Tuesday, May 12, 2015

ALAT KESELAMATAN KERJA LAS

Alat keselamatan kerja las atau sering disebut alat perlindungan diri adalah alat –alat untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap bahaya-bahaya kecelakaan dalam pengelasan.  Alat keselamatan kerja las  wajib digunakan saat bekerja sesuai standar , bahaya dan risiko untuk menjaga keselamatan pekerja las dan orang lain atau benda lian disekitarnya.

SYARAT ALAT KESELAMATAN KERJA LAS

Alat keselamatan kerja atau Alat perlindungan diri menurut Balai Hiperkes memiliki beberapa syarat, yaitu :
  • memberikan perlindungan untuk pekerja
  • ringan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan dalam bekerja
  • dapat dipakai secara fleksibel
  • tidak menimbulkan bahaya tambahan jika terdapat pemakaian yang kurang tepat
  • memenuhi standar
  • tidak membatasi pekerja
  • suku cadang yang mudah didapatkan dan mudah perawatannya

JENIS ALAT KESELAMATAN KERJA LAS

Alat Keselamatan Diri dalam pengelasan , terdapat tiga jenis, yaitu :

1. ALAT KESELAMATAN KERJA BAGIAN KEPALA

alat keselamatan kerja las bagian kepala
Alat keselamatan diri bagian kepala terdiri dari :
  • alat pelindung kepala bagian atas terdiri dari topi pelindung atau helm.
  • alat pelindung bagian muka dan mata terdiri dari  face shields, goggles, safety glasses, topeng dan helm las.
  • alat pelindung telinga terdiri dari tutup telinga (ear muff), sumbat telinga (ear plugs).
  • alat pelindung pernafasan terdiri dari masker, respirator

2. ALAT KESELAMATAN KERJA BAGIAN BADAN

alat keselamatan kerja las bagian badan
  • alat pelindung seluruh badan : bisa menggunakan jas laboratorium
  • alat pelindung badan bagian muka : bisa menggunakan apron, apron terdiri dari apron lengan, apron dada, apro lengkap.

3. ALAT KESELAMATAN KERJA BAGIAN ANGGOTA BADAN

alat keselamatan kerja las anggota badan
  • Alat Pelindung Tangan , bisa menggunakan : sarung tangan (safety gloves) sebaiknya terbuat dari benda yang bersifat isolator dan fleksibel sehingga tidak mengganggu gerak pekerja las ketika proses pengelasan.
  • Alat Pelindung Kaki, bisa menggunakan : safety shoes.

MANFAAT ALAT KESELAMATAN KERJA LAS DALAM PENGELASAN :

  1. Menghindari percikan bunga api las, agar tidak mengenai mata, tangan, telinga, muka, dan anggota badan yang lain
  2. Agar tehindar dari debu dan asap beracun
  3. terhindar dari panas dan listrik pengelasan dan sinar ultraviolet maupun infra merah

Monday, May 11, 2015

PERBAIKAN PISAU PENGHANCUR PLASTIK

perbaikan pisau penghancur plastik

Harga sebuah mesin penghancur plastik atau crusher plastik tidak murah, sehingga harus hati-hati dan teliti salam memilih dan membeli mesin penghancur plastik.

MASALAH PADA MESIN PENGHANCUR PLASTIK

Mesin Penghancur plastik ini adalah mesin rakitan sendiri yang bukan mesin hasil pabrik, maka jarang ada produsen mesin yang memberikan garansi mesin penghancur plastik.  Akibatnya beberapa pelaku industri yang kecewa karena masalah-masalah yang timbul pada mesin ini, misalnya :
  • Jumlah produksi yang rendah, sehingga kesulitan mencapai jumlah target produksi
  • Bahan atau material mesin tipis,  sehingga menyebabkan pisau cepat rusak  jika kemasukan besi atau material lain
  • Mesin tidak bisa menghancurkan material ukuran besar, meskipun ukuran mesin atau pisau yang cukup besar
  • Keretakan pada mesin penghancur plastik karena las pada mesin yang kurang baik.
  • Kualitas bubut kurang baik.
  • Roda gigi yang putraannya tidak stabil

PERBAIKAN MESIN PENGHANCUR PLASTIK

Demi kelancaran produksi, mesin penghancur plastik harus tetap dengan kualitas yang bagus. Jika terjadi masalah-masalah pada mesin, dapat dilakukan perbaikan pada bagian-bagian mesin yang sudah di jelaskan pada artikel mesin penghancur plastik sebelumnya. Perbaikan mesin dapat dilakukan dengan mengganti beberapa bagian yang rusak ataupun dengan pengelasan. Dalam memperbaiki mesin harus memilih bahan atau material dengan hati-hati yang sesuai dengan material mesin.

PERBAIKAN PISAU PENGHANCUR PLASTIK

Bagian penting dalam mesin penghancur plastik salah satunya adalah pisau penghancur plastik. Pisau penghancur plastik memiliki beragam ukuran ,bahan, jenis, dan bentuk. Untuk memperbaiki pisau penghancur plastik dapat dilakukan dengan pengelasan. Hal ini  juga untuk mencegah pisau penghancur plastik dari keausan atau kerusakan. Untuk perbaikan pisau penghancur plastik dan pengelasan pisau penghancur plastik juga harus memilih kawat las yang paling sesuai dengan bahan material pisau. Jika pemilihan bahan tidak tepat, maka sambungan las pada pisau mesin ini akan tidak bagus dan menghambat proses produksi.
Untuk perbaikan pisau penghancur plastik, kawat las yang paling cocok menggunakan kawat las EDZONA, karena kawat las EDZONA memiliki banyak tipe bahan yang akan dapat menyesuaikan dengan jenis pisau penghancur plastik anda. Misalnya Kawat las Edzona 260Kawat Las Edzolite 12kawat las edzona 290. Selain itu, kawat las Edzona memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi, karena merupakan produk Switzerland dan kami sebagai distribuor tunggal akan siap melayani, memberikan demo, garansi produk sampai ke tangan pelanggan dengan baik. Buktikan bahwa kawat las EDZONA adalah kualitas terbaik.

Saturday, May 9, 2015

PISAU PENGHANCUR PLASTIK

TENTANG MESIN PENGHANCUR PLASTIK

Mesin penghancur plastik digunakan untuk menghancurkan plastik menjadi ukuran yang lebih kecil.  Jenis plastik yang dihancurkan  dapat berupa  botol, gelas plastik  bekas minuman, dan lainnya. Mesin penghancur plastik memiliki banyak tipe, dan menjalankan mesin penghancur plastik sangat mudah, sehingga tidak dibutuhkan  tenga  kerja untuk mengoperasikannya. Cukup hanya satu orang saja sudah dapat menjalankan mesin tersebut, sehingga perusahaan juga dapat menghemat biaya tenaga kerja.
penghancur-plastik3

BAGAN MESIN PENGHANCUR PLASTIK :

  1. Batang Penggerak
  2. Dinding Tuper
  3. Plat Tuper
  4. Body Samping
  5. Tahanan Body Atas Depan
  6. Dinding Depan
  7. Mur Kunci Serangan
  8. Stuper Pisau Depan
  9. Plat Pisau duduk
  10. Baut Pisau Duduk
  11. Pisau Duduk Depan
  12. Baut dan Ring Pisau
  13. Pisau Putar
  14. As Rotor
  15. Rotor Dudukan Pisau Putar
  16. Bousing Bearing
  17. Motor Dynamo
Sebuah mesin penghancur plastik  juga dilengkapi dengan pengaman  yang jika terjadi suatu beban berat pada proses pemotongan yang akan menyebabkan motor akan slip, dan secara otomatis mesin ini akan mati sehingga mesin tidak cepat rusak dan awet.
Dalam penghancuran plastik inipun aliran material Plastik dari input sampai output harus diatur supaya lancar. Misalnya dengan memasukkan material Plastik tidak langsung banyak sekaligus melainnkan dengan cara periodik dan secara teratur.  Hal tersebut dilakukan karena pada saat plastik masuk  kedalam mesin, penghancuran membutuhkan waktu untuk membuat Plastik menjadi serpihan. Pada mesin penghancur plastik ada yang menggunakan sistem impact dan rotary impact juga  peralatan pendukung  lainnya antara lain, sistem saringan  untuk menyaring plastik yang telah dihancurkan menjadi ukuran yang lebih kecil.

PISAU PENGHANCUR PLASTIK

pisau penghancur plastik2
Pisau penghancur plastik adalah komponen penting dari mesin ini , karena tujuan mesin ini digunakan  untuk memotong kecil-kecil limbah plastik yang  semula bentuknya yang tidak beraturan dan berbagai ukuran  dipotong  menjadi  kecil-kecil. Untuk itu pisau penghancur plastik harus dari bahan yang benar-benar bagus , tajam dan tidak mudah tumpul . Sebab jika bahan pisau penghancur plastik  mudah tumpul maka akibatnya akan menguruangi jumlah produksi. Mesin Penghancur pastik  mempunyai  mekanisme yang sederhana , yaitu
  • Adanya 2 pisau yang duduk pada dinding bodi depan  dan belakang
  • Adanya 3 pisau yang menempel pada poros dimana poros akan berputar dengan bantuan motor listrik dimana dayanya menggunakan puli dan sabuk V-belt.
Pada saat awal penggunaan, mesin tidak mengeluarkan suara bising, tetapi setelah mulai melakukan proses penghancuran plastik maka suara bising akan timbul yang merupakan  akibat dari pisau yang memotong plastik secara tepat. Selain itu, ketajaman pisau harus dijaga, tidak boleh sampai aus atau rusak. Maka dapat dilakukan pengelasan dengan kawat las edzona untuk mencegah kerusakan pada pisau mesin penghancur plastik. Kawat Las edzona adalah solusi tepat untuk menjaga keawetan pisau penghancur plastik.

Friday, May 8, 2015

PERALATAN LAS LISTRIK

LAS LISTRIK

Las listrik adalah metode pengelasan yang sudah sering digunakan oleh pekerja las. Las listrik sendiri terdapat 2 macam, yaitu las tahanan listrik dan las busur nyala listrik. Las tahanan listrik  yaitu dengan mengalirkan arus listrik melalui bidang suatu benda yang akan disambung, kemudian diberi tekanan sampai kedua bahan akan menyatu. Las busur nyala listrik adalah teknik las dengan cara mengubah arus listrik menjadi panas untuk melelehkan permukaan benda kerja dengan membangkitkan busur nyala listrik melalui elektroda. 
peralatan las listrik

PERALATAN LAS LISTRIK

A. MESIN LAS

Mesin las atau sering disebut pewsawat mesin las dapat digunakan pada bermacam-mascam pengelasan busur listrik manual, bila ditinjau dari jenis arus terdapat 2 jenis yaitu :

 1. MESIN LAS ARUS BOLAK-BALIK (AC)

Arus bolak-balik terdiri dari beberapa macam pesawat mesin las, yaitu  transformator las, pembangkit listrik motor diesel. Pesawat mesin las yang sering digunakan adala transformator las yang mempunyai kapasitas 200 sampai 500 Ampere. Sehingga banyak digunakan karena harganya relatif murah,  biaya operasinya yang rendah dan Voltase yang keluar antara 36 sampai 70 Volt.

2. MESIN LAS SEARAH (DC)

Pesawat las arus searah terdiri dari pesawat transformator pembangkit listrik motor disel, rectifier, pesawat yang digerakkan oleh motor listrik.

B. ALAT BANTU LAS

1. KABEL LAS

Kabel las atau Lead superfleksibel adalah alat untuk menghantar arus dari mesin pengelasan ke benda kerja dan sebaliknya. Kabel las terdiri dari Lead dengan lapisan karet, kain, dan penguat lapisan fabric holder elektroda atau Lead elektroda. Lead dari benda kerja ke mesin dikenal sebagai Lead benda kerja. Tegangan pada Lead bervariasi antara 14 dan 80 Volt. Lead memilikibeberapa ukuran, yang semakin kecil nomornya, semakin
besar diameter Lead. Sebuah Lead harus fleksibel agar bisa mereduksi regangan pada tangan welder dan untuk memudahkan instalasi kabel sehingga dapat digunakan 800 sampai 2500 kawat pada masing masing kabel. Lead elektroda maupun Lead benda kerja harus menggunakan kabel listrik yang berdiameter sama karena panjang Lead mempengaruhi ukuran kapasitas mesin las.

2. PALU LAS

Palu las digunakan untuk melepaskan dan mngeluarkan terak las pada jalur las dengan cara memukulkan atau menggoreskan pada daerah las.

3. PEMEGANG KAWAT LAS (HOLDER ELECTRODE)

pemegang kawat las atau holder elektroda adalah peralatan las busur yang dipegang oleh welder ketika mengelas. Holder ini digunakan untuk menahan elektroda logam atau karbon. Handle pemegang terbuat dari bahan pelapis yang mempunyai tahanan panas tinggi dan tahanan listrik yang rendahdan  dibuat untuk menyeimbangkan pegangan tangan. Ada sejumlah metode yang digunakan untuk menjepit elektroda dalam holder yang salah satunya adalah konstruksi pincer dan pegas untuk menghasilkan tekanan sehinnga diperoleh sambungan yang baik.  Membersihkan daerah kontak dengan menggunakan sikat kawat agar daerah kontak antara elektroda dengan holder elektroda bersih. Rahang holder elektroda juga harus dibersihkan dengan menggunakan ampelas atau alat lain yang sesuai. Holder elektroda bagusnya dilengkapi dengan shield (plat kecil tahan panas) untuk mencegah panas radiasi dari las ke tangan welder.

4. SIKAT KAWAT

Sikat kawat yang digunakan untuk membersihkan benda kerja yang akan dilas dan terak las yang sudah dilepas dari jalur las oleh pukulan palu las.

5. KLEM MASSA

Klem massa sebagai alat untuk menghubungkan kabel masa ke benda kerja yang terbuat dari bahan yang menghantar dengan baik (tembaga). Sebuah klem masa dilengkapi dengan pegas yang kuat, yang dapat menjepit benda kerja dengan baik.

6. PENJEPIT

Penjepit dapat digunakan untuk memegang atau memindahkan benda kerja yang masih panas seetelah pengelasan.

C. KAWAT LAS (ELEKTRODA)

Kawat Las perlu disiapkan sesuai metode las, bahan sambungan. Kawat las memiliki berbagai macam bahan dan ukuran. Jika terjadi kesalahan pemilihan kawat las, dapat menyebabkan cacat las.

Thursday, May 7, 2015

CARA MENCEGAH DISTORSI LAS

successPENGERTIAN DISTORSI

Distorsi adalah terjadinya perubahan bentuk atau penyimpangan bentuk oleh panas, termasuk akibat proses pengelasan. Terjadinya pemuaian benda kerja mengakibatkan melengkung atau tertarik bagian-bagian sekitar benda kerja las. Hal ini karena semua logam akan mengalami pengembangan jika terkena panas, terjadi penyusutan jika mengalami pendinginan. Sehingga seorang operator atau pekerja las harus memiliki kemampuan untuk mengendalikan pemuaian dan penyusutan agar tidak berlebihan pada benda kerja.

CARA MENCEGAH DISTORSI LAS

1. KOEFISIEN MUAI PANJANG

adalah jumlah pertambahan panjang dari suatu logam karena mengalami perubahan suhu setiap 1 derajat celcius. Hal-hal yang mempengaruhi perubahan panjang logam adalah :
  • jenis logam
  • perubahan temperatur
  • perubahan panjang yang ke segala arah
Setiap koefisien muai panjang  berbeda-beda dari setiap jenis logam karena perbedaan sifat masing-masing logam. Misalnya koefisien muai panjang baja = 0,000012 ; aluminium = 0,0000255 ; tembaga = 0,0000167. Untuk baja akan bertambah panjang 0,000012 mm setiap terjadi perubahan temperatur sebesar 1 derajat celcius.
Rumus pertambahan panjang adalah = panjang awal x koefisien muai panjang x perubahan temperatur.
Sehingga operator atau pekerja las dapat menyiasati terjadinya koefisien muai logam untuk cara mencegah distorsi las.

2. PEMANASAN DAN PENDINGINAN

A. PEMANASAN DAN PENDINGINAN BENDA BEBAS

Jika pemanasan logam dilakukan secara merata disebut dalam keadaan bebas atau tidak tertahan maka akan menyusut kembali ke posisi semuka jika mengalami pendinginan. Contohnya pada gambar di bawah ini :
distorsi las
memuai secara merata
distorsi las 2
menyusut secara merata
keterangan gambar :
balok biru = ukuran awal benda kerja
garis biru = pertambahan panjang

B. PEMANASAN DAN PENDINGINAN BENDA TERTAHANcara mencegah distorsi las 3

jika sebuah benda kerja ditahan atau dijepit pada ragun kemudian dipanaskan, maka benda kerja las tidak akan memuai atau bertambah panjang secara teratur ke suluruh arah. Sehingga pertambahan ke arah ragum akan tertahan, di mana dengan pertambahan termperatur akan menambah kekenyalan, bahan menjadi mudah dibentuk.
Jika kondisi logam tersebut tertahan sampai benda dingin kembali, maka logam akan mengambang atau bertambah panjang ke arah yang tidak ada tahanan dan perubahan bentuk yang bersifat permanen.

3.FAKTOR PENYEBAB DISTROSI LAS

Ada penyebab utama distorsi yang sering terjadi pada pengelasn logam maupun pengelasan industri, yaitu :

1. TEGANGAN SISA

Tegangan sisa adalah seluruh bahan logam yang digunakan dalam industri misalnya batangan, lembaran atau yang lain yang diproduksi dengan proses menahan tegangan di dalam bahan. Tegangan sisa ini tidak selalu menimbulkan masalah, namun jika bahan kerja menerima panas akibat pengelasan atau pemotongan dengan panas, maka tegangan sisa akan menghilang secara tidak merata dan akan terjadi distorsi.

2. PENGELASAN ATAU PEMOTONGAN DENGAN PANAS

Ketika melakukan proses mengelas atau memotong menggunakan api, sumber panas dari nyala busur akan mengakibatkan pertambahan panjang dan penyusutan tidak merata dan distorsi.

3. JENIS – JENIS DISTORSI

Terdapat tiga jenis utama perubahan bentuk (ditorsi) pada pengelasan, yaitu :

A. DISTORSI ARAH MELINTANG

adalah jika mengelas salah satu ujung, dan sisi yang lain akan bertambah panjang akibat pemuaian. Kemidian saat pendinginan, sisi logam akan saling mnarik satu sama lain.
cara mencegah distorsi arah melintang

B. DISTORSI ARAH MEMANJANG

apabila hasil las berkontraksi dan kemudian memendek sepanjang garis pengelasan setelah pendinginan.
cara mencegah distorsi arah memanjang

C. DISTORSI MENYUDUT

jika sudut dari benda yang dilas berubah akibat kontraksi lebih besar pada permukaan pengelasan karena jumlah hasil pengelasan yang lebih banyak.
cara mencegah distorsi bentuk sudut

Wednesday, May 6, 2015

PERSIAPAN PENGELASAN

persiapan-pengelasanPersiapan pengelasan sebelum proses pengelasan dilakukan untuk mendapatkan mutu dan hasil pengelasan yang baik, kelancaran, keselamatan dan pelaksanaan pengelasan. Maka perlu dilakukan persiapan pengelasan yang matang. Persiapan sebelum pengelasan tersebut antara lain :

1. PERSIAPAN PENGELASAN SECARA TEORITIS

Persiapan pengelasan secara Teoritis, yang terdiri dari :
  • Mengetahui dasar-dasar pengelasan. Contohya tentang jenis kampuh las dan segala ukurannya, mengetahui pengaturan arus pada setiap alur las dan akibatnya, memilih elektroda atau kawat las yang baik. Misalnya adalah kawat las Edzona adalah kawat las maintenance dengan kualitas terbaik dan satu-satunya.
  • Mengetahui segi-segi keselamatan kerja dalam proses pengelasan. Hal ini untuk menghindari kecelakaan saat proses pengelasan dilakukan.
  • Mengetahui tentang ilmu bahan yang dibutuhkan untuk pengelasan. Contohnya adalah mengetahui penyambungan yang benar di antara dua material yang berbeda, mengetahui pergerakan akibat panas dan penghapusan tegangan sisa, mengetahui elektoda atau kawat las yang sesuai dengan kebutuhan. Karena jenis kawat las cukup banyak sesuai jenisnya. Anda akan mendapatkan kawat las maintenance dengan berbagai jenis di CV Jaya Manunggal Perkasa.

2. PERSIAPAN PENGELASAN SECARA PRAKTIS

Persiapan pengelasan secara Praktis, persiapan ini merupakan persiapan perlatan, yang terdiri dari alat-alat utama, alat-alat keselamatan, alat-alat bantu.
  • ALAT-ALAT BAKU

contohnya adalah las (transformer dan generator), tangkai elektoda, penjepit benda kerja, kabel las, dan elektoda las atau kawat las Edzona
  • ALAT-ALAT KESELAMATAN KERJA.

    • Alat keselamatan personal. Contohnya adalah pelindung ada, topeng las, sarung tangan las, leher tang tertutup, pali, tempat elektroda, sikat baja, kapur las, sikat baja
    • Alat keselamatan umum. Misalnya blower yang digunakan untuk menghisap asap las, alat pemadam kebakean, lampu sorot, dan pelindung-pelindung yang lain.
    • Alat bantu lainnya, contohnya adalah gerinda listrik, sumber listrik, botol oksigen, dongkrak pipa, dan lainnya.
Setelah semua peralatan harus diperiksa dengan teliti dan hati-hati, seperti pemeriksaan kabel las dan sambungan kabel las. Kabel las tidak boleh bocor bila menempel pada logamdapat menimbulkan loncatan busur listrik. Loncatan busur listrik di tempat yang tidak bergeser akan mencairkan metal dan lama-lama akan menembus metal tersebut.
Persiapan selanjutnya adalah pembersihan tempat kerja, pengaturan peralatan yang memudahkan pelaksanaan pengelasan. Pemeriksaan daerah tempat bekerja juga tidak kalah penting untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan misalnya kebakaran.
Seletah semua persiapan, maka kampuh las dibersihkan dari berbagai jenis kotoran, seperti karat, cat, air, dan lainnya.

3. PERSIAPAN KAMPUH LAS

Persiapan kampuh las bisa dilakukan dengan beberapa teknik, sesuai bentuk sambungan dan kampuh las yang akan dikerjakan.
  • Kampuh – V dan X ( Single Vee dan Double Vee )
  • Kampuh U dan J.

4. DESAIN BENTUK SAMBUNGAN LAS

Merancang sambungan las, tentukan rencana sambungan dalam bentuk gambar. Pada pengelasan, retak-retak pada struktur las disebabkan karena material, prosedur pengelasan dan rencana yang kurang baik. Keretakan karena perencanaan yang kurang baik dapat disebabkan perhitungan kekuatan yang salah misalnya perhitungan penentuan muatan dan tegangan, rencana struktur yang tidak tepat, garis bentuk yang terputus, material yang tidak sesuai. Hal yang dapat dipertimbangjan dalam perencanaan katika merancang sambungan adalah :
  • Memilih material yang memiliki sifat mampu las, kekatan tarik baik, desain yang mudah proses las, dan melakukan pengurangan pada tegangan
  • Sambungan dengan deformasi yang kecil dan tegangan sisa minimun, dapat melakukan dengan mengurangi jumlah titik las dan endapan las
  • Melakukan minimalisasi bending momen pada daerah las
  • Menghindari desain sambungan las yang mengkinkan terjadi konsentrasi garis las berdekatan atau berpotongan.
  • Mencegah konsentrasi tegangan dengan menghindari struktur yang terpotong, perubahan tajam pada bentuk tertentu
  • Memilih metode pemeriksaan dan kriteria cacat las yang dapat ditolerir.

Monday, May 4, 2015

FLUKS KAWAT LAS

fluks-kawat-lasFluks kawat las adalah sebagai pelindung yang dapat melindungi cairan las dari adanya pengaruh udara luar. Fluks terdiri dari campuran mineral dan bahan kimia yang akan juga menjadi penentu jenis pekerjaan las. Salutan atau fluks dibedakan berdasarkan tebal fluks kawat las dan tipe fluks kawat las. Baik tipe ataupun tebal fluks dapat diketahui dari kode sebuah kawat las.

TEBAL FLUKS KAWAT LAS

Berdasarkan ketebalan fluks kawat las, dibedakan menjadi dua, yaitu fluks tebal dan fluks tipis. Dalam kode kawat las, semakin besar angka maka semakin tebal fluks tersebut.
  • angka 1 dan 2 menunjukkan fluks tipis
  • angka 3 dan 4 menunjukkan fluks sedang
  • angka 5 sampai 10 menunjukkan fluks tebal
  • angka 11 dan 12 menunjukkan kawat las itu berkekuatan tinggi
Semakin tebal selubung atau fluks kawat las, maka sifar mekanis hasil las juga bahan lasnya akan semakin tinggi.

TIPE FLUKS KAWAT LAS

Selain ketebalan fluks kawat las, tipe fluksnya juga mempengaruhi hasil pengelasan.

HURUF SELUBUNG FLUKS

Simbol atau tanda untuk tipe fluks , terdapat 4 huruf. Secara garis besar, arti huruf tersebut adalah :
  • A= Kadar besi (FE) tinggi
  • B= Kadar angan (Mn) yang sifat basanya tinggi
  • C= Kadar selulose yang tinggi
  • R = Kadar mineral rutil yang tinggi

JENIS FLUKS (SELUBUNG) BERDASARKAN TIPE

  • A = jenis selubung untuk asam
  • R = jenis selubung untuk rutil (tipis dan sedang)
  • RR = jenis selubung untuk rutil (tebal)
  • AR = jenis selubung untuk asam (tipe campuran)
  • C = jenis selubung untuk selulosa
  • R(C) = jenis selubung untuk rutil selulosa (sedang)
  • RR (C) = jenis selubung untuk rutil selulosa (tebal)
  • B = jenis selubung untuk basa
  • B(C) = jenis selubung untuk  basa dengan bagian tidak basa
  • RR(B) = jenis selubung untuk rutil basa (tebal)
Terdapat beberapa huruf berbeda yang menunjuk pada kode suatu jenis campuran, di mana jenis fluks tersebut dapat memberikan pengaruh pencairan dan bahan tambahannya, kemudahan mencair terak las.