Wednesday, April 22, 2015

KODE KAWAT LAS

Dalam dunia pengelasan, kawat las adalah hal penting untuk mendapatkan hasil pengelasan yang baik. Setiap kawat las memiliki jenis yang berbeda-beda. Maka ada aturan kode kawat las untuk membedakan setiap kawat las. Kode kawat las atau tanda untuk elektroda las telah dinormalisasikan dengan standart. Hal Ini  akan membantu tukang las dalam memilih elektroda dan mempergunakannya.

kode-kawat-las

KODE KAWAT LAS MENURUT D I N 1913.

51 2 2 RR 6 DIN 1913
E 43 2 2 R(C) 3 DIN 191  
1   2 3  4  5       6      7
1 = Tanda singkatan untuk kawat las (SMAW)
2 = Tanda tegangan tarik minimal. Hanya ada tanda angka 43 dan 51.
3 = Tanda angka untuk pengembangan dan pukul takik. Ada enam tanda angka dari 0 – 5. Sesuai tanda angka, maka tiap kali ada ketetapan suhu percobaan ada ketentuan minimal dari pengembangan dan pukul takik.
4 = Tanda angka untuk pukul takik yang semakin tinggi. Ada enam tanda angka dari 0 – 5. Sesuai dengan tanda angka, pada tiap ketentuan suhu percobaan ada ketentuan kenaikan pukul takik minimal.
5 = Tanda singkatan untuk tipe selubung / fluks / coating. Dari empat tipe dasar (A, R, B, C) tersusun sepuluh macam tanda singkatan tipe.
6 = Tanda angka untuk klasifikasi. Ada dua belas tanda angka dari 1 – 12.
7 = Normalisasi elektroda las menurut D I N.

KODE KAWAT LAS AWS

EXXXXX-X
urutan 1 = Huruf E
urutan 2 = Kekuatan tarik Titik luluh Regangan
urutan 3 = posisi (Semua posisi, Datar dan Horizontal, Hanya untuk posisi datar)
urutan 4 = Fluks/ selubung (Jenis Selubung, Arus, dan Polaritas)

JENIS SELUBUNG ARUS DAN POLARITAS

E XXX 0 : elekroda las selulosa natrium tinggi (DC+).
E XXX 1 Elektroda las selulosa kalium tinggi (AC atau DC +).
E XXX 2 Elektroda las natrium titania tinggi (AC atau DC ±).
E XXX 3 Elektroda las kalium titania tinggi (AC atau DC ±).
E XXX 4 Elektroda las titania, serbuk besi (AC atau DC ±).
E XXX 5 Elektroda las natrium hidrogen rendah (DC +).
E XXX 6 Elektroda las kalium hidrogen rendah (AC atau DC +).
E XXX 7 Elektroda las serbuk besi,oksida besi (AC atau DC ±).
E XXX 8 Elektroda las serbuk besi, hidrogen rendah (AC atau DC+).

untuk daftar kode dan arti kawat las AWS, silahkan ke Kawat Las AWS

Tuesday, April 21, 2015

JENIS PENGELASAN

jenis-pengelasan

Las adalah adanya proses pengikatan dua buah logam atau lebih yang terjadi karena proses dihusi yang berasal dari logam tersebut. Proses difusi dalam penyambungan las dapat dilakukan pada saat kondisi padat maupun kondisi cair. Istilah pengkondisian ini dalam terminologi ada dua, yaitu Kondisi padat disebut Solid State Welding (SSW) dan Kondisi cair disebut Liquid State Welding (LSW) atau Fusion Welding.

 


JENIS PROSES LAS :

1. PROSES KONDISI PADAT ATAU SOLID STATE WELDING (SSW)

Jenis pengelasan proses SSW sering dilakukan dengan tekanan sehingga proses ini biasanya disebut juga Pressure welding. Kelebihan dari proses SSW adalah :
  • Dapat menyambungkan dua buah material atau lebih yang tidak sama.
  • Proses yang cepat
  • Presisi
  • Hampit tidak memiliki daerah yang terpengaruh panas (heat offected zone/ HAZ).
Namun, proses ini memiliki persiapan sambungan dan proses yang rumit, sehingga dibutuhkan ketelitian yang sangat tinggi.
Terdiri Dari :

A. LAS BUSUR LISTRIK

  1. Las Flash But
  2. Las Elektroda Terumpan
    1. Las MIG (Metal Inert Gas)dan Las MAG(Metal Active Gas)
    2. Las Listrik (Shielded Metal Arc Welding/SMAW)
    3. Las Busur Terpendam (Submerged Arc Welding/SAW)
  3. Las Elektroda Tak Terumpan (Non Consumable Electrode)
    1. Las TIG(Tungsten Inert Gas)
    2. Las Plasma

B. LAS TAHANAN (RESISTANCE WELDING)

  1. Las Titik (Spot Welding)
  2. Las Kelim ( Seam Welding)
  3. Las Gas atau Las Karbit (Oxy-acetylene welding / OAW)
  4. Las Sinar Laser
  5. Las Sinar Elektron

2. PROSES KONDISI CAIR ATAU LIQUID STATE WELDING (LSW) ATAU FUSION WELDING

Jenis pengelasan LSW adalah proses pengelasan yang sangat populer. Sambungan las pada proses ini terjadi karena adanya pencairan ujung kedua material yang akan disambungkan. Energi panas yang digunakan untuk mencairkan material berasal dari tahanan listrik, busur listrik, pembakaran gas, dan terdapat beberapa cara lain misalnya sinar electron, sinar laser, dan busur plasma. Dengan cara ini, penyambungan material harus sama, untuk mendapatkan sambungan yang sembpurna sehu material haus sama, jika tidak maka proses penyambungan tidak akan terjadi. Kelebihan proses pengelasan LSW ini adalah :
  • Proses dan persiapan sambungan yang tidak rumit
  • Biaya murah
  • Pelaksaannya yang mudah
Terdiri Dari :
  1. Friction Welding
  2. Cold Welding
    1. Las Ultrasonik (Ultrasonic Welding / UW)
    2. Las Ledakan ( Explosive Welding / EW)
  3. Las Tempa
Dengan berbagai proses pekerjaan las, Kawat Las EDZONA tampil dengan kelebihan yaitu keunggulannya pada mikro struktur bahan metalnya. Untuk hasil las terbaik, gunakan kawat las EDZONA

Monday, April 20, 2015

KAWAT LAS NON FERROUS METALS ALUMINIUM

kawat-las-non-ferrous-metals-aluminiumNON FERROUS METALS (LOGAM BUKAN BESI)

Logam non ferrous metal atau bukan besi jika dalam keadaan murni memiliki sifat yang sangat baik. Ciri dari logam non besi adalah mempunyai daya tahan terhadap korosi yang tinggi, daya hantar listrik baik dan juga dapat berubah bentuk dengan mudah. Cara paduan logam non ferrous metal ini tergantung pada banyak hal misalnya kemudahan dalam memberikan bentuk, kekuatan, harga bahan baku, berat jenis, penampilan. Logam bukan besi mempunyai dua golongan jika berdasarkan berat jenis yaitu berat dan ringan.

NON FERROUS METALS ALUMINIUM

Aluminium termasuk bukan logam yang reaktif jika dalam pengertian kimia. Jika logam aluminium di udara terbuka akan bereaksi dengan oksigen, dan jika reaksi berlangsung terus menerus maka aluminium mudah rusak dan menjadi rapuh. Permukaan lapisan luar aluminium oksida yang terbentuk pada permukaan logam merekat kuat pada logam di bawahnya dan membentuk lapisan yang kedap. Sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan konstruksi tanpa takut sifat kimia yang reaktif. Tapi jika logam bertemu dengan alkali lapisan oksida akan mudah larut. sebaliknya berbagai asam termasuk asam nitrat pekat tidak berpengaruh pada aluminium karena kedap terhadap asam.
Aluminium merupakan logam ringan dengan ketahanan korosi yang sangat baik, hantaran listriknya cukup baik yaitu 3,2 kali daya hantar listrik besi. Berat jenis 2,643 kg/m3 yang cukup ringan jika dibandingkan dengan logam lain. Kekuatan aluminium sekitar 83-310 MPa dapat dililakukan baik pengerjaan dingin maupun panas. Jika dengan menambah unsur pengerjaan panas maka dapat diperoleh paduannya dengan kekuatan melebihi 700Mpa paduannya.
Aluminium dapat ditempa, ekstruksi, direnggangkan, diputar, dilngkungkan, dirol, embos, spons, ditarik untuk menghasilkan kawat. Semua paduan aluminium bisa dilas, dimesin, dan di patri.

KAWAT LAS ALUMINIUM

Kawat las non ferrous metals aluminium EDZONA mempunyai banyak tipe yang bisa diaplikasikan untuk sambungan aluminium baik  mereparasi, pengelasan alumunium roll, extrusion dan aluminium cor. Selain itu juga baik digunakan untuk memperbaiki dan maintenance komponen kendaraan, fabrikasi, irigasi, listrik, mesin laut, pembuatan tangki dan penyambungan pipa bahan kimia, juga untuk berbagai macam penggunaan lainnya yang terbuat dari bahan aluminium.
  • KAWAT LAS NON FERROUS METALS ALUMINUIM EDZONA-AL 43

    AWS : E 4043
    DIN
    1732 El-Al Si 5 Rest
    DC+
    Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
    Hasil pengelasan kawat las non ferrous metalas aluminium Edzona AL 43 padat tanpa porosity, bebas percikan dan terak mudah dibersihkan, dapat menyatu dengan baik pada aluminium biasa dan aluminium alloy,  dapat digunakan untuk segala posisi pengelasan.
  • KAWAT LAS NON FERROUS METALS  ALUMINIUM EDZONA-AL 430

    AWS : DIN
    1732 El-Al Si 12 Mn 0.3 Al bal Rest
    DC+
    Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
    kawat las Non ferrous metals aluminium edzona 430 untuk pengelasan semua jenis logam Aluminium murni atau Aluminium Alloy, deposite lasnya sangat baik dan halus, penetrasi pengelasan lebih dalam, tanpa porosity, endapan terak sangat tipis sehingga ekonomis.
Sumber : http://kawatlas.jayamanunggal.com/kawat-las-non-ferrous-metals-aluminium/

Saturday, April 18, 2015

PENGELASAN STAINLESS STEEL

Pengelasan sedikit berbeda untuk setiap logam termasuk las stainless steel. Baca artikel berikut untuk mempelajari secara spesifik tentang bagaimana untuk las stainless steel dengan baik.

CARA PENGELASAN STAINLESS STEEL

Step pengelasan stainless steel :

1. Pakai perlengkapan perlindungan yang tepat.
Pakai celana dan baju full, kacamata pelindung, sarung tangan, dan perlindungan lain sesuai SOP.

2. Menentukan metode yang terbaik untuk penggabungan logam dasar.
Metode yang paling umum adalah T, tepi, lap, sudut dan belakang.
Ketika memilih berbagai metode, perhitungkan ketebalan logam yang akan dilas, aksesibilitas dan kekuatan yang diperlukan dari pengelasan stainless steel.

3. Mengamankan logam dengan perlengkapan dan jig.

4. Pilih proses yang paling tepat untuk mengelas stainless steel.
Shielded metal arc welding juga dikenal sebagai SMAW, atau kawat las.
Tungsten gas pengelasan busur juga dikenal sebagai GTAW.
Flux cored arc welding juga dikenal sebagai FCAW.
Gas metal arc welding juga dikenal sebagai GMAW. Proses ini dibagi menjadi dua metode yang berbeda: Transfer sirkuit pendek dan spray transfer.

5. Pilih shielding gas yang sesuai.
Dalam beberapa kasus, seperti SMAW, seorang shielding gas tidak diperlukan. Metode lainnya bervariasi dari argon menjadi helium kombinasi gas yang bervariasi.

6. Pilih logam pengisi untuk digunakan dalam pengelasan stainless steel.
Jika kedua logam yang akan menyatu sama, logam dasar harus mencerminkan komposisi tersebut logam dasar. Jika logam berbeda, logam pengisi harus diambil sesuai. Paling tidak mungkin untuk memecahkan dan yang paling kompatibel dengan logam dasar.

7. Bersihkan logam dasar stainless steel.
Proses pembersihan menghilangkan pengaruh oksida membentuk pada logam dasar. Seluruh logam dasar harus lembut disikat dengan sikat kawat baja stainless, menghilangkan oksida dan Gerinda yang ada. Memakai sarung tangan agar minyak dari tangan tidak mempengaruhi stainless steel.
8. engelasan stainless steel baik jika dalam suhu kamar.
Jika stainless steel austenitik, pemanasan tidak diperlukan. Panaskan ketika pengelasan dengan stainless steel martensit atau feritik. Panaskan juga jika stainless steel sangat tebal atau kandungan karbon tinggi

9 Penerapan obor las

10 Lalukan pemanasan setelah pengelasan stainless steel.
Pendinginan cepat dari stainless steel dapat menyebabkan banyak stres internal, yang dapat mengakibatkan retak.

11 Membersihkan kerak-kerak di tempat las, jika perlu. Pengelasan SMAW dan FCAW keduanya rentan terhadap residu slag.

JENIS KAWAT LAS STAINLESS STEEL

stainless steel atau Baja tahan karat adalah senyawa besi yang mengandung 10,5% Kromium untuk mencegah proses korosi (pengkaratan logam). Kemampuan stainless steel terhadap tahan karat diperoleh dari terbentuknya lapisan film oksida Kromium, dimana lapisan oksida ini menghalangi proses oksidasi besi (Ferum).

Untuk pemilihan kawat las stainless steel, berikut spesifikasinya :

KAWAT LAS STAINLESS STEEL EDZONA-100

AWS : E 307 – 16
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
C 0.1 Cr 18.5
Ni 8.5
Mn 6.0

KAWAT LAS STAINLESS STEEL EDZONA-108

AWS : E 308 L- 16/17 dan E 19.9 LR 12
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
C<0.03 Si 0.8
Cr 20 Ni 10

KAWAT LAS STAINLESS STEEL EDZONA-109

AWS : E 309 Mo L- 16/17 dan E 23 12 2 LR 12
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
C<0.04 Cr 23
Ni 13 Mo 2.6

KAWAT LAS STAINLESS STEEL EDZONA-110

AWS : E 307 – 16
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
DC+/AC
C 0.1 Cr 18.5
Ni 8.5 Mn 6.0

Kawat Las Stainless Steel EDZONA-116

AWS : E 316-L dan E 19.12.3 LR 11
DC+/AC
Diameter : 2,6 & 3,20 – 4,00
C<0.03 Si 0.8
Cr 19 Ni 12 Mo 3.0

Thursday, April 16, 2015

KAWAT LAS LISTRIK

LAS LISTRIK

Salah satu cara pengelasan dengan memanasi logam yang dilas adalah dengan arus listrik. Cara ini menggunakan arus listrik yang dibangkitkan oleh generator dan kemudian dialirkan melalui kabel ke sebuah alat yang menjepit elektroda diujungnya. Elektroda tersebut adalah suatu logam batangan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik.
kawat-las-listrik

PRINSIP KERJA LAS LISTRIK

Saat arus listrik dialirkan, kawat las listrik disentuhkan ke benda kerja dan kemudian ditarik ke belakang sedikit, dan arus listrik akan tetap mengalir melalui celah sempit antara ujung elektroda dan benda kerja. Arus yang mengalir ini dinamakan busur atau arc yang dapat mencairkan logam.
Kadang dua logam yang disambung dapat menyatu secara langsung, tetapi terkadang masih diperlukan bahan tambahan lain. Supaya deposit logam lasan terbentuk dengan baik, bahan tersebut disebut bahan tambah atau filler metal. Filler metal ini biasanya berbentuk batangan, sehingga biasa dinamakan welding rod atau Elektroda las. Pada saat proses las, kawat las listrik dibenamkan ke dalam cairan logam yang tertampung dalam suatu cekungan yang disebut welding pool dan secara bersama-sama akan membentuk deposit logam lasan, teknik ini dinamakan Las Listrik atau SMAW (Shielded metal Arch welding) >> lihat gambar.
Sebagian besar logam akan berkarat atau korosi saat bersentuan dengan udara atau uap air, misalnya logam yang berkarat dan alumunium yang mempunyai lapisan putih di permukaannya. Jika pemanasan dilakukan,akan dapat mempercepat proses korosi. Jika karat, kotoran, atau material lain tercampur ke dalam, maka cairan logam lasan dapat menyebabkan kekroposan deposit logam lasan yang terbentuk sehingga menyebabkan cacat pada sambungan las.
Sehingga, CV Jaya Manunggal menyediakan kawat las untuk hasil pengelasan terbaik. Kawat las edzona merupakan sebuah produk kawat las khusus perawatan mesin dan chemical yang sudah dikenal kualitasnya. Kawat las Edzona ini merupakan buatan Switzerland dengan mutu kawat las yang tinggi dan harganya yang sangat bersaing.

Wednesday, April 15, 2015

KELEBIHAN LAS ARGON

KELEBIHAN LAS ARGON

Setelah membahas tentang :: Pengertian Las Argon ::, kali ini kami akan membahas kelebihan las argon dibandingkan dengan cara las yang lain. Jenis las argon atau TIG atau GTAW ini merupakan salah satu metode yang termasuk paling penting dalam pengerjaan las baja paduan tingggi (high-alloy) dan logam bukan besi (non-ferrous) seperti aluminium, tembaga, titanium, Molibdenum dan paduan .
kelebihan-las-argon

KELEBIHAN 

Dibandingkan dengan metode pengelasan lain, metode ini memiliki kelebihan yaitu:
  • Las Argon berpulsa dan Argon arus bolak-balik dalam proses pengelasannya dapat meningkatkan kemampuan pencairan material las.
  • Stabilitas busur yang tinggi
  • Penyebaran panas berlebihan pada benda kerja bisa dikurangi dengan adanya penambahan gas pelindung inert yang sekaligus sebagai gas pendingin.
  • Hampir tidak ada cacat las, dan asap las relatif rendah.
  • karena las Argon dilakukan dengan penambahan logam pengisi maka Elektroda tidak habis sekali pakai .
  • Juru las yang dapat melakukan penyesuaian kekuatan las secara optimal.

KELEBIHAN LAS ARGON : ARUS

  • Arus bolak-balik (alternating current atau AC)
arus bolak balik adalah arus listrik yang besarnya dan arahnya arus berubah-ubah secara bolak-balik.  Bentuk gelombang listrik arus bolak-balik memiliki bentuk gelombang sinusoida, sehingga memungkinkan pengaliran energi yang efisien. Tetapi dalam aplikasi-aplikasi spesifik yang lain, bentuk gelombang lain dapat digunakan, misalnya bentuk gelombang segitiga atau triangular wave dan bentuk gelombang segi empat  atau square wave.
  • Arus searah (direct current/DC)
arua searah adalah arus listrik yang aliran elektronnya searah dari suatu titik yang energi potensialnya tinggi ke titik lain yang energi potensialnya lebih rendah.

Tuesday, April 14, 2015

CARA LAS ARGON

KONSTRUKSI PERANGKAT LAS ARGON

Las argon atau disebut juga TIG, sebelumnya telah dibahas pada artikel :: Pengertian Las Argon :: Kali ini akan dibahas tentang cara las argon. Sistem pengelasan argon terdiri dari sumber daya yang dihubungkan yaitu pengelasan dengan arus searah ataupun bolak balik dan pembakar las yang terhubung dengan sumber arus listrik melalui paket selang dan kabel. Paket selang dan kabel tersebut yang mengalirkan pasokan gas pelindung, air pendingin, adan arus las.
Untuk Las busur gas adalah pengelasan di mana aliran gas pelindung menyelubungi dan melindunginya dari pengaruh buruk udara. Busur las menyala di natara elektroda wolfram yang tidak mencair dan benda kerja. Gas inert yang tidak akan menimbulkan reaksi kimia, seperti argon dan helium atau campuran yang menelubungi sekaligus melindungi kawah las adan wolfram dari pengaruh udara.
cara-las-argon
Konstruksi Perangkat Las Argon
Keterangan :
  1. Konektor atau sambungan sumber arus listrik
  2. Sumber arus las dan unit kontrol ( sistem pendinginan air menggunakan tangki pendingin tambahan, sirkulasi pendingin, dan pompa pendingin)
  3. Botol gas pelindung
  4. Katup untuk mengatur aliran gas dengan meter aliran gas
  5. Sistem pengendali pembakar las
  6. Saluran gas pelindung
  7. Kabel arus las
  8. Pembakar las dengan tombol
  9. Kabel masa dan penjepit benda kerja
  10. Elektroda tungsten
  11. Gas pelindung
pengertian-las-argon
Proses Las Argon

PROSEDUR CARA LAS ARGON

Hal yang perlu dilakukan ketika merangkai cara las argon sesuai standar operasional prosedur (SOP) adalah :
  1. Pengecekan kondisi komponen peangkat las
  2. Menghubungkan paket slang ke mesin las, juga sambungan air pendingin dan gas
  3. Menghubungkan kontrol remot balik baik sistem pedal kaki maupun setelan tangan
  4. Menghubungkan kabel masa ke mesin dan klem masa ke meja atau benda kerja
  5. Memilih polaritas pengelasan. Pengelasan aluminium tombol diarahkan ke arus bolak-balik (AC), sedangkan untuk pengelasan baja dan baja paduan diarahkan ke arus searah (DCEN)
  6. Menyiapkan elektroda tungsten
  7. Merakit pembakar las, melonggarkan tutup pembakar las dan juga melepas tungsten dari pembakar. Melepaskan kolet dan nozle tembaga dari pembakar. memasang kolet beserta dudukannya ke pembakar. Memasang kembali nozle ke pembakar. Kemudian memasang kawat las ke dalam kolet pembakar las dengan kemunculan ujung kawat las (elektroda) 3- 6 mm atau tidak melebihi diameter dalam nosel gas, dan mengencangkap pentup pembakar las
  8. Membuka sebentar katup gas untuk mengeluarkan kotoran setelah memastikan gas pada posisi aman. Memasang regulator gas (penyetel aliran gas belum dibuka) pada botol gas. Menghubungkan mesin las dan slang. Cek kerapatan sambunggan slang gas dengan air sabun
  9. Menghubungkan konektor daya utama, memastikan catu daya tersambung dengan mesin. Menghubungkan stopkontak sesuai prosedur buku manual.
  10. menghidupkan konektor daya utama, membuka katup gas, kemudian menyetel aliran gas.
  11. Memastikan benda kerja untuk dilakukan uji coba, penyalaan busur dan penyetelan kuat arus.