Tuesday, January 12, 2016

Pengaruh Polaritas Pada Las TIG


Pengaruh Polaritas Pada Las TIG (1)
Pada pengelasan, polaritas lurus elektron akan bergerak dari kawat las dan menumbuk logam induk dengan kecepatan tinggi sehingga dapat berakibat terjadinya penetrasi yang dalam. Karena pada kawat las tidak terjadi tumbukan maka secara relatif maka  suhu kawat las tidak terlalu tinggi, sehingga dengan polaritas ini dapat digunakan arus yang besar. Dan sebaliknya dalam polaritas balik kawat las akan menjadi panas sekali, mengakibatkan arus listrik yang dapat dialirkan menjadi rendah. Sedangkan ukuran elektoda yang sama dalam polaritas balik kira-kira hanya 1 per 10 arus polaritas lurus yang dapat dialirkan.
Kemudian jika arus terlalu besar maka berakibat ujung kawat las juga akan ikut mencair dan akan  merubah komposisi logam cair yang dihasilkan dengan polaritas balik penetrasi ke dalam logam induk menjadi dangkal dan lebar. Selain itu terjadi juga proses inosasi pada gas argon yang menyelubunginya dan mengakibatkan terbentuk ion-ion Ar positif, yang menumbuk logam dasar dan dapat melepaskan lapisan oksida dipermukaannya. Peristiwa ini dinamakan pembersihan karena sifatnya yang dapat membersikan.
Pengaruh Polaritas Pada Las TIG (2)
Pada umunya arus searah dengan polaritas lurus dipakai untuk pengelasan dipakai untuk pengelasan baja, dan untuk aluminium karena permukaannya selalu dilapisi dengan oksida yang mempunyai titik cair yang tinggi, maka sebaiknya memakai arus bolak balik biasa yang ditambah dengan arus bolak balik frekuensi tinggi. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa las TIG dapat dilakukan pengelasan dengan tangan dan pengelasan otomatis.

Kawat Las TIG

Memiliih kawat Las TIG yang tepat adalah hal penting untuk kelancaran proses pengelasan, untuk mendapatlan hasil las yang bagus. Kawat las ARGON EDZONAmempunyai banyak type yang bisa diaplikasikan untuk pengelasan ferro dan non ferro terutama baja, tembaga, kuningan, stainless steel dan paduan nikel, Besi Siku, Stamping, Container, Baja-baja Serambi Setasion, Baja Lembaran pipa-pipa Baja, Textile, Food industri, As Baja, as Pump, penyambungan parts Baja, Chasis, Dasar-dasar Mesin, Frame, Casinet, Bracket, Penyambungan Saw Blade, Parts Industri Kimia, Hydroulic, Per/Spring, penyambungan semua jenis baja termasuk Baja Treatment, Gear Box, Saft,  Farmasi, House Gear, Piston, Helical Gear, termasuk penyambungan Baja dengan Besi atau Stainless steel dll.
Pelajari detail dari produk kami, Anda bisa menghubungi kami melalui email kami di info@kawatlasedzona.com. Kami akan segera memberikan masukan dan konsultasi untuk anda secara gratis.

Sunday, January 10, 2016

SAMBUNGAN PADA PENGELASAN ASETILIN


SAMBUNGAN LAS

Sambungan las merupakan sambungan antara dua atau lebih permukaan logam dengan cara melakuakn proses pemanasan lokal pada permukaan benda kerja. Pada beberapa komponen mesin tertentu ada yang bisa difabrikasi dengan pengelasan yang biayanya bisa lebih murah dibandingkan jika dilakukan dengan pengecoran atau tempa.

DASAR PEMILIHAN SAMBUNGAN LAS PADA PENGELASAN ASITILIN

Pada persiapan proses pengelasan hal yang juga perlu diperhatikan adalah pemilihan teknik sambungan yang paling sesuai dan tepat. Juga harus memperhitungkan mengenai sambungan tersebut apakah akan mampu menerima beban statis, beban dinamis ataupun kedua beban tersebut. Yang dimaksud beban statis adalah beban tetap yang tanpa pertambahan ataupun pengurangan baik dalam kondisi berfungsi atau tidak sedang difungsikan namun jikapun ada penambahan ataupun pengurangan beban hanya terjadi sangat kecil sehingga tidak akan berpengaruh dan dapat diabaikan. Sedangkan beban dinamis adalah beban yang bisa berubah dengan pertambahan maupun pengurangan yang cukup besar dan pada kondisi yang tidak menentu dan akan berpengaruh sehingga tidak bisa diabaikan. Karena ada beberapa kemungkinan antisipasi ebban pada sambungan las, maka ada beberapa macam sambungan las yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhannya.

MACAM SAMBUNGAN LAS PADA PENGELASAN ASITILIN

Pada proses pengelasan asitilin ada beberapa macam pilihan sambungan yang bisa dipilih oleh operator las, antara lain adalah sebagai berikut :

1. SAMBUNGAN VSambungan Pada Pengelasan Asetilin Sambungan V

Pada Sambungan V  bisa dibuat tertutup ataupun terbuka seperti yang digambarkan pada Gambar 1. Kelebihan sambunagn ini adalah lebih kuat dibandingkan sambungan persegi dan juga dapat dipakai untuk menerima gaya tekan yang cukup besa selain itu lebih tahan terhadap kondisi beban yang statis. Pada aplikasi pelat dengan tebal 5 – 20 mm perembesan/penetrasi bisa mencapai 100 %.

2. SAMBUNGAN XSambungan Pada Pengelasan Asetilin Sambungan X

Bisa dilihat pada Gambar 2, yaitu sambungan X tertutup dan terbuka. Jenis sambungan ini sangat baik untuk kondisi beban statis ataupun dinamis juga dapat menjaga dari perubahan bentuk kelengkungan seminimal mungkin. Pada umumnya sambungan ini digunakan pada aplikasi dengan ketebalan 18 – 30 mm.

3. SAMBUNGAN U

Sambungan Pada Pengelasan Asetilin Sambungan U
Pada aplikasi sambungan U dapat dibuat secara tertutup dan terbuka seperti digambarkan pada Gambar 3. Jenis sambungan ini akan lebih kuat menerima beban statis dan diperlukan pada sambungan berkualitas tinggi. Pada umumnya digunakan pada aplikasi dengan ketebalan pelat 12 – 25 mm.

KAWAT LAS ASITILIN

EDZONA menyediakan pilihan Kawat Las Asitilin yang berkualitas dengan beberapa pilihan. Silahkan mengunjungi menu produk untuk informasi lebih lengkap.

Friday, January 8, 2016

TIPE MESIN LAS BUSUR AC


Beberapa tipe mesin las busur AC adalah tipe motor generator dan tipe transformer.
Tipe Mesin Las busur AC 2

MESIN LAS BUSUR TIPE GENERATOR

Mesin las busur motor generator AC frekuensi tinggi telah banyak dikembangkan dan digunakan yang menyebabkan timbulnya arus bolak-balik frekuensi tinggi, karena frekuensi tinggi itu menimbulkan arus listrik, sehingga cukup mudah menggerakkan, menjaga busur seperti ini. Dua tipe mesin las busur AC generator adalah : generator las AC digerakkan motor listrik, generator las AC digerakkan motor bakar atau mesin. Motor generator listrik biasanya digerakkan oleh motor satu fase atau 3 fase 60 cycle pada putaran 1750 rpm. Generator ini dirancang untuk dapat menghasilkan frekuensi sampai 500 cycle per second (cps).
Mesin penggerak las busur AC yang umum digunakan. Pemakaian ini mempunyai keuntungan yaitu daya yang tinggi, dan tidak adanya arc blow. Beberapa generator las dapat digunakan di pengelasan AC maupun DC. mesin-mesin ini dapat melengkapi pengelasan busur AC dan Dc atau polaritas sebaliknya DC.

MESIN LAS BUSUR TIPE TRANSFORMER

Tipe transformer ini yang paling populer, biasanya menggunakan tegangan 220 atau 440 fase tunggal. Welding lead dan jaringannya hampir sama dengan mesin DC. Ada beberapa tipe mesin las busur AC transformer yaitu tipe reaktor mampu setel, tipe gulungan atau kumparan yang dapat bergerak, tipe inti yang dapat bergerak. Selain itu terdapat tiga macam reaktor yang dapat disetel yaitu tapped reactor dengan setting terbatas, magnetic adjustable reaktor seting tal terbatas, electrically adjustable reactor setting tak terbatas.
Pada semua jaringan A seperti listrik yang arah alirannya terbalik, perubahan atau pergantian medan magnetik di sekitar kawat menimbulkan aliran listrik dalam arah berlawanan dengan arah aliran listrik yang diiinginkan. Aksi ini disebut reactance. reakytor dengan listrik ini populer karena dapat ditempatkan atau diletakkan dengan operator dengan menggunakan cord luar (extension cord), Pengendalian dapat dilakukan atau disesuaikan dengan tangan atau kaki operator. Pada tegangan mesin tetap, kumparan dan inti transformer juga tetap atau konstan, reaktor penyesuai digunakan. Jika ada beberapa bagian transformer basic diganti, seperti jika kumparan atau inti digerakkan, maka disebut tipe konstan. Saklar stop-start ditempatkan di atas, sisi atau di muka mesin, sebuah kipas listrik kecil digunakan untuk menghembuskan udara ke dalam mesin sebagai pendingin.

Wednesday, January 6, 2016

KARAKTERISTIK LAS BUSUR AC


Karakteristik Las Busur AC
Penggunaan arus bolak-balik (AC) untuk keperluan las busur semakin meningkat. Sekarang mesin-mesin AC dibuat sangat efisien dan mudah penangannya. Demikian pula elektrode telah dikembangkan untuk digunakan dengan arus bolak-balik (AC) yang pada permukaannya dilapisi dengan ionisasi componds yang membuat busur yangterjadi stabil dan elektrode mudah digerakkan. Faktor lain yang menyebabkan meningkatnya digunakan mesin-mesin las busur AC adalah faktor biaya (initial cost). Biaya produksi sebuah transformer untuk las busur AC lebih rendah daripada biaya mesin motor generator atau sebuah mesin rectifier DC untuk kapasitas yang sama.

KARAKTERISTIK LAS BUSUR AC

Kebanyakan arus listrik yang dihasilkan oleh perusahaan listrik adalah 60 cycles arus bolak-balik. Dengan arus bolak-balik mudah untuk menaikkan atau menurunkan tegangannya, yaitu dengan menggunakan transformer. Dalam satu cycle langkah yang ditempuh dalam waktu 1/60 detik atau dalam satu detik menempuh 60 cycles, dan ini disebut arus 60 cycles. Kebanyakan las busur AC dilengkapi dengan transformer penurun tegangan (step down), untuk menaikkan arus.
Pada gambar memperlihatkan apa yang terjadi pada busur dalam satu cycle transformer AC: Tegangan di A dan di B adalah nol, kemudian tagangan naik mencapai nilai maksimum menuju titik C dan kembali nol di titik A. Tegangan kemudian membesar mencapai nilai maksimum pada arah lain, yaitu titik D dan kembali nil di titik B. Kejadian ini diulangi dengan laju 60 cycles perdetik. Karena voltase listrik dapat memberi kesempatan arus untuk melompat celah dan memelihara satu busur, maka diperlukan untuk mengurangi waktu yang membuat voltase menjadi nol, atau untuk menaikkan ionisasi meterial di dalam celah, sebagai penghantar listrik melalui busur, dengan kata lain busur semakin sulit pemeliharaannya. Penutup modern elektrode las AC mempunyai agen ionisasi dalam penutup. Faktor ini memungkinkan alasan terbesar untuk menumbuhkan dengan cepat las AC.
Dengan pembalikan arus itu dengan sendirinya, secara teoritis sejumlah sama elektron akan menghantarkan dalam satu arah, dalam busur dan kemudian dalam arah yang berlawanan sebagai lawan aliran arus. Kemudian 50% dari panas dibuang pada ujung elektrode dari busur dan sejumlah yang sama pada kerja. Pada praktisnya, lebih besar hantaran arus dari elektrode ke kerka dari pada aliran dari kerja ke elektrode. karena daerah kontak elektrode lebih besa pada kerja dari pada pada elektrode, arus akan mengalir lebih gampang dari elektrode ke kerja, daripada dari kerja ke elektrode (rectifier principle). bagaimanapun perbedaannya sedikit sekali.
Pada gambar juga memperlihatkan aliran arus sebagai berhubungan dengan potensial (voltase). Arus dapat dianggap tergantung pada penggunaan arus untuk ukuran elektrode yang dipilih dan proses las. hal itu akan dicatat bahwa arus yang datang belakangan EMF (Electromotive force) diabaikan dalam hal waktu sebab sejumlah waktu sedikit dibutuhkan untuk EMF ke over come elektron inertia. kemudian arus mulai mengalir dalam sirkuit.

KELEBIHAN LAS BUSUR AC

Keuntungan las busur AC (arus bolak balik) adalah tidak ada magnetik blow yang sungguh-sungguh. Arus sebaliknya mengalir tiap 1/20 tiap detik menyimpan hasil medan magnet menuju minimum. Sebaliknya dari medan pada tiap satu frekuensi menghasilkan garis-garis busur yang lebih stabil, karena arc blow minimum, kualitas las selalu mungkin dengan AC.
Busur menghasilkan penetrasi yang baik. Lebih mudah untuk mengontrol dan memelihara satu busur dimulai. Bagaimanapun karena aliran arus yang terpilih, memulai busur lebih sulit daripada denga GC. Untuk mengatasi kesulitan ini beberapa mesin mempunyai bangunan sirkuit “hot start” untuk menghasilkan aliran ekstra dari arus frekuensi tinggi pada saat busur dipukul. Mesin-mesin lain menggunakan kapasitor pada sirkuit sekondari (busur) untuk memberi gelombang arus tinggi untuk the arc stricking atau memulai periode-periode.
Las busur AC biasanya lebih cepat, sebab elektrodanya lebih besar dan arusnya lebih dapat digunakan untuk mengurangi keadaan magnetic blow. Beberapa pandangan dasar dari las busur Ac adalah [1] busur yang bertenaga baik [2]tidak ada arc blow [3]las busur yang mudah [4]sebagai cara terbaik las aluminium [5]penggunaan biasanya digunakan untuk sambungan las baja ukuran berat
Busur-busur kan menimbulkan deposit logam las pada weldment. Perlindungan elektrode AC menngkatkan ionisasi dan gas-gas yang timbul cenderung menuju globules dari metal ke dalam las yang meleleh. Tegangan muka pada permukaan las cendenrung mengatasi logam pada tempat-tempat las meleleh.

Monday, January 4, 2016

TIUPAN BUSUR LAS LISTRIK DC (ARC BLOW)


Salah satu karakterustik las busur DC yang tidak ditemukan pada las busur Ac adalah bentuk berfluktuasi atau bentuk busur yang tidak stabil. Bentuk ini biasanya karena gaya dalam medan magnetik yang terbentuk di sekeliling busur. Semua penghantar listrik dikelilingi oleh garis-garis fluks magnetik jika arus dilewatkan pada penghantar tersebut. Ini adalah efek fluks magnetik yang mengitari jangkar pada motor listrik yang menghasilkan gaya yang menyebabkan motor berputar. Busur las adalah penghantar yang sangat lentur (fleksibel). Besi dan baja lebih baik daripada udara dalam menghantar fluks magnetik. Garis-garis fluks menjadi tak teratur ketika garis tersebut mendekati ujung las dan akan lebih rapat atau gaya magnetik ini akan terkonsentrasi pada ujung las, yang cenderung melentur atau menggerakkan busur dari lintasan normalnya. Gerakan busur ini disebut arc blow. Arc Blow bisa menimbulkan beberapa masalah pengelasan, diantaranya : Spatter yang berlebih, pelumeran dan penyatuan yang tidak sempurna, dan pori-pori (Porosity).
tiupan busur las listrik dc (arc blow) 1
Konsentrasi Aliran Listrik dibelakang busur las di awal joint memaksa busur las maju ke depan (menyebabkan Forward Blow); sementara konsentrasi aliran listrik di depan busur las di akhir joint memaksa busur las ke belakang (menyebabkan Back Blow). Back Blow terjadi ketika melakukan pengelasan kearah atau mendekati tempat penempelan Arde atau massa, terjadi di akhir joint  atau di sudut-sudut. Forward Blow terjadi ketika melakukan pengelasan menjauhi tempat penempelan Arde atau Massa, terjadi di awal joint. Forward Blow sangat bermasalah ketika melakukan proses SMAW dengan menggunakan kawat las yang cenderung  menghasilkan hasil las yang melebar. Yang terjadi adalah, Forward Blow menarik metal las yang lumer kedepan kebawah busur las, sehingga mengganggu  pengelasan.
Back Blow ditandai dengan adanya Spatter, Undercut,  Rantai Las yang sempit dan tinggi (dan biasanya ada undercut-nya), peningkatan penetrasi pengelasan, atau pori-pori di permukaan las-an di akhir pengelasan. Forward Blow ditandai dengan rantai las yang melebar, lebar pengelasan yang tidak teratur, rantai las yang bergelombang,  Undercut (jarang), atau berkurangnya tingkat penetrasi.
Apabila pengelasn dilakukan bersama-sama dua buah logam, aliran arus las dapat memperbesar medan sekitar benda kerja, sehingga dapat menyebabkanbusur sulit dikontrol. Lintasan busur digerakkan mengombak bolak balik kekuatan medan magnetik yang mengitari 2 logam induk (base metal) bertambah besar dan mengecil bergantian. Fluktuasi kekuatan medan magnetik di sekeliling 2 buah logam induk ini dapat menyebabkan busur berfluktuasi dari litasan yang diinginkan atau yang benar.
Arc blow dapat dikurangi dengan mengklem benda kerja secara hati-hati, di beberapa tempat dengan meja las. pada pengelasan benda kerja besar, pengkleman dilakukan dengan menggunakan ground clamp atau kabel seperti pada las progresif. Jika arah arus yng mengalir berubah secara cepat, tiba-tiba seperti pada las busur arus AC, maka medan magnetik arahnya juga akan berubah secara cepat dan perubahan ini dapat membatalkan dari arc blow efek dan busur menjadi stabil.

Saturday, January 2, 2016

INSTALASI DAN INSPEKSI STASIUN LAS DC


Instalasi Dan Inspeksi Stasiun Las DC 2
Perlengkapan las untuk arus DC ini terdiri dari perangkat las dan perangkat pengaman, yang dalam proses pengelasan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Perangkat las busur meliputi suplai listrik hingga alat las yang langsung berhubungan dengan logam yang akan di las. Sedangkan perangkat pengaman meliputi alat-alat untuk mengamankan operator dari bahaya yang ditimbulkan selama proses pengalasan berlangsung. Perangkat stasiun las busur searah meliputi:
  1. Catu daya (genarator mesin las dan rectifier mesin las)
  2. Kebel pentanahan, dan kabel elektroda. Kedua kabel ini harus fleksibel dan berisolasi karet
  3. pemegang lektroda (holder)
  4. Baja bengkok setinggi kira-kira 30 in
  5. Dudukan
  6. Perangkat klem khusus atau klem C
  7. Elektroda
  8. Penggantung pemegang elektroda (berisolasi)
  9. Booth atau kamar bertirai (booth ini ditempatkan pada tempat yang cukup cahaya dan sirkulasi udara baik)
Semua kabel yang digunakan pada pengelasan harus rapi dan cukup aman dari kemungkinan terjadi hubung singkat. Mesin diletakkan sedekat mungkin dengan booth, sehingga mudan dan cepat kalau akan menyesuaikan posisinya. Sebelum mesin las dihidupkan, perlu dilakukan pemeriksaan pada beberapa bagian (items) untuk melihat perlengkapan las apakah telah siap digunakan.
  1. Operator. periksa sarung tangan dalam kondisi bagus, helm dan pelindung lengkap dengan lensanya, apron atau pakaian pelindung tambahan yang lain, celana tanpa manset, saku harus kosong dan tertutup, lengan baju tanpa manset, pakaian kering bebas oli, tanpa perhiasan
  2. Kelengkapan mesin las. Periksa kabel ground dan kabel elektroda harus diperiksa dari kemungkinan aus dan kurang erat hubungannya, tirai booth harus dalam kondisi baik, ukuran fuse atau sekring yang terpasang harus tepat, arus listrik las disetel pada ampere minimal, sistem ventilasi harus berjalan dengan baik.
  3. Bahan las dan yang dilas. Periksa ukuran elektrode benar, stok lasan bersih.
Mesin sebeiknya diperiksa dengan hati-hati, dibersihkan, dan diberi minyak sesuai dengan ketentuan pabrik pembuat mesin tersebut. Minyak pelumas dengan grade menengah (medium grade) umunya dipakai untuk melumasi bantalan motor plain. Untuk bantalasn bola sering kali digunakan paslin khusus. pada beberapa mesin las busur instalasi listrik atau untuk perawatan mekaniknya dilakukan setelah mesin tersebut bekerja. Dalam hal ini tidak diperlukan operator untuk melakukan pelumasan pada mesin tersebut.
pemeriksaan kabel pentanahan dan pemegang elektrode. sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut, gantungkan dulu pemegang elektroda pada gantungan yang terbuat dari kayu atau fiber. Untuk unit motor generator, periksa komutator setelah mesin distrart, jika brushes sudah jelek sebaiknya tidak digunakan sampai keruskan tersebut selesai diperbaiki. semua pengelasan sebaiknya dilakukan dalam booth, atau digunakan korden untuk menghalangi loncatan busur atau percikan api.

Thursday, December 31, 2015

PENGARUH POSISI PROSES LAS PADA KETERAMPILAN JURU LAS


Pada umunya pekerjaan pengelasan yang dilakukan dengan proses LSW (Liquid state welding) atau proses las dalam kondisi cair.  Proses las yang dilakukan dengan kondisi cair ini, posisi pada saat pengelasan berlangsung sangat mempengaruhi bentuk deposit logam las yang terbentuk. Tidak  semua juru las mahir di semua posisi, baik itu  posisi di bawah tangan (down hand) merupakan posisi yang paling mudah untuk dilakukan, namun bisa asja pada saat mengelas pipa logam dengan posisi miring akan sangat sulit dilakukan. Juru las yang dapat melakukan pengelasan ini adalah juru las kelas satu yang pasti sudah dilengkapi dengan sertifikat standar internasional.
Posisi las dalam dunia industri diberi kode tertentu agar pada saat pengelasan dilakukan, tidak terjadi kekeliruan menentukan juru las dan juga prosedur pengelasan. Terdapat dua sistem pengkodean yang banyak dikenal, yaitu sistem yang ditetapkan oleh American Welding Society (AWS) dan sistem International Standard Organisation (ISO).   Berdasarkan kode yang ditetapkan oleh AWS, posisi las dikaitkan pada jenis teknik sambungan las, jika sambungan berkampuh (groove) maka kode posisinya dengan huruf G, untuk posisi down-hand 1G, horisontal 2G, vertikal 3G, over-head 4G, pipa dengan sumbu horisontal 5G, dan pipa miring 45 derajat 6G. Jika sambungan las tidak berkampuh/tumpul (fillet) maka kodenya adalah F, untuk posisi down-hand 1F, horisontal 2F, vertikal 3F, dan over-head 4F.  Sistem kode posisi las yang ditetapkan ISO berbeda dengan AWS. Kode posisi las menurut ISO didasarkan pada posisi elektroda saat pengelasan dilakukan, untuk pengelasan plat diberi kode PA, PB, PC, PD, dan PE, sedangkan pengelasan pipa naik PF  dan pipa turun PG, lihat Gambar di bawah ini.
Pengaruh Posisi Proses Las Pada Keterampilan Juru Las

KAWAT LAS MAINTENANCE EDZONA

Untuk pengelasan dengan hasil yang memuaskan, pemilihan kawat las adalah hal yang penting dan harus berkualitas. Terutama untuk kawat las perbaikan ataupun perawatan mesin-mesin industri dan pabrik, pemilihan kawat las akan mempengaruhi kinerja mesin. Kawat las EDZONA adalah pilihan tepat untuk pengelasan maintenance. Kunjungi kawat las EDZONA untuk memilih berbagai tipe.
Sumber : http://kawatlas.jayamanunggal.com/pengaruh-posisi-proses-las-pada-keterampilan-juru-las/