Sunday, November 29, 2015

TEKNIK PENGELASAN FILLET 1F SAMBUNGAN T

Teknik  Pengelasan Fillet 1F Sambungan T
Pada pengelsan SMAW, terdapat banyak kasus untuk sambungan, salah satunya adalah sambungan fillet. Sambungan Fillet merupakan jenis sambungan yang banyak digunakan dalam dunia konstruksi maupun bidang manufaktur. Sambungan ini banyak macamnya diantaranya yang umum adalah sambungan “T”.

LANGKAH KERJA PENGELASAN

  1. Mengatur arus las (Ampere) sesuai dengan diameter elektroda.
  2. Mengelas ikat pada kedua ujung kampuh T.
  3. Meletakkan kampuh T pada alat bantu dalam posisi datar dibawah tangan.
  4. Mengelas kampuh T.
  5. Bersihkan terak las hasil pengelasan.
  6. Lanjutkan latihan mengelas (kampuh T) sampai menghasilkan alur las yang baik, rata dan simetris.

PETUNJUK PENGELASAN

Untuk menjaga agar kedua pelat jangan sampai bergeser dari posisi yang telah ditetapkan, maka kedua pelat di ikat dengan las ikat pada kedua ujung sambungan atau kampuh tersebut. Kedua pelat harus saling bersentuhan sedemikian rupa, supaya setelah diikat dengan las, tidak  enunjukkan adanya bagian yang bersentuhan itu longgar atau meneruskan sinar. Benda kerja diletakkan pada alat bantu posisi (kanal U) dalam posisi datar dibawah tangan. Untuk menyalakan elektroda dimulai pada titik ± 15 mm dari awal pinggir kampuh. Dan apabila busur listrik sudah menyala, maka batang elektroda digeser kearah permulaan dan selanjutnya proses pengelasan dapat dimulai.
Batang elektroda diarahkan seperti pada proses pengelasan rigi-rigi las, dan sudut arah melintang 45 0. Hasil dari pengelasan kampuh T ini dikatakan baik, apabila penampang kampuh menunjukkan peletakan yang sama dan rata pada kedua sisi pelat atau simetris Dalam pengelasan sambungan / kampuh T ini berarti bahwa ada dua pelat yang bertemu dalam posisi tegak lurus, pertemuan ini disebut pertemuan T.

KAMPUH T

Kampuh dari hasil pengelasan pertemuan T atau disebut kampuh T dapat ditunjukkan dengan symbol seperti gambar. Dengan memakai simbol-simbol, maka bentuk kampuh yang diminta, lebih jelas ditunjukkan. Seperti yang telah kita kenal beberapa kampuh sambungan T yaitu antara lain: Datar;  Cembung ; dan Cekung.

Friday, November 27, 2015

PENGETAHUAN PERSIAPAN MATERIAL PENGELASAN


Pengetahuan Persiapan Material Pengelasan
Juru Las diwajibkan paham mengenai jenis material yang akan dilakukan pengelasan. Pemahaman yang dimaksud meliputi pengetahuan tentang material tersebut mengandung besi (ferro) atau tidak mengandung besi (non ferro). Selain itu juga harus memperhatikan mengenai material tersebut merupakan bahan paduan atau bahan murni, dengan memiliki pemahaman jenis bahan dan paduannya, maka selanjutnya bisa menentukan bagaimana proses pengelasan akan dilakukan, meliputi persiapan, pelaksanaan proses dan juga finishing.

TAHAP PERSIAPAN

Pada tahap persiapan dilakukan proses memutuskan hal-hal penting sebagai berikut :
  • Teknik proses las yang akan digunakan yang pilihannya antara lain adalah SMAW, GTAW, GMAW, OAW, SAW
  • Gas pelindungnya
  • Jenis elektroda yang digunakan
  • Pengaplikasian pre heating/post heating
  • Jenis polaritas yang digunakan (AC/DC+/DC-)
  • Besarnya arus pengelasan
  • Jenis nyala las untuk OAW
  • Tindakan-tindakan lainnya yang diperlukan
Persiapan tersebut perlu dilakukan agar menghasilkan hasil pengelasan yang maksimal dengan kriteria memiliki kekuatan mekanis, kimiawi ataupun syarat lainnya yang pada intinya emiliki sifat relatif sama dengan bahan material yang dilakukan pengelasan. Hasil pengelasan yang maksimal tersebut akan mempengaruhi keselamatan kerja dan umur konstruksi mesin.

KEUNTUNGAN PERSIAPAN MATERIAL YANG BAIK

Material yang digunakan pada proses pengelasan harus dipersiapkan secara serius sebelum dilakukan pengelasan karena akan memberikan kemungkinan keberhasilan jauh lebih besar dibandingkan pengelasan tanpa persiapan yang baik.

KERUGIAN PENGELASAN TANPA PERSIAPAN MATERIAL YANG BAIK

Beberapa hal yang mungkin bisa terjadi jika persiapan material yang dilakukan kurang baik antara lain adalah :
  • Penetrasi tidak baik. Yaitu terjadi penetrasi berlebihan dikarenakan root face terlalu tipis, root gap terlalu lebar atau juga bisa tidak terjadi penetrasi dikarenakan root face terlalu tebal, dan root gap terlalu sempit.
  • Penyempitan jalur pengelasan. Diakibatkan oleh las cacat yang tidak kuat.
  • Misaligment. Yaitu tidak ratanya benda kerja dikarenakan penempatan material sebelum di las cacat yang posisinya tidak rata.
  • Distorsi. Yaitu perubahan bentuk karena pengaruh panas.
  • Porosity. Dikarenakan benda tidak dibersihkan dari karat atau bahan lain.

PERSIAPAN MATERIAL PENGELASAN

Persiapan material untuk proses pengelasan harus sesuai dengan Welder Prosedure  Specification (WPS) atau gambar kerja yang digunakan. WPS merupakan prosedur standar persiapan pengelasan yang didesain khusus melalui pengujian-pengujian di laboratorium oleh para ahli las yang sudah profesional, pengujian tersebut yang dimaksud dapat berupa radiography test, uji tarik, bend test,  atau juga structure/micro.
Persiapan material pengelasan terdiri dari :
  • Material pertama (sisi samping). Dilakukan pembersihan dari kotoran, karat atau bahan lain.
  • Material kedua (sisi yang berhubungan). Dilakukan gerinda rata pada area etrsebut agar pada saat dihubungkan dan saat diterawang tidak terdapat celah diantara keduanya, bila masih ada celah maka akan mengakibatkan penetrasi yang kurang baik. Bila dilakukan pengujian etsa, pada bagian yang celah tersebut tidak akan terjadi fusi atau tidak terjadi perpaduan logam tambah dengan material las, namun pada bagian tersebut akan terisi oleh terak dan selanjutnya disebut cacat slack inclution (terak terperangkap) disebabkan bagian tersebut terisi terak dan bukan logam sehingga bagian tersebut akan menjadi titik lemah dari konstruksi yang dikerjakan.

SPESIFIKASI POSISI PENEMPATAN MATERIAL PADA MEJA KERJA

Penempatan benda kerja disesuaikan dengan posisi pengelasan, dimana posisi pengelasan antara lain adalah :
  • 1F, 2F, 3F, 4F, 5F, 6F
  • 1G, 2G, 3G, 4G plate
  • 1G, 2G, 5G, 6G, 6GR (pipa)
Berbagai pilihan posisi pengelasan tersebut menunjukkan kualifikasi operator las yang berhak melakukan peneglasan, bila operator las mempunyai sertifikat kualifikasi 6G, maka diperbolehkan untuk melakukan pengelasan dengan semua posisi, namun bila operator las mempunyai sertifikat 4G plate, maka operator las tersebut tidak diperbolehkan melakukan pengelasan pipa pada posisi apapun, tetapi boleh melakukan pengelasan pada posisi pengelasan 1F, 2F, 3F, 4F ataupun 1G, 2G, 3G dan 4G.

KAWAT LAS MAINTENANCE EDZONA

Untuk mendapatkan hasil pengelasan yang maksimal seperti disebutkan pada tahap persiapan antara lain adalah pemilihan jenis electroda yang benar dan berkualitas baik. Silahkan kunjungi menu produk EDZONA untuk mendapatkan kawat las dengan kriteria kualitas terbaik.

Wednesday, November 25, 2015

UNSUR SENYAWA DAN CAMPURAN


Unsur Senyawa dan Campuran

UNSUR

Unsur merupakan zat tunggal yang paling sederhana dan tidak bisa diuraikan lagi dengan reaksi kimia biasa.

PENULISAN LAMBANG UNSUR

Penulisan semua nama unsur dengan nama Latin, aturan penulisan lambang unsur adalah lambang unsur ditulis mengambil dari satu huruf pertama atau dua huruf pertama nama unsur yang bersangkutan tersebut, jadi jika ada unsur-unsur yang mempunyai nama dengan satu huruf pertama sama, maka lambangnya akan dibedakan menggunakan huruf yang kedua, lambang unsur tersebut ditulis dengan menggunakan huruf kapital, sedangkan untuk lambang unsur yang terdiri atas dua huruf pada huruf pertama ditulis dengan huruf kapital diikuti dengan huruf kecil untuk huruf kedua.

CONTOH UNSUR

Unsur yang umum digunakan oleh manusia antara lain adalah :
  • Aluminium, Bahan aluminium foil untuk kemasan makanan.
  • Besi, Peralatan teknik dari besi, paku, dan peralatan lain.
  • Emas dan perak, Bahan utama perhiasan.
  • Karbon (arang), Dipakai sebagai bahan bakar, bahan pensil, dan bahan baku obat sakit perut norit.
  • Oksigen, Dipakai sebagai bahan membantu pernapasan atau dipakai untuk pemanas dalam proses pengelasan.

KLASIFIKASI UNSUR

Klasifikasi unsur pada umumnya adalah sebagai berikut :
  • Unsur logam
  • Unsur bukan logam
  • Unsur yang memiliki sifat keduanya
Unsur logam dan bukan logam dapat dibedakan berdasarkan dari :
  • Wujud
  • Daya hantar listrik
  • Daya hantar panas
  • Bentuk permukaan
Pada suhu kamar 25°C unsur logam memiliki ciri sbb :
  • Wujud padat (kecuali pada unsur merkuri berwujud cair)
  • Penghantar listrik dan panas yang baik
  • Mengkilap
Pada suhu kamar 25°C unsur non logam memiliki ciri sbb :
  • Pada umumnya berwujud cair dan gas
  • Penghantar listrik dan panas yang buruk
  • Tidak mengkilap.

SENYAWA

Senyawa merupakan zat tunggal yang terbentuk dari dua unsur atau bisa juga lebih dari dua dan masih bisa diuraikan dengan melalui reaksi kimia, unsur-unsur penyusunnya memiliki perbandingan yang tetap dan sifat senyawa tersebut berbeda dari unsur-unsur penyusunnya.

CAMPURAN

Campuran adalah susunan dua zat atau lebih dengan perbandingan yang tidak tetap, sifat dari zat–zat penyusunnya masih ada dalam campurannya tersebut, campuran dibedakan menjadi dua yaitu :
  1. Campuran homogen (Larutan), Disebut sebagai Campuran homogen atau larutan yaitu memiliki arti sejenis atau sama dan karena secara fisik zat tunggal penyusunnya tidak tampak sebab telah melebur menjadi satu kesatuan jadi secara kasat mata biasa tidak akan bisa melihatnya ataupun dilihat dengan mikroskop biasa, namun materi itu tetap ada. Contoh : emas, kuningan, perunggu, campuran udara bersih antara gas nitrogen dengan gas oksigen.
  1. Campuran heterogen (Campuran kasar), Campuran heterogen atau campuran kasar berupa kumpulan dari zat-zat tunggal yang masing-masingnya sifatnya masih terlihat. Contoh : campuran pasir dalam air.

KAWAT LAS MAINTENANCE BERBAGAI MATERIAL

Kawat las Maintenance EDZONA menyediakan beragam Kawat las untuk berbagai keperluan perbaikan dan perawatan peralatan dengan material berbagai jenis logam. Silahkan mengunjungi menu produk Kawat las EDZONA untuk informasi lebih lengkap.

Monday, November 23, 2015

PEMERIKSAAN HASIL LAS DAN CARA MEMPERBAIKI KERUSAKANNYA


Pemeriksaan Hasil Las Dan Cara Memperbaiki Kerusakannya
Semua pekerja las termasuk last ungsten atau TIG pasti menginginkan hasil lasnya adalah hasil maksimal, dengan alur dan sambungan yang baik. Namun tidak dapat dipungkiri akan terjadi beberapa kesalahan pengelasan yang sebagian besar kualitas las yang jelek banyak dipengaruhi oleh 3 hal yaitu busur yang tidak stabil, terjadi inklusi tungsten di dalam las, dan adanya keropos. Pengelasan dengan busur yang tidak stabil dapat diakibatkan oleh beberapa hal yang meliputi kawat las kotor terkontaminasi dengan logam bahan dasar, jarak sambungan terlalu sempit, diameter kawat las terlalu besar, dan busur terlalu panjang.
Untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan cara bersihkan ujung kawat las yang kotor jika masih mungkin, jika tidak memungkinkan maka potonglah pada bagian yang terkontaminasi dan gerinda lagi, sambungan yang terlalu sempit dapat dipecahkan dengan pelebaran kampuh atau mendekatkan busur kawat las pada benda kerja, jarak busur yang terlalu jauh dapat didekatkan dengan benda kerja yang akan disambung  Inklusi tungsten di dalam las diakibatkan oleh ujung kawat las yang retak akibat penggunaan, dan diameter kawat las yang besar dapat ditukar dengan diameter yang lebih kecil. Juga gunakanlah jenis kawat las tungsten yang tidak getas. Adanya keropos biasanya diakibatkan oleh penggunaan gas lindung yang tidak murni, dan terdapat lapisan minyak di permukaan pelat. Solusi untuk mengatasi hal tersebut lebih baik jika menggunakan gas lindung dengan kemurnian 99,99% dan jangan lupa bersihkanlah terlebih dahulu lapisan minyak atau kotoran yang lain sampai bersih sebelum dilas. Juga Usahakan tidak mengelas permukaan yang basah.

KAWAT LAS MAINTENANCE EDZONA

Pemilihan kawat las yang tepat adalah salah satu faktor penting hasil las yang maksimal, apalagi untuk pengelasan maintenance mesin. Karena mesin adalah aset perusahaan yang jika terjadi kerusakan maka akan dapat menghambat proses produksi dan jika terlalu lama maka akan mengakibatkan kerugian perusahaan. Kawat Las Maintenance yang tepat untuk perawatan dan perbaikan mesin-mesin adalah Kawat Las EDZONA.

Saturday, November 21, 2015

JENIS GAS BERBAHAYA DALAM ASAP LAS

Jenis Gas Berbahaya Dalam Asap Las 2
Pada proses pengelasan yang sedang berlangsung akan menghasilkan gas-gas yang bisa berbahaya bagi manusia, jadi penanganan gas tersebut perlu lebih diperhatikan. Jenis gas-ggas yang berbahaya tersebut antara lain adalah :
  1. GAS KARBON MONOKSIDA ( CO ) , Gas Karbon Monoksida memiliki Rumus Kimia CO, gas tersebut memiliki sifat tidak berwarna, tidak berbau ataupun berasa, gas tersebut terdiri dari satu atom karbon yang secara kovalen berikatan dengan satu atom oksigen. Bahaya : Gas Karbon Monoksida mempunyai afinitas yang tinggi terhadap Hemoglobin (Hb) yang akan bisa menurunkan daya penyerapannya terhadap oksigen, afinitas adalah kecenderungan sebuah unsur ataupun senyawa untuk dapat membentuk ikatan kimia dengan unsur atau senyawa yang lainnya.
  2. GAS KARBON DIOKSIDA (CO2) , Gas Karbon Dioksida memiliki Rumus Kimia CO2 atau juga disebut zat asam arang , gas ini merupakan sejenis senyawa kimia yang terdiri atas dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan satu buah atom karbon, gas tersebut berbentuk gas pada kondisi temperatur dan tekanan yang standar dan terdapat di atmosfer bumi. Bahaya : Gas Karbon Dioksida sendiri sebenarnya tidak terlalu berbahaya secara langsung pada tubuh amnusia, namun jika konsentrasi CO2 terlalu tinggi dari ambang batas normal, maka dapat membahayakan operator las, terutama jika ruangan tempat pengelasan berlangsung tersebut tertutup.
  3. GAS NITROGEN MONOKSIDA (NO), Gas Karbon monoksida memiliki rumus kimia CO, gas tersebut mempunyai sifat tidak berwarna, tidak berbau ataupun berasa, gas tersebut terdiri atas sebuah atom karbon yang secara kovalen berikatan dengan sebuah atom oksigen, pada ikatan ini ada dua ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen lainnya yang merupakan koordinasi antara atom karbon dan oksigen. Bahaya : Gas Nitrogen Monoksida yang masuk pada pernafasan manusia tidak berbahaya, namun gas tersebut akan bereaksi dengan Hemoglobin (Hb) seperti halnya pada gas CO, tapi ikatan antara NO dan Hb akan jauh lebih kuat dibandingkan dengan CO dan Hb, maka gas NO tersebut tidak mudah dilepaskan dari Hemoglobin dan bisa mengikat Oksigen yang dibawa oleh Hemoglobin sehingga hal tersebut akan mengakibatkan seseorang mengalami kekurangan oksigen yang akhirnya dapat membahayakan sistem syaraf.
  4. GAS NITROGEN DIOKSIDA ( NO2) , Gas Nitrogen Dioksida merupakan senyawa kimi yang memiliki Rumus Kimia NO2, gas tersebut sering digunakan sebagai bahan sintesis pada pembuatan asam nitrit, sifat dari gas tersebut adalah berwarna merah-kecoklatan, beracun, bau menyengat dan salah satu dari polutan udara utama. Bahaya : Gas Nitrogen Dioksida akan memberikan rangsangan yang kuat pada mata dan juga lapisan pernafasan, bisa bereaksi dengan Hemoglobine (Hb) yang akhirnya dapat menyebabkan sakit pada mata dan batuk–batuk pada operator las, jika mengalami keracunan oleh gas ini untuk jangka waktu yang lama akan bisa berakibat menderita penyakit TBC atau juga paru–paru.
  5. GAS-GAS BERACUN LAINNYA, Gas-gas beracun lainnya biasanya terbentuk karena penguraian dari bahan pembersih dan pelindung terhadap karat.

PENCEGAHAN BAHAYA GAS DALAM ASAP LAS

Untuk meminimalisir bahaya yang disebabkan oleh gas-gas yang dihasilkan dalam proses pengelasan, sebaiknya operator las mengikuti standar keamanan pengelasan dengan menggunakan pengaman pada anggota tubuh dan pemakaian ruangan dengan sirkulasi udara yang aman.

KAWAT LAS BERKUALITAS

Kawat Las Maintenance EDZONA menjual Kawat las yang berkualitas sangat baik untuk berbagai keperluan pengelasan. Dengan kualitas Kawat Las Kami yang baik akan membantu mengurangi bahaya yang disebabkan oleh gas-gas yang ditimbulkan pada pengelasan.

Thursday, November 19, 2015

PEMBAKAR LAS GTAW


Salah satu unit utama dalam menjalankan proses pengelasan GTAWadalah Pembakar  Las. Pembakar las GTAW dapat dibagi dalam tiga bagian utama yaitu kepala pembakar, paket slang (konektor),  dan gagang. Di kepala pembakar las terdiri dari rangkaian dudukan kolet , nozel gas, kolet, elektroda tungsten, dan tutup kepala (back cup).  Sedangkan pada gagang pembakar umumnya terpasang tombol penyalaan dan pemadaman busur las. Untuk bagian konektor terdapat ujung-ujung untuk penyambungan kabel ke saluran gas pelindung , elektroda tungsten, dan dan saluran air (jika menggunakan pendinginan menggunakan air).
Pembakar las GTAW
Keterangan gambar :
  1. Nosel gas
  2. Elektroda tungsten
  3. Penjepit elektroda (kolet)
  4. Tutup kepala
  5. Lorong gas pelindung
  6. Tombol pembakar
  7. Saluran gas pelindung
  8. Saluran air masuk
  9. Kabel arus las
  10. Saluran air balik.

MEMBONGKAR DAN MEMASANG PEMBAKAR LAS

Untuk pembongkaran yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: [1] Pertama, Lepaskan tutup kepala pembakar dengan cara memutarnya kekiri [2] Keluarkan elektroda tungsten dan kolet yang menjepitnya [3] Lepaskan nosel gas dengan cara memutarnya kekiri [4] Lepaskan dudukan kolet dengan memutarnya kekiri.
Untuk pemasangan yang harus dilakukan adalah [1] Pasangkan dudukan kolet dengan memutar kekanan [2] Pasangkan nosel gas dengan memutarnya kekanan [3] Masukkan kolet dari arah belakang kepala pembakar [4] Masukkan elektroda dari arah belakang kepala pembakar [5] Pasangkan tutup kepala pembakar dan kencangkan setelah kemunculan ujung elekroda tungsten disetel (dengan panjang kemunculan tidak melebihi diameter dalam nosel gas pelindung). Untuk pembongkaran dan pemasangan bagian konektor pada umumnya menggunakan sambungan nipel berulir.

PERAWATAN PEMBAKAR LAS GTAW

Pembakar las GTAW pada prinsipnya harus selalu dirawat. Secara berkala bagian atau kompenen-komponennya harus di cek kondisinya.
Pembakar las GTAW 2
Bagian-bagian tersebut perlu mendapatkan perawatan sebagai berikut:
[1] Kedudukan gagang kepala pembakar harus selalu dicek kedudukannya jangan sampai longgar terhadap rumahnya (11)
[2] Tutup kepala dan O-ringnya perlu dijaga dari kerusakan dengan cara  melepaskan dan mengencangkan sewajarnya dengan tangan (jangan dengan alat!), jangan sampai jatuh, dan simpan pada tempat penyimpanan selama tidak digunakan.
[3] Perapat atau isolasi kepala pembakar, selalu dicek fungsi kerapatannya, jika bocor lebih baik diganti dengan yang baru
[4] Kolet penjepit elektroda harus digunakan secara tepat yaitu menggunakan hanya kolet yang ukurannya sesuai dengan elektroda tungsten yang digunakan. Simpan selama tidak digunakan. [5] Dudukan kolet atau laluan gas (gas orifice), melepas dan memasang menggunakan tangan atau alat ringan dan kencangkan sewajarnya (demikian juga bagian 7 dan 8). Cek dan bersihkan lubang-lubang gas jika kotor atau buntu.
[6] Nosel gas (6 & 9). Nosel gas terbuat dari keramik yang mudah pecah, oleh karena itu perlu dijaga jaga jangan sampai jatuh dan kena benturan atau pukulan. Gunakan nosel dengan ukuran yang sesuai kebutuhannya. Melepas dan memasang nosel gas cukup dengan tangan (jangan mengunakan alat!). Gunakan kertas gosok untuk membersihkan nosel gas yang sudah kotor.
[7] Tombol pembakar (10) perlu sering dicek atau dirasakan kefungsiannya, jika terasa ada kelainan maka harus segera dilakukan pemeriksaan dan perbaikan.

Tuesday, November 17, 2015

TEKNIK MEMBUAT MANIK POSISI DATAR


Dalam pengelasan SMAW terdapat beberapa teknik untuk membuat manik-manik, salah satunya adalah membuat manik-manik dengan posisi datar.

TEKNIK MEMBUAT MANIK POSISI DATAR DENGAN AYUNAN

1. PERSIAPAN

Sebagai langkah awal dalam proses pengelasan ini, lakukan persiapan dengan melaksanakan langkah-langkah adalah : Meletakkan logam dasar diatas meja kerja pada posisi yang tepat dan bersihkan  permukaannya. Kemudian atur arus pengelasannya dengan ukuran antara 160 & 170 A untuk pelat tebal 9 mm dan jangan lupa untuk memperhatikan posisi tubuh.

2. PENYALAAN BUSUR

Nyalakan busur api sekitar 10-20 mm didepan titik awal dan kembali ke posisi semula. Pengelasan manik-manik las [1] Elektroda harus dipegang dengan kemiringan 90 o  terhadap kanan kirinya logam dan 75 – 85 o  terhadap arah lasnya. [2] Gerakkan batang lasnya ke tepi kanan dan kirinya sambil berhenti sejenak dititik masing-masing tepi. [3] Lebar ayunan tidak boleh lebih dari 3 kali diameter inti [4] Gerakkan tangkai las dengan jarak yang tetap dengan cara  menggunakan seluruh tangan.

4. MENYAMBUNG MANIK-MANIK LAS

Untuk menyambung manik-manik las yang terputus karena elektrode habis, ikuti petunjuk berikut : Bersihkan kawah las, Nyalakan busur kurang lebih 20 mm didepan kawah las dan putar kembali ke kawah, kemudian buat endapan sampai hampir memenuhi kawah lalu maju.

5. MENGISI KAWAH LAS

Nyala dan matikan busur berulang-ulang melalui ujung elektrode, buatlah endapan sehingga mengisi kawah sama rata dengan manik-manik.

PEMILIHAN ELEKTRODA

Tiga faktor untuk menjamin pengelasan yang bagus adalah desain yang tepat, material yang baik dan teknik yang baik adalah. Jika salah satu dari faktor ini tidak ada, maka hasil pengeasan yang memuaskan tidak dapat dicapai. Persiapan pengelasan yang harus dilakukan dengan kualitas yang dipersyaratkan adalah penting untuk dimengerti sifat-sifat dari tiap-tiap material las (elektrode las, kawat, fluks).  Pemilihan logam pengisi las berupa elektroda las ataupun filler metal electrode sebagai logam pengisi dalam proses pengelasan sangat berpengaruh dalam menentukan mutu hasil pengelasan, begitu juga fluks dan gas sebagai pelindung (shielding). Jika salah dalam pemilihan kawat las dan material lainnya akan menyebabkan kegagalan pengelasan. Untuk mendapatkan kawat las maintenance yang tepat, gunakan kawat las EDZONA.