegas untuk menghasilkan tekanan sehinnga diperoleh sambungan yang baik.  Membersihkan daerah kontak dengan menggunakan sikat kawat agar daerah kontak antara elektroda dengan holder elektroda bersih. Rahang holder elektroda juga harus dibersihkan dengan menggunakan ampelas atau alat lain yang sesuai. Holder elektroda bagusnya dilengkapi dengan shield (plat kecil tahan panas) untuk mencegah panas radiasi dari las ke tangan welder.

4. SIKAT KAWAT

Sikat kawat yang digunakan untuk membersihkan benda kerja yang akan dilas dan terak las yang sudah dilepas dari jalur las oleh pukulan palu las.

5. KLEM MASSA

Klem massa sebagai alat untuk menghubungkan kabel masa ke benda kerja yang terbuat dari bahan yang menghantar dengan baik (tembaga). Sebuah klem masa dilengkapi dengan pegas yang kuat, yang dapat menjepit benda kerja dengan baik.

6. PENJEPIT

Penjepit dapat digunakan untuk memegang atau memindahkan benda kerja yang masih panas seetelah pengelasan.

C. KAWAT LAS (ELEKTRODA)

Kawat Las perlu disiapkan sesuai metode las, bahan sambungan. Kawat las memiliki berbagai macam bahan dan ukuran. Jika terjadi kesalahan pemilihan kawat las, dapat menyebabkan cacat las.

Thursday, May 7, 2015

CARA MENCEGAH DISTORSI LAS

successPENGERTIAN DISTORSI

Distorsi adalah terjadinya perubahan bentuk atau penyimpangan bentuk oleh panas, termasuk akibat proses pengelasan. Terjadinya pemuaian benda kerja mengakibatkan melengkung atau tertarik bagian-bagian sekitar benda kerja las. Hal ini karena semua logam akan mengalami pengembangan jika terkena panas, terjadi penyusutan jika mengalami pendinginan. Sehingga seorang operator atau pekerja las harus memiliki kemampuan untuk mengendalikan pemuaian dan penyusutan agar tidak berlebihan pada benda kerja.

CARA MENCEGAH DISTORSI LAS

1. KOEFISIEN MUAI PANJANG

adalah jumlah pertambahan panjang dari suatu logam karena mengalami perubahan suhu setiap 1 derajat celcius. Hal-hal yang mempengaruhi perubahan panjang logam adalah :
  • jenis logam
  • perubahan temperatur
  • perubahan panjang yang ke segala arah
Setiap koefisien muai panjang  berbeda-beda dari setiap jenis logam karena perbedaan sifat masing-masing logam. Misalnya koefisien muai panjang baja = 0,000012 ; aluminium = 0,0000255 ; tembaga = 0,0000167. Untuk baja akan bertambah panjang 0,000012 mm setiap terjadi perubahan temperatur sebesar 1 derajat celcius.
Rumus pertambahan panjang adalah = panjang awal x koefisien muai panjang x perubahan temperatur.
Sehingga operator atau pekerja las dapat menyiasati terjadinya koefisien muai logam untuk cara mencegah distorsi las.

2. PEMANASAN DAN PENDINGINAN

A. PEMANASAN DAN PENDINGINAN BENDA BEBAS

Jika pemanasan logam dilakukan secara merata disebut dalam keadaan bebas atau tidak tertahan maka akan menyusut kembali ke posisi semuka jika mengalami pendinginan. Contohnya pada gambar di bawah ini :
distorsi las
memuai secara merata
distorsi las 2
menyusut secara merata
keterangan gambar :
balok biru = ukuran awal benda kerja
garis biru = pertambahan panjang

B. PEMANASAN DAN PENDINGINAN BENDA TERTAHANcara mencegah distorsi las 3

jika sebuah benda kerja ditahan atau dijepit pada ragun kemudian dipanaskan, maka benda kerja las tidak akan memuai atau bertambah panjang secara teratur ke suluruh arah. Sehingga pertambahan ke arah ragum akan tertahan, di mana dengan pertambahan termperatur akan menambah kekenyalan, bahan menjadi mudah dibentuk.
Jika kondisi logam tersebut tertahan sampai benda dingin kembali, maka logam akan mengambang atau bertambah panjang ke arah yang tidak ada tahanan dan perubahan bentuk yang bersifat permanen.

3.FAKTOR PENYEBAB DISTROSI LAS

Ada penyebab utama distorsi yang sering terjadi pada pengelasn logam maupun pengelasan industri, yaitu :

1. TEGANGAN SISA

Tegangan sisa adalah seluruh bahan logam yang digunakan dalam industri misalnya batangan, lembaran atau yang lain yang diproduksi dengan proses menahan tegangan di dalam bahan. Tegangan sisa ini tidak selalu menimbulkan masalah, namun jika bahan kerja menerima panas akibat pengelasan atau pemotongan dengan panas, maka tegangan sisa akan menghilang secara tidak merata dan akan terjadi distorsi.

2. PENGELASAN ATAU PEMOTONGAN DENGAN PANAS

Ketika melakukan proses mengelas atau memotong menggunakan api, sumber panas dari nyala busur akan mengakibatkan pertambahan panjang dan penyusutan tidak merata dan distorsi.

3. JENIS – JENIS DISTORSI

Terdapat tiga jenis utama perubahan bentuk (ditorsi) pada pengelasan, yaitu :

A. DISTORSI ARAH MELINTANG

adalah jika mengelas salah satu ujung, dan sisi yang lain akan bertambah panjang akibat pemuaian. Kemidian saat pendinginan, sisi logam akan saling mnarik satu sama lain.
cara mencegah distorsi arah melintang

B. DISTORSI ARAH MEMANJANG

apabila hasil las berkontraksi dan kemudian memendek sepanjang garis pengelasan setelah pendinginan.
cara mencegah distorsi arah memanjang

C. DISTORSI MENYUDUT

jika sudut dari benda yang dilas berubah akibat kontraksi lebih besar pada permukaan pengelasan karena jumlah hasil pengelasan yang lebih banyak.
cara mencegah distorsi bentuk sudut

Wednesday, May 6, 2015

PERSIAPAN PENGELASAN

persiapan-pengelasanPersiapan pengelasan sebelum proses pengelasan dilakukan untuk mendapatkan mutu dan hasil pengelasan yang baik, kelancaran, keselamatan dan pelaksanaan pengelasan. Maka perlu dilakukan persiapan pengelasan yang matang. Persiapan sebelum pengelasan tersebut antara lain :

1. PERSIAPAN PENGELASAN SECARA TEORITIS

Persiapan pengelasan secara Teoritis, yang terdiri dari :
  • Mengetahui dasar-dasar pengelasan. Contohya tentang jenis kampuh las dan segala ukurannya, mengetahui pengaturan arus pada setiap alur las dan akibatnya, memilih elektroda atau kawat las yang baik. Misalnya adalah kawat las Edzona adalah kawat las maintenance dengan kualitas terbaik dan satu-satunya.
  • Mengetahui segi-segi keselamatan kerja dalam proses pengelasan. Hal ini untuk menghindari kecelakaan saat proses pengelasan dilakukan.
  • Mengetahui tentang ilmu bahan yang dibutuhkan untuk pengelasan. Contohnya adalah mengetahui penyambungan yang benar di antara dua material yang berbeda, mengetahui pergerakan akibat panas dan penghapusan tegangan sisa, mengetahui elektoda atau kawat las yang sesuai dengan kebutuhan. Karena jenis kawat las cukup banyak sesuai jenisnya. Anda akan mendapatkan kawat las maintenance dengan berbagai jenis di CV Jaya Manunggal Perkasa.

2. PERSIAPAN PENGELASAN SECARA PRAKTIS

Persiapan pengelasan secara Praktis, persiapan ini merupakan persiapan perlatan, yang terdiri dari alat-alat utama, alat-alat keselamatan, alat-alat bantu.
  • ALAT-ALAT BAKU

contohnya adalah las (transformer dan generator), tangkai elektoda, penjepit benda kerja, kabel las, dan elektoda las atau kawat las Edzona
  • ALAT-ALAT KESELAMATAN KERJA.

    • Alat keselamatan personal. Contohnya adalah pelindung ada, topeng las, sarung tangan las, leher tang tertutup, pali, tempat elektroda, sikat baja, kapur las, sikat baja
    • Alat keselamatan umum. Misalnya blower yang digunakan untuk menghisap asap las, alat pemadam kebakean, lampu sorot, dan pelindung-pelindung yang lain.
    • Alat bantu lainnya, contohnya adalah gerinda listrik, sumber listrik, botol oksigen, dongkrak pipa, dan lainnya.
Setelah semua peralatan harus diperiksa dengan teliti dan hati-hati, seperti pemeriksaan kabel las dan sambungan kabel las. Kabel las tidak boleh bocor bila menempel pada logamdapat menimbulkan loncatan busur listrik. Loncatan busur listrik di tempat yang tidak bergeser akan mencairkan metal dan lama-lama akan menembus metal tersebut.
Persiapan selanjutnya adalah pembersihan tempat kerja, pengaturan peralatan yang memudahkan pelaksanaan pengelasan. Pemeriksaan daerah tempat bekerja juga tidak kalah penting untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan misalnya kebakaran.
Seletah semua persiapan, maka kampuh las dibersihkan dari berbagai jenis kotoran, seperti karat, cat, air, dan lainnya.

3. PERSIAPAN KAMPUH LAS

Persiapan kampuh las bisa dilakukan dengan beberapa teknik, sesuai bentuk sambungan dan kampuh las yang akan dikerjakan.
  • Kampuh – V dan X ( Single Vee dan Double Vee )
  • Kampuh U dan J.

4. DESAIN BENTUK SAMBUNGAN LAS

Merancang sambungan las, tentukan rencana sambungan dalam bentuk gambar. Pada pengelasan, retak-retak pada struktur las disebabkan karena material, prosedur pengelasan dan rencana yang kurang baik. Keretakan karena perencanaan yang kurang baik dapat disebabkan perhitungan kekuatan yang salah misalnya perhitungan penentuan muatan dan tegangan, rencana struktur yang tidak tepat, garis bentuk yang terputus, material yang tidak sesuai. Hal yang dapat dipertimbangjan dalam perencanaan katika merancang sambungan adalah :
  • Memilih material yang memiliki sifat mampu las, kekatan tarik baik, desain yang mudah proses las, dan melakukan pengurangan pada tegangan
  • Sambungan dengan deformasi yang kecil dan tegangan sisa minimun, dapat melakukan dengan mengurangi jumlah titik las dan endapan las
  • Melakukan minimalisasi bending momen pada daerah las
  • Menghindari desain sambungan las yang mengkinkan terjadi konsentrasi garis las berdekatan atau berpotongan.
  • Mencegah konsentrasi tegangan dengan menghindari struktur yang terpotong, perubahan tajam pada bentuk tertentu
  • Memilih metode pemeriksaan dan kriteria cacat las yang dapat ditolerir.

Monday, May 4, 2015

FLUKS KAWAT LAS

fluks-kawat-lasFluks kawat las adalah sebagai pelindung yang dapat melindungi cairan las dari adanya pengaruh udara luar. Fluks terdiri dari campuran mineral dan bahan kimia yang akan juga menjadi penentu jenis pekerjaan las. Salutan atau fluks dibedakan berdasarkan tebal fluks kawat las dan tipe fluks kawat las. Baik tipe ataupun tebal fluks dapat diketahui dari kode sebuah kawat las.

TEBAL FLUKS KAWAT LAS

Berdasarkan ketebalan fluks kawat las, dibedakan menjadi dua, yaitu fluks tebal dan fluks tipis. Dalam kode kawat las, semakin besar angka maka semakin tebal fluks tersebut.
  • angka 1 dan 2 menunjukkan fluks tipis
  • angka 3 dan 4 menunjukkan fluks sedang
  • angka 5 sampai 10 menunjukkan fluks tebal
  • angka 11 dan 12 menunjukkan kawat las itu berkekuatan tinggi
Semakin tebal selubung atau fluks kawat las, maka sifar mekanis hasil las juga bahan lasnya akan semakin tinggi.

TIPE FLUKS KAWAT LAS

Selain ketebalan fluks kawat las, tipe fluksnya juga mempengaruhi hasil pengelasan.

HURUF SELUBUNG FLUKS

Simbol atau tanda untuk tipe fluks , terdapat 4 huruf. Secara garis besar, arti huruf tersebut adalah :
  • A= Kadar besi (FE) tinggi
  • B= Kadar angan (Mn) yang sifat basanya tinggi
  • C= Kadar selulose yang tinggi
  • R = Kadar mineral rutil yang tinggi

JENIS FLUKS (SELUBUNG) BERDASARKAN TIPE

  • A = jenis selubung untuk asam
  • R = jenis selubung untuk rutil (tipis dan sedang)
  • RR = jenis selubung untuk rutil (tebal)
  • AR = jenis selubung untuk asam (tipe campuran)
  • C = jenis selubung untuk selulosa
  • R(C) = jenis selubung untuk rutil selulosa (sedang)
  • RR (C) = jenis selubung untuk rutil selulosa (tebal)
  • B = jenis selubung untuk basa
  • B(C) = jenis selubung untuk  basa dengan bagian tidak basa
  • RR(B) = jenis selubung untuk rutil basa (tebal)
Terdapat beberapa huruf berbeda yang menunjuk pada kode suatu jenis campuran, di mana jenis fluks tersebut dapat memberikan pengaruh pencairan dan bahan tambahannya, kemudahan mencair terak las.

Thursday, April 30, 2015

JENIS CACAT LAS

cacat lasJenis cacat las pada proses pengelasan mungkin saja terjadi, beberapa diantaranya adalah :
1. Retak (Cracks)
2. Inklusi
3. Voids
4. Kurang fusi atau penetrasi (lack of fusion of penetration)
5. Bentuk yang tidak sempurna (imperfect shape)

1. JENIS CACAT LAS RETAK (CRACKS)jenis cacat las crack

Jenis cacat sambungan ini bisa terjadi pada logam las (weld metal), daerah logam dasar (parent metal), ataupun daerah pengaruh panas (HAZ ).

CACAT RETAK PADA BAGIAN ATAS , TERDIRI ATAS :

a. retak panas
b. retak dingin

BAGIAN RETAKAN DAPAT DIBAGI MENJADI :

a. retakan memanjang (longitudinak crack)
b. Retakan melintang (transverse crack)
Retak panas umunya terjadi pada suhu tinggi ketika proses pembekuan berlangsung. Retak dingin umumnya terjadi di bawah suhu 200C setelah proses pembekuan.

2.JENIS CACAT LAS INKLUSIjenis cacat las inclusion

Cacat ini disebabkan oleh pengotor atau inklusi baik berupa produk karena reaksi gas atau berupa unsur-unsur yang berasal dari luar. Seperti terak. Oksida, logam wolfram atau lainnya. Cacat las ini umumnya terjadi pada daerah bagian logam las (weld metal)

3. JENIS CACAT LAS VOIDS

jenis cacat las voidsPorositas merupakan cacat las berupa lubang-lubang halus atau pori-pori yang biasanya terbentuk di dalam logam las akibat terperangkapnya gas yang terkadi ketika proses pengelasan. Di samping itu, porositas dapat pula terjadi karena kekurangan logam cair karena penyusutan ketika logam membeku. Porositas seperti itu disebut : shrinkage porosity.
Jenis porositas las dapat dibedakan berdasarkan pori-pori yang terjadi yaitu :
• Porositas terdistribusi merata
• Porositas teraalokakisasi
• Porositas linier

4. KURANG FUSI ATAU PENETRASI (LACK OF FUSION OF PENETRATION)

jenis cacat las lack-of-fusionA. KURANGNYA FUSI

cacat ini merupakan cacat akibat terjadinya “discontinuity” yaitu ada bagian yang tidak menyatu antara logam induk dengan logam pengisi. Di samping itu cacat jenis ini dapat pua terjadi pengelasan berlapis (multipass welding) yaitu terjadi antara lapisan las yang satu dan lapisan yang lainnya.

B. KURANGNYA PENETRASI

cacat jenis ini terjadi bila logam las tidak menebus mencapai sampai ke dasar dari sambungan.

5. JENIS CACAT LAS BENTUK YANG TIDAK SEMPURNA (IMPERFECT SHAPE)

jenis cacat las imperfect shapeJenis cacat ini memberikan geometri sambungan las yang tidak baik atau tidak sempurna sepertu undercut, underfill, overlap, excessive reinforcement dan lain-lain. Morfologi geometri dari cacat ini biasanya bervariasi.



MENCEGAH CACAT LAS

Pencegahan cacat las dapat dilakukan dengan :
  • posisi pengelasan yang benar sesuai dengan mentor las
  • jenis kawat las. Menggunakan kawat las Ezona akan mengurangi kemungkinan terjadi cacat las
  • AWS kawat las yang sesuai dengan bahan kerja sambungan las

Wednesday, April 29, 2015

KAWAT LAS ANCURAN

Dalam artikel ini, membahas  pengertian ancuran dan kawat las yang cocok untuk ancuran atau besi cor.

A. ANCURAN ( BESI COR, BESI TUANG)

kkop-0001Besi Cor, besi tuang, cast iron dalam masyarakat umum  dikenal dengan nama “ancuran”. Secara Garis besar, pengertian besi cor alias ancuran ini  adalah paduan antara besi (Fe) dan karbon (C), tapi kandungan Karbon-nya harus lebih besar dari 2%. Material ancuran ini mengandung unsur silikon (Si) yang berfungsi sebagai Penggalak penggrafitan , makudnya mendorong terjadinya grafit di dalam besi cor alias ancuran. Grafit adalah karbon bebas yang terdapat dalam suatu material, yang tidak berikatan dengan unsur lain untuk membentuk suatu senyawa, jadi sifatnya relatif lunak. Grafit ini memiliki peranan pentingdalam menentukan sifat mekanik besi cor.

MACAM ANCURAN (BESI COR, BESI TUANG) :

Ancuran atau besi cor , terbagi menjadi 4 jenis yaitu: a. Besi Cor Kelabu, b. Besi Cor Nodular, c. Besi Cor Malleable, d. Besi Cor Putih.

B. KAWAT LAS ANCURAN (BESI COR, BESI TUANG)

Kawat Las Ancuran. Dalam dunia pengelasan, kawat las yang baik untuk ancuran atau besi cor adalah :
  • KAWAT LAS ANCURAN (CAST IRON) EDZONA-10

    AWS  NiFe
    AC/DC +/-
    Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
    Hardness : 200 HB
    Kawat Las untuk pengelasan berbagai jenis besi cor. Dapat menyambung secara sempurna antara besi cor dengan berbagai macam baja termasuk stainless steel, karena mengandung formula khusus pada coatingnya
  • KAWAT LAS ANCURAN (CAST IRON) EDZONA-60

    AWS E Ni Cu-B
    AC/DC +/-
    Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
    Hardness : 165 HB
    kawat las ancuran khusus dengan inti nikel-tembaga yang sangat baik untuk pengelasan komponen yang terbuat dari besi cor yang mengandung tembaga, bisa dilakukan tanpa pemanasan awal atau dengan pemanasan awal (sampai 200 C).
  • KAWAT LAS ANCURAN (CAST IRON) EDZONA-90

    AWS E Ni Ni-Cl
    AC/DC +/-
    Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
    Hardness : 175 HB
    kawat las ancuran ini dapat digunakan tanpa pemanasan awal, dengan daya tutup yang tinggi, sehingga amat ekonomis tahan terhadap ampere yang tinggi tanpa rusak atau terbakar serta tidak akan terjadi undercut.
  • KAWAT LAS ANCURAN (CAST IRON) EDZONA-10 FN

    AWS E Ni Ni Fe-Cl
    AC/DC +/-
    Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
    Hardness : 180 HB
    kawat las ancuran untuk semua jenis besi tuang malleable kandungan Ni Fe balance yang masih dapat dimachining, keistimewaan dapat untuk penyambungan antara besi tuang dengan stainless steel, baja, besi.
  • KAWAT LAS ANCURAN (CAST IRON) EDZONA-50 HR

    AWS E St
    AC/DC +/-
    Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
    Hardness : 300-330 HB
    kawat las ancuran untuk besi tuang yang terkontaminasi, berkomposisi bebas Ni, penetrasi baik serta hasil depositenya tidak korosi, tahan benturan dan tahan gesekan, keistimewaan dapat di tumpuk hasil lasnya lebih dari 3 lapis tidak retak walaupun tanpa under layer.
Untuk spesifikasi kawat las Ancuran, dan harga kawat las Ancuran Edzona, Anda bisa menghubungi kami via :

Tuesday, April 28, 2015

KAWAT LAS YANG BAIK

Think

Kawat Las yang baik. Pengelasan menggunakan las busur listrik pasti memerlukan kawat las atau elektroda yang terdiri dari suatu inti. Inti tersebut terbuat dari suatu logam di lapisi oleh lapisan yang terbuat dari campuran zat kimia, selain itu kawat las atau elektroda berfungsi sebagai pembangkit, kawat las ini juga sebagai bahan tambah.
Elektroda atau kawat las memiliki dua jenis bagian yaitu bagian yang bersalut (fluks) dan tidak bersalut yang merupakan pangkal berguna untuk menjepitkan tang las. Fungsi fluks atau lapisan kawat las dalam las adalah melindungi logam cair dari lingkungan udara menghasilkan gas pelindung, untuk menstabilkan busur, dan sumber unsur paduan.
Pemilihan kawat las pada pengelasan harus sangat diperhatikan apabila kekuatan las diharuskan sama dengan kekuatan material. Diameter kawat las juga harus disesuaikan dengan jenis bahan dan arus yang di gunakan dalam pengelasan.

FAKTOR KAWAT LAS YANG BAIK

Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memilih kawat las adalahkawat las yang baik
  • Komposisi kawat las aterial (base metal)
  • Bentuk desain sambungan yang diinginkan
  • Arus las, AC atau DC polaritas EP/EN
  • Posisi pengelasan
  • Persyaratan penetrasi, head input
  • Biaya operasional
  • Juru las (kualifikasi juru las) untuk spesialis proses
Untuk memilih kawat las yang baik, kualitas kawat las adalah hal utama. Dari berbagai merk kawat las, kawat las Edzona adalah kawat las dengan bahan material yang kualitasnya tidak diragukan lagi. Kawat las edzona telah digunakan oleh berbagai industri. Karena kesesuaian kawat las dengan material kerja yang akan disambung, kawat Las Edzona memiliki banyak tipe yang akan menyesuaikan dengan kebutuhan pengelasan. Selain itu, kawat las Edzona memiliki ukuran kawat las yang lengkap dan kalisifikasi standar.