Monday, January 18, 2016

Alasan Memakai Kawat Las Cast Iron EDZONA


Alasan Memakai Kawat Las Cast Iron EDZONA
Pengelasan Cast Iron atau yang sering disebut pengelasan besi tuang atau besi cor. Pada semua kasus pengelasan, tidak dapat dipungkiri pasti memungkinkan terjadinya keretakan atau kesalahan yang disengaja ataupun tidak. Maka untuk pengelasan termasuk cast iron, harus diperhatikan baik-baik kandungan benda kerja sambungan.  Salah satu  faktor yang dapat menyebabkan terjadinya retak pada besi tuang setelah terjadinya pengelasan.
  1. Jumlah %C = Carbon terlalu tinggi. Biasanya unsur C yang tinggi memang akan menurunkan Titik Lebur baja sehingga antara proses peleburan dan penuangan di cetakan lebih mudah. Namun memiliki sifat yang lunak akan dan bisa menjadi sumber keretakan di paduan Besi Cor. Jumlah %P= Posphor dan Jumlah %S= Sulphur Tinggi. Dalam paduan Fe, kadar P dan S tidak boleh lebih besar dari ketentuan pengelasan karena jika lebih akan menyebabkan sumber keretakan Sedangkan unsur P dan S ini tidak diturunkan sajakarena dalam proses pengecoran, unsur P dan S sangat diperlukan untuk meningkatkan mampu alir dari cairan besi.
  2. Sedangkan pada faktor yang lain seperti bentuk yang kompleks dan lainnya, tidak banyak berpengaruh, karena kebanyakan pada proses pengelasan Cast Iron, keretakan terjadi pada daerah HAZ.
  3. Kemudian untuk pengaruh Oli atau pengotor seperti ini lebih banyak berpengaruh terhadap terjadinya Porosity pada besi lasan.
  4. pemilihan kawat las yang tidak tepat

Kawat Las Cast Iron EDZONA

Bedasarkan faktor-faktor di atas, salah satu faktor penting adalah pemilian kawat las terutama jika kawat las yang digunakan untuk maintenance atau perbaikan mesin-mesin. Alasan memakai kawat las Cast Iron EDZONA adalah :
  1. Kawat Las Cast Iron EDZONA memiliki banyak tipe, yaitu ada lima tipe berbeda yang memiliki keragaman kandungan dan AWS untuk menyesuaiakan dengan kebutuhan pengelasan. Tipe kawat las EDZONA untuk cast iron teridri dari EDZONA 10, EDZONA 60, EDZONA  90, EDZONA  10 FN, EDZONA  50 HR
  2. Kawat las EDZONA adalah produk impor yang memiliki keungulan produk dengan keunggulan pada mikro struktur bahan metalnya. Terbuat dari bahan-bahan mineral khusus, elemen-elemen campuran metal khusus, bahan dioksidasi dan bahan penstabil, sehingga mampu mengatasi perubahan komposisi elektroda pada fase kritis ketika logam mencair kemudian membeku kembali.
  3. Dapat menyambung sempurna
  4. Terdapat tipe kawat las EDZONA yang tanpa pemasan awal. Dengan daya tutup tinggi sehingga sangat ekonomis, tahan terhadap ampere yang tinggi tanpa rusak atau terbakar dan tidak akan terjadi undercut.
  5. Aplikasi kawat Las Cast Iron EDZONA untuk berbagai mesin misalnya untuk mereparasi roda gigi, untuk besi cor konstruksi mesin, perbaikan valve, pompa air, penyambungan besi cor dengan besi atau baja, mereparasi filler dan cover pass, engine block, cylinder head, mesin dengan getaran tinggi, manifold, cor termasuk digalvanis, penyambungan antara besi cor dan stainless-steel dan berbagai komponen lain, build up Body Parts, Roll Cast Iron, Block Mesin, Silinder Coup, Manifolt, House Bearing, All Parts Pump, Parts Textile, gear box, teeth parts, build up Roll Sakura, drum drawing, pump centrifugal, blower, clamp serta semua parts Besi tuang Ductille, dan lain-lain.
  6. Pelayanan perusahaan bagi customer Kawat Las EDZONA adalah hal utama, dengan adanya konsultasi, demo dan garansi, Pelanggan dapat mempercayakan kawat las terbaik pada kami.

Info Harga Kawat Las EDZONA

Untuk mendapatkan informasi mengenai tipe lengkap dan penawaran kawat las maintenance EDZONA, dapat mengakses halaman kawat las edzona atau menghubungi kami melalui email info@kawatlasedzona.com.

Saturday, January 16, 2016

Las Tahan Listrik

pengelasan pressure vessel 2

Pengertian Las Tahan Listrik

las tahan listrik atau las resistansi listrik, atau electric resistance welding (ERW) adalah metode pengelasan logam yang menggunakan prinsip tahanan listrik sebagai sumber panasnya. pengelasn dengan metode ini , permukaan yang akan disambung ditekan satu sama lainnya dan saat bersamaan arus listrik dialirkan. Kemudian pada kedua permukaan yang disentuhkan muncul hambatan atau tahanan ketika arus listrik dialirkan dan kedua permukaan menjadi panas dan kemudian mencair.
Las resistansi listrik dibagi menjadi dua metoda, yaitu sambungan tumpang dan sambungan tumpul.

A. Las Resistansi Listrik Tumpang

Umumnya sambungan tumpang  dilakukan untuk pengelasan pelat  tipis. Metoda Sambungan tumpang dibagi menjadi dua yaitu las resistansi tumpang garis dan las resistansi titik .
  1. Seam Resistance Welding. Pada las resistansi tumpang garis, sepasang roda terbuat dari paduan tembaga berfungsi sebagai penekan dan kawat las yang mengalirkan arus. Selama proses pengelasan, roda kawat las ini menekan pelat yang akan disambung dan bergerak sepanjang garis las. Daerah kontak kedua pelat memiliki tahanan yang tinggi, sehingga terjadi panas dan mencair, kemudian dengan tekanan dari roda kawat las kedua pelat tersambung. Prinsip pengelasan ini sama dengan las resistansi titik, namun las resistansi tumpang garis memerlukan arus antara 1,5 sampai 2,0 kali lebih tinggi dari las resistansi titik. Juga membutuhkan tekanan antara 1,2 sampai 1,6 kali lebih besar dari las resistansi titik.
  2. Spot Resistance Welding. Pada las resistansi titik, pelat yang akan disambung dijepit pada tempat sambungan dengan sepasang kawat las dan kemudian dialiri arus listrik yang cukup besar dalam waktu yang singkat. Arus listrik di antara kedua kawat las mengalir melalui pelat yang dijepit. Pada daerah kontak antara kedua pelat muncul hambatan atau tahanan yang relative besar. Pada daerah kontak ini timbul panas dan menyebabkan pelat yang bersentuhan mencair, sedangkan gaya tekan menyebabkan kedua pelat tersambung.Pada daerah kontak antara eletroda dan pelat juga terjadi panas akibat adanya tahanan listrik, namun tidak sampai mencairkan pelat, karena ujung kawat las didinginkan dengan air.

B. Las Resistansi Tumpul

Pda umunya sambungan tumpul  untuk menyambung logam yang berbentuk seperti batang atau dalam pembuatan pipa. Ujung logam yang akan disambung disentuhkan dengan tekanan tertentu, kemudian dialiri arus listrik. Sama denganproses  las resistansi titik dan las resistansi tumpang, dikedua permukaan yang bersentuhan akan timbul hambatan atau tahanan yang besar ketika dialiri arus listrik. Tahanan yang besar mengakibatkan panas dan logam mencair. Dan gaya tekan menyebabkan terjadinya sambungan. Las tumpul dibagi menjadi dua metoda yaitu las tumpul lantak dan las tumpul tekan.
  1. Flash Butt Welding. Pada las tumpul lantak batang yang akan disambung disentuhkan dengan gaya tekan yang rendah sehingga menyebabkan terjadinya busur listrik dibeberapa tempat dan menaikkan temperature logam setempat. Kegiatan ini berulang-ulang sehingga tercapai temperatur yang tinggi dan merata pada kedua logam. Kemudian kedua batang yang akan disambung diberi gaya tekan yang besar sampai terjadi penyambungan.
  2. Resistance Butt Welding. Pada las tumpul tekan, pertama bersihkan dahulu permukaan logam yang akan disambung. Kemudian kedua logam dikontakkan dengan gaya tekan yang tinggi. Arus listrik yang dialirkan menyebabkan daerah kontak menjadi panas dan mencair. Gaya tekan yang diberikan menyebabkan kedua logam menjadi tersambung. Pada pengelasan ini tidak terbentuk busur listrik, sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mencapai panas dan pencairan logam. Sehingga menyebabkan mutu pengelasann relatif rendah dibanding dengan metoda las tumpul lantak.

Thursday, January 14, 2016

Pengaturan Arus Listrik Las


Pengaturan Arus Listrik Las
Pada proses pengelasan, arus listrik adalah hasil dari mesin las dapat diatur dengan berbagai cara :
  1. Dengan mengubah kekuatan kumparan reaktor (sirkuit sekunder). cara ini terdiri dari mengganti jumlah kumparan pada reakor dan dengan mengganti kekuatan medan magnetik reaktor.
  2. Dengan mengubah kekuatan atau posisi medan magnet pada transformer utama. Cara ini meliputi menggerakkan koil (moving coil) dan menggerakkan inti (moving core)
Sejumlah mesin las busur menggunakan tap untuk menaikkan atau menurunkan jumlah gulungan atau koil yang digunakan reaktor. reaktor biasanya diberi kabel sesuai dengan besar amper yang keluar dari setiap tap.
mesin las dengan elemen yang dapat digerakkan mampunyai roda tangan di bagian atas mesin tersebut atau pada panel depan. Penunjuk (pointer) dan skala indikator menunjukkan besar arus (amper) yang diset. Masin ini dapat dengan transformer dengan tipe moving coil, moving core atau tipe reaktor infinite adjusment.
Salah satu tipe mesin las AC adalah mesin dengan tahanan pada sirkuit kumparan reaktor yang dapat diatur (adjustable). AC dirubah ke bentuk DC dan kumparan digunakan untuk mengendalikan kekuatan magnetik reaktor. Pengendalian yang dapat diatur ini dapat dilokasikan dari jarak jauh (remoted located), yang memungkinkan operator dapat mengendalikan mesin dengan nyaman.
Transform las AC misal dengan dua buah kumparan sekunder terpisah yang masing-masing untuk penyesuaian kasar dan sirkuit rheostat (resistensi) kendali reaktor untuk penyesuaian halus. Kendali kasar dipasang pada mesin dan kendali rheostat dapat dipasang pada mesin tetapi dapat dipasang pada mesin tetapi dapat juga dipasang di luar mesin yang memungkinkan operator dapat mengoperasikan lebih enak.

Pendinginan

Kebanyakan mesin las AC didinginkan dengan udara. Beberapa mesin kecil pendinginannya secara alami atau dengan cara udara mengalir karena gaya gravitasi. Beberapa mesin terutama ukuran besar menggunakan pendinginan sirkulasi udara paksa. Sebuah motor listrik dan fan disambung dengan sirkuit primer sehingga apabila mesin dihidupkan, secara otomatis fan berputar dan sirkulasi udara pendingin terjadi.  Udara pendingin harus mudah diperoleh, sirkulasinya lancar ( baik masuk maupun keluarnya). Aliran udara pendingin harus selalu terbuka. Mesin harus selalu bersih dan ventilasinya baik. Secara periodik sekali atau dua kali setahun, casing dan laluan udara dilepas, dibersihkan dari debu yang melekat. untuk pembersihan debu ini dapat digunakan udara bertekanan atau vacum cleaner.

Tuesday, January 12, 2016

Pengaruh Polaritas Pada Las TIG


Pengaruh Polaritas Pada Las TIG (1)
Pada pengelasan, polaritas lurus elektron akan bergerak dari kawat las dan menumbuk logam induk dengan kecepatan tinggi sehingga dapat berakibat terjadinya penetrasi yang dalam. Karena pada kawat las tidak terjadi tumbukan maka secara relatif maka  suhu kawat las tidak terlalu tinggi, sehingga dengan polaritas ini dapat digunakan arus yang besar. Dan sebaliknya dalam polaritas balik kawat las akan menjadi panas sekali, mengakibatkan arus listrik yang dapat dialirkan menjadi rendah. Sedangkan ukuran elektoda yang sama dalam polaritas balik kira-kira hanya 1 per 10 arus polaritas lurus yang dapat dialirkan.
Kemudian jika arus terlalu besar maka berakibat ujung kawat las juga akan ikut mencair dan akan  merubah komposisi logam cair yang dihasilkan dengan polaritas balik penetrasi ke dalam logam induk menjadi dangkal dan lebar. Selain itu terjadi juga proses inosasi pada gas argon yang menyelubunginya dan mengakibatkan terbentuk ion-ion Ar positif, yang menumbuk logam dasar dan dapat melepaskan lapisan oksida dipermukaannya. Peristiwa ini dinamakan pembersihan karena sifatnya yang dapat membersikan.
Pengaruh Polaritas Pada Las TIG (2)
Pada umunya arus searah dengan polaritas lurus dipakai untuk pengelasan dipakai untuk pengelasan baja, dan untuk aluminium karena permukaannya selalu dilapisi dengan oksida yang mempunyai titik cair yang tinggi, maka sebaiknya memakai arus bolak balik biasa yang ditambah dengan arus bolak balik frekuensi tinggi. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa las TIG dapat dilakukan pengelasan dengan tangan dan pengelasan otomatis.

Kawat Las TIG

Memiliih kawat Las TIG yang tepat adalah hal penting untuk kelancaran proses pengelasan, untuk mendapatlan hasil las yang bagus. Kawat las ARGON EDZONAmempunyai banyak type yang bisa diaplikasikan untuk pengelasan ferro dan non ferro terutama baja, tembaga, kuningan, stainless steel dan paduan nikel, Besi Siku, Stamping, Container, Baja-baja Serambi Setasion, Baja Lembaran pipa-pipa Baja, Textile, Food industri, As Baja, as Pump, penyambungan parts Baja, Chasis, Dasar-dasar Mesin, Frame, Casinet, Bracket, Penyambungan Saw Blade, Parts Industri Kimia, Hydroulic, Per/Spring, penyambungan semua jenis baja termasuk Baja Treatment, Gear Box, Saft,  Farmasi, House Gear, Piston, Helical Gear, termasuk penyambungan Baja dengan Besi atau Stainless steel dll.
Pelajari detail dari produk kami, Anda bisa menghubungi kami melalui email kami di info@kawatlasedzona.com. Kami akan segera memberikan masukan dan konsultasi untuk anda secara gratis.

Sunday, January 10, 2016

SAMBUNGAN PADA PENGELASAN ASETILIN


SAMBUNGAN LAS

Sambungan las merupakan sambungan antara dua atau lebih permukaan logam dengan cara melakuakn proses pemanasan lokal pada permukaan benda kerja. Pada beberapa komponen mesin tertentu ada yang bisa difabrikasi dengan pengelasan yang biayanya bisa lebih murah dibandingkan jika dilakukan dengan pengecoran atau tempa.

DASAR PEMILIHAN SAMBUNGAN LAS PADA PENGELASAN ASITILIN

Pada persiapan proses pengelasan hal yang juga perlu diperhatikan adalah pemilihan teknik sambungan yang paling sesuai dan tepat. Juga harus memperhitungkan mengenai sambungan tersebut apakah akan mampu menerima beban statis, beban dinamis ataupun kedua beban tersebut. Yang dimaksud beban statis adalah beban tetap yang tanpa pertambahan ataupun pengurangan baik dalam kondisi berfungsi atau tidak sedang difungsikan namun jikapun ada penambahan ataupun pengurangan beban hanya terjadi sangat kecil sehingga tidak akan berpengaruh dan dapat diabaikan. Sedangkan beban dinamis adalah beban yang bisa berubah dengan pertambahan maupun pengurangan yang cukup besar dan pada kondisi yang tidak menentu dan akan berpengaruh sehingga tidak bisa diabaikan. Karena ada beberapa kemungkinan antisipasi ebban pada sambungan las, maka ada beberapa macam sambungan las yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhannya.

MACAM SAMBUNGAN LAS PADA PENGELASAN ASITILIN

Pada proses pengelasan asitilin ada beberapa macam pilihan sambungan yang bisa dipilih oleh operator las, antara lain adalah sebagai berikut :

1. SAMBUNGAN VSambungan Pada Pengelasan Asetilin Sambungan V

Pada Sambungan V  bisa dibuat tertutup ataupun terbuka seperti yang digambarkan pada Gambar 1. Kelebihan sambunagn ini adalah lebih kuat dibandingkan sambungan persegi dan juga dapat dipakai untuk menerima gaya tekan yang cukup besa selain itu lebih tahan terhadap kondisi beban yang statis. Pada aplikasi pelat dengan tebal 5 – 20 mm perembesan/penetrasi bisa mencapai 100 %.

2. SAMBUNGAN XSambungan Pada Pengelasan Asetilin Sambungan X

Bisa dilihat pada Gambar 2, yaitu sambungan X tertutup dan terbuka. Jenis sambungan ini sangat baik untuk kondisi beban statis ataupun dinamis juga dapat menjaga dari perubahan bentuk kelengkungan seminimal mungkin. Pada umumnya sambungan ini digunakan pada aplikasi dengan ketebalan 18 – 30 mm.

3. SAMBUNGAN U

Sambungan Pada Pengelasan Asetilin Sambungan U
Pada aplikasi sambungan U dapat dibuat secara tertutup dan terbuka seperti digambarkan pada Gambar 3. Jenis sambungan ini akan lebih kuat menerima beban statis dan diperlukan pada sambungan berkualitas tinggi. Pada umumnya digunakan pada aplikasi dengan ketebalan pelat 12 – 25 mm.

KAWAT LAS ASITILIN

EDZONA menyediakan pilihan Kawat Las Asitilin yang berkualitas dengan beberapa pilihan. Silahkan mengunjungi menu produk untuk informasi lebih lengkap.

Friday, January 8, 2016

TIPE MESIN LAS BUSUR AC


Beberapa tipe mesin las busur AC adalah tipe motor generator dan tipe transformer.
Tipe Mesin Las busur AC 2

MESIN LAS BUSUR TIPE GENERATOR

Mesin las busur motor generator AC frekuensi tinggi telah banyak dikembangkan dan digunakan yang menyebabkan timbulnya arus bolak-balik frekuensi tinggi, karena frekuensi tinggi itu menimbulkan arus listrik, sehingga cukup mudah menggerakkan, menjaga busur seperti ini. Dua tipe mesin las busur AC generator adalah : generator las AC digerakkan motor listrik, generator las AC digerakkan motor bakar atau mesin. Motor generator listrik biasanya digerakkan oleh motor satu fase atau 3 fase 60 cycle pada putaran 1750 rpm. Generator ini dirancang untuk dapat menghasilkan frekuensi sampai 500 cycle per second (cps).
Mesin penggerak las busur AC yang umum digunakan. Pemakaian ini mempunyai keuntungan yaitu daya yang tinggi, dan tidak adanya arc blow. Beberapa generator las dapat digunakan di pengelasan AC maupun DC. mesin-mesin ini dapat melengkapi pengelasan busur AC dan Dc atau polaritas sebaliknya DC.

MESIN LAS BUSUR TIPE TRANSFORMER

Tipe transformer ini yang paling populer, biasanya menggunakan tegangan 220 atau 440 fase tunggal. Welding lead dan jaringannya hampir sama dengan mesin DC. Ada beberapa tipe mesin las busur AC transformer yaitu tipe reaktor mampu setel, tipe gulungan atau kumparan yang dapat bergerak, tipe inti yang dapat bergerak. Selain itu terdapat tiga macam reaktor yang dapat disetel yaitu tapped reactor dengan setting terbatas, magnetic adjustable reaktor seting tal terbatas, electrically adjustable reactor setting tak terbatas.
Pada semua jaringan A seperti listrik yang arah alirannya terbalik, perubahan atau pergantian medan magnetik di sekitar kawat menimbulkan aliran listrik dalam arah berlawanan dengan arah aliran listrik yang diiinginkan. Aksi ini disebut reactance. reakytor dengan listrik ini populer karena dapat ditempatkan atau diletakkan dengan operator dengan menggunakan cord luar (extension cord), Pengendalian dapat dilakukan atau disesuaikan dengan tangan atau kaki operator. Pada tegangan mesin tetap, kumparan dan inti transformer juga tetap atau konstan, reaktor penyesuai digunakan. Jika ada beberapa bagian transformer basic diganti, seperti jika kumparan atau inti digerakkan, maka disebut tipe konstan. Saklar stop-start ditempatkan di atas, sisi atau di muka mesin, sebuah kipas listrik kecil digunakan untuk menghembuskan udara ke dalam mesin sebagai pendingin.

Wednesday, January 6, 2016

KARAKTERISTIK LAS BUSUR AC


Karakteristik Las Busur AC
Penggunaan arus bolak-balik (AC) untuk keperluan las busur semakin meningkat. Sekarang mesin-mesin AC dibuat sangat efisien dan mudah penangannya. Demikian pula elektrode telah dikembangkan untuk digunakan dengan arus bolak-balik (AC) yang pada permukaannya dilapisi dengan ionisasi componds yang membuat busur yangterjadi stabil dan elektrode mudah digerakkan. Faktor lain yang menyebabkan meningkatnya digunakan mesin-mesin las busur AC adalah faktor biaya (initial cost). Biaya produksi sebuah transformer untuk las busur AC lebih rendah daripada biaya mesin motor generator atau sebuah mesin rectifier DC untuk kapasitas yang sama.

KARAKTERISTIK LAS BUSUR AC

Kebanyakan arus listrik yang dihasilkan oleh perusahaan listrik adalah 60 cycles arus bolak-balik. Dengan arus bolak-balik mudah untuk menaikkan atau menurunkan tegangannya, yaitu dengan menggunakan transformer. Dalam satu cycle langkah yang ditempuh dalam waktu 1/60 detik atau dalam satu detik menempuh 60 cycles, dan ini disebut arus 60 cycles. Kebanyakan las busur AC dilengkapi dengan transformer penurun tegangan (step down), untuk menaikkan arus.
Pada gambar memperlihatkan apa yang terjadi pada busur dalam satu cycle transformer AC: Tegangan di A dan di B adalah nol, kemudian tagangan naik mencapai nilai maksimum menuju titik C dan kembali nol di titik A. Tegangan kemudian membesar mencapai nilai maksimum pada arah lain, yaitu titik D dan kembali nil di titik B. Kejadian ini diulangi dengan laju 60 cycles perdetik. Karena voltase listrik dapat memberi kesempatan arus untuk melompat celah dan memelihara satu busur, maka diperlukan untuk mengurangi waktu yang membuat voltase menjadi nol, atau untuk menaikkan ionisasi meterial di dalam celah, sebagai penghantar listrik melalui busur, dengan kata lain busur semakin sulit pemeliharaannya. Penutup modern elektrode las AC mempunyai agen ionisasi dalam penutup. Faktor ini memungkinkan alasan terbesar untuk menumbuhkan dengan cepat las AC.
Dengan pembalikan arus itu dengan sendirinya, secara teoritis sejumlah sama elektron akan menghantarkan dalam satu arah, dalam busur dan kemudian dalam arah yang berlawanan sebagai lawan aliran arus. Kemudian 50% dari panas dibuang pada ujung elektrode dari busur dan sejumlah yang sama pada kerja. Pada praktisnya, lebih besar hantaran arus dari elektrode ke kerka dari pada aliran dari kerja ke elektrode. karena daerah kontak elektrode lebih besa pada kerja dari pada pada elektrode, arus akan mengalir lebih gampang dari elektrode ke kerja, daripada dari kerja ke elektrode (rectifier principle). bagaimanapun perbedaannya sedikit sekali.
Pada gambar juga memperlihatkan aliran arus sebagai berhubungan dengan potensial (voltase). Arus dapat dianggap tergantung pada penggunaan arus untuk ukuran elektrode yang dipilih dan proses las. hal itu akan dicatat bahwa arus yang datang belakangan EMF (Electromotive force) diabaikan dalam hal waktu sebab sejumlah waktu sedikit dibutuhkan untuk EMF ke over come elektron inertia. kemudian arus mulai mengalir dalam sirkuit.

KELEBIHAN LAS BUSUR AC

Keuntungan las busur AC (arus bolak balik) adalah tidak ada magnetik blow yang sungguh-sungguh. Arus sebaliknya mengalir tiap 1/20 tiap detik menyimpan hasil medan magnet menuju minimum. Sebaliknya dari medan pada tiap satu frekuensi menghasilkan garis-garis busur yang lebih stabil, karena arc blow minimum, kualitas las selalu mungkin dengan AC.
Busur menghasilkan penetrasi yang baik. Lebih mudah untuk mengontrol dan memelihara satu busur dimulai. Bagaimanapun karena aliran arus yang terpilih, memulai busur lebih sulit daripada denga GC. Untuk mengatasi kesulitan ini beberapa mesin mempunyai bangunan sirkuit “hot start” untuk menghasilkan aliran ekstra dari arus frekuensi tinggi pada saat busur dipukul. Mesin-mesin lain menggunakan kapasitor pada sirkuit sekondari (busur) untuk memberi gelombang arus tinggi untuk the arc stricking atau memulai periode-periode.
Las busur AC biasanya lebih cepat, sebab elektrodanya lebih besar dan arusnya lebih dapat digunakan untuk mengurangi keadaan magnetic blow. Beberapa pandangan dasar dari las busur Ac adalah [1] busur yang bertenaga baik [2]tidak ada arc blow [3]las busur yang mudah [4]sebagai cara terbaik las aluminium [5]penggunaan biasanya digunakan untuk sambungan las baja ukuran berat
Busur-busur kan menimbulkan deposit logam las pada weldment. Perlindungan elektrode AC menngkatkan ionisasi dan gas-gas yang timbul cenderung menuju globules dari metal ke dalam las yang meleleh. Tegangan muka pada permukaan las cendenrung mengatasi logam pada tempat-tempat las meleleh.